Doktor Zul Beri Tips Kemenangan Buat PKS Sumbawa

Para kader PKS diminta untuk mengambil ilustrasi dari The Alchemist buku karangan Paulo Coelho

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menyampaikan orasi politiknya di puncak perayaan Milad PKS ke-20 di Kabupaten Sumbawa, Minggu (22/04).

Bertempat di Taman Mangga Kota Sumbawa Besar dan dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKS, Doktor Zul memberikan tips agar PKS menjadi partai pemenang.

Dalam orasi singkatnya ini Doktor Zul meminta para kader PKS untuk mengambil ilustrasi dari The Alchemist buku karangan Paulo Coelho.

Buku ini menceritakan kisah seorang pemuda berumur 20 tahunan dalam perjalanannya mencari makna bahagia dan menang dalam kehidupan. Ada sebuah tradisi di Andalusia Spanyol, jika seseorang ingin bahagia dan menang berkompetisi harus bertemu dengan the holyman (pertapa yang suci).

Anak muda inipun mulai melakukan perjalanan tradisi tersebut unuk bertemu dengan the holyman. Setelah menempuh perjalanan 40 hari siang dan malam yang melelahkan, pemuda ini akhirnya bertemu dengan pertapa dimaksud.

Ternyata pertapa di hadapannya berbeda yang ada di dalam bayangannya yaitu berusia tua, berambut panjang dan putih, serta pakaiannya sangat sederhana. Tapi pertapa yang ditemuinya ini merupakan seorang raja yang hidup di istana megah dan dikerubuti ribuan manusia.

Untuk menemui Raja ini saja, pemuda tersebut harus mengantri selama dua jam. Raja pun menanyakan apa keinginan pemuda itu ingin bertemu dengannya. Pemuda itu ingin mencari makna kebahagiaan dan menang dalam kehidupan.

Raja menilai pertanyaan pemuda itu terlalu sederhana sedangkan raja ini harus menyelesaikan ribuan masalah rakyatnya. Namun sebelum menjawab pertanyaan itu, Sang Raja meminta pemuda itu berkeliling melihat keindahan istananya, sembari menitipkan dua tetes minyak dan sendok.

Raja meminta agar minyak di sendok itu boleh jatuh selama pemuda itu keliling-keliling istana.

Pemuda ini mulai menyusuri istana tersebut dan mengamatinya secara detail mulai dari depan belakang samping kanan dan kiri. Saat pemuda itu telah kembali,

Raja bertanya,“Anda sudah melihat istana saya, apa pendapat anda tentang perpustakaan istana?”

Pemuda ini terkejut dengan perrtanyaan sang raja. Sebab dia sudah datang ke perpustakaan istana tapi tidak sempat membaca buku dan melihat lukisan karena istiqomah menjaga dua tetes minyak dan sendok tersebut.

Demikian dengan taman istana, pemuda ini hanya tapi tidak sempat menikmati pohon mangga dan buah-buahan yang berbuah cukup ranum. Selanjutnya pusat kuliner istana dan permainan musik di sudut istana juga tidak sempat dinikmati pemuda ini, hanya karena dua tetes minyak dan sendok.

Raja lalu berkata, seseorang tidak mungkin diberikan kepercayaan jika belum mengenal rumahnya secara detail. Raja pun meminta pemuda itu kembali berkeliling di istananya. Saat tugas yang kedua ini, pemuda itu tak menyia-nyiakan kesempatan.

Mulai dari perpustakaan, taman, kuliner dan live music semua dinikmatinya. Saat kembali dan ditanya raja, pemuda mengaku sudah menikmati semuanya.

Karena keasyikan dengan kenikmatan itu, menyebabkan dua tetes minyak dan sendok itu hilang.

Apa kata pertapa (raja) itu? Kalau anda ingin menang dalam pertarungan dalam kehidupan ini anda tidak boleh  punya jarak psikologis untuk takut dan tidak mau bertemu dengan siapa saja, anda harus berani masuk kemana saja, anda lihat perpustakaan lihat taman, menikmati kuliner, musik dan lainnya.

“Tapi pada saat yang sama anda tidak boleh lupa dua tetes minyak dan sendok itu harus tetap dijaga,” kata Doktor Zul mengutip isi cerita di buku tersebut.

Merujuk dari cerita The Alchemist buku karangan Paulo Coelho ini, Doktor Zul mengemukakan alasan mengapa PKS tidak menang di Sumbawa.

Ini karena ekstrim pada salah satunya. Terkadang terlampau asyik menjaga sendok dan dua tetes minyak, kader PKS jarang duduk menikmati indahnya Taman Mangga ini, tidak sempat menikmati live musik, serta nyaris tidak pernah mendatangi pusat kuliner dan menikmati beragam sajiannya.

“Silakan datangi semua musik, datangi pusat kuliner menikmati hidangan itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tapi pada saat yang sama dua tetes minyak dan sendok itu harus dijaga. Sebaliknya jangan ekstrim juga, sudah datang ke kuliner, tempat musik dan kemana-mana tapi melupakan dua tetes minyak dan sendok.

“Mentang-mentang jadi anggota DPRD tidak mau mengaji, itu berarti melupakan minyak dan sendok. Karena itu datang ke kuliner, taman dan lainnya, tapi pada saat yang sama, liqo nya bagus, hafalan Qur’annya bagus dan dakwahnya juga kencang. Insya Allah di kepemimpinan 20 tahun PKS ini semua persyaratan untuk menang ada pada kita semua. Selamat HUT PKS ke-20 insya Allah kita menang di Sumbawa, menang di NTB dan suatu saat menang di Indonesia,” cetus Doktor Zul disambut takbir dari para kader dan simpatisan yang memadati arena.

Strategi PKS menangkan Zul Rohmi

Sementara itu Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa, M. Takdir menjelaskan, Milad PKS ke-20 dilaksanakan secara nasional. Khusus di Kabupaten Sumbawa, Milad ini dimeriahkan dengan pagelaran Pesta Rakyat dan menghadirkan tokoh PKS, Dr. H. Zulkieflimansyah yang juga Cagub NTB untuk menyampaikan orasi politik.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mensosialisasikan program-program PKS, agar partainya semakin dekat dengan masyarakat. Di antaranya program Rumah Keluarga Indonesia dengan melaunching Beras Berkah. Beras ini diluncurkan seminggu sekali dalam bentuk 50—100 paket.

Harga jual beras yang dikerjasamakan dengan majelis-majelis ta’lim di bawah harga pasaran. Misalnya di pasaran harga beras Rp 10 ribu/Kg, maka Beras Berkah hanya Rp 5000/Kg.

Di bagian lain, Takdir menyinggung strategi memenangkan Pasangan Zul-Rohmi di Kabupaten Sumbawa. Belum lama ini PKS sudah melaunching bakal calon anggota legislatif. Launching lebih awal ini agar para Caleg terus bergerak di tengah masyarakat mengumpulkan by name, by address, dan by KTP untuk menggugah masyarakat memilih pasangan nomor 3 pada Pilgub NTB 2018 mendatang. Gerakan mereka harus jelas dan terukur.

“Masing-masing Caleg dibebankan 250—500 KTP by name by addres, sehingga target ratusan ribu suara akan tercapai. Insya Allah kami yakin, karena soliditas kader kami tidak perlu diragukan lagi,” pungkasnya.

Me (*)




Di Kecamatan Lape, Doktor Zul Disebut Pahlawan Kemanusiaan

Kalau masyarakat NTB mau mengangkat harkat dan martabatnya maka harus berilmu, dan Doktor Zul menyediakan wadah terbaik buat anak-anak NTB untuk menuntut ilmu

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Calon Gubernur Nomor Urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah disebut Pahlawan Kemanusiaan saat kampanye dialogis di Kecamatan Lape Sumbawa, Minggu (22/04).

Doktor Ekonomi Industri pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini dinilai layak disebut Pahlawan Kemanusiaan, atas dedikasinya membangun banyak institusi pendidikan di NTB, dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi.

Walaupun menjadi Anggota DPR RI 3 periode mewakili Banten, tapi perannya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) NTB dinilai sangat besar.

“Tujuan besar dari pertemuan ini adalah Doktor datang menyapa dan berdialog dengan kita menyatakan komitmen, siap mengabdi untuk NTB. Beliau adalah putra terbaik daerah ini yang diakui tidak hanya di NTB tapi juga nasional. Beberapa waktu lalu kampus UTS yang didirikannya membawa nama NTB di tingkat kompetisi dunia. Jadi, beliau layak kita sebut Pahlawan Kemanusiaan di NTB. Doktor mendirikan beberapa jenis bidang pendidikan, ribuan mahasiswanya dari seluruh Indonesia,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Lape, Drs. Syafruddin AR, M.Pd.

Syafruddin memaparkan, partisipasi Doktor Zul membangun begitu banyak lembaga pendidikan adalah untuk meningkatkan derajat manusia NTB.

Menurutnya, kalau masyarakat NTB mau mengangkat harkat dan martabatnya maka harus berilmu. Doktor Zul telah menyediakan wadah terbaik buat anak-anak NTB untuk menuntut ilmu.

Saat ini, perguruan tinggi yang didirikannya itu telah menerima ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Melihat kiprah tersebut, Ia meyakini, Doktor Zul faham betul bagaimana membangun manusia NTB.

“Doktor ini orang yang faham bagaimana membangun manusia NTB, dia sudah membuktikan,” bebernya.

“Dengan mengucapkan bismillah, memohon ridho dan petunjuk Allah, untuk mengantarkan beliau menjadi pemimpin NTB yang saat ini sudah berusia 59 tahun, tanggal 27 Juni 2018 kita akan membuktikan hajat kita secara nyata dengan mencoblos nomor 3, pasangan Zul-Rohmi,” lanjutnya

Doktor Zul sendiri menyampaikan, lebih kurang 3 bulan telah berziarah keliling NTB. Banyak pelajaran yang diperolehnya.

12 tahun lalu Ia pernah menjadi calon gubernur di Provinsi Banten. Ia menjadi Calon Gubernur termudah di Indonesia, satu-satunya putra NTB yang pernah menjadi calon gubernur di daerah lain.

Ia menjelaskan, kembalinya ke NTB menjadi calon gubernur dengan suasana batin yang berbeda. Setelah menyapa desa dan dusun-dusun, ia menyimpulkan NTB butuh gubernur yang mau turun ke masyarakat, datang bertemu, menyapa dan berdialog dengan masyarakat.

“Sebagian besar dari desa dan dusun yang saya kunjungi mengatakan, seumur hidup kami belum ada calon gubernur yang mendatangi kami seperti ini. Oleh karena itu, menurut mereka, kita butuh gubernur yang mau mendatangi kita. Gubernur NTB ke depan mesti punya fisik dan ketahanan prima yang kuat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keputusannya mencalonkan diri menjadi Gubernur NTB bukan pilihan main-main. Buat anggota DPR RI seperti dirinya sekali dia melangkah maju, maka tidak ada tempat buat dirinya kembali lagi.

“Tidak seperti ketiga calon lainnya, kalau menang Alhamdulillah, kalau kalah bisa kembali lagi menjadi Bupati dan Walikota,” imbuhnya.

Di hadapan ratusan  masyarakat yang menghadiri kampanyenya, Dr  Zul bersyukur, sampai saat ini hasil survei membuktikan Zul-Rohmi masih unggul dari ketiga pasangan calon lainnya.

Awalnya Zul-Rohmi diremehkan, kini mulai diperhitungkan. Zul-Rohmi telah menang di Lombok Timur, menang di KLU, menang di Lombok Barat, dan menang di semua Kabupaten dan Kota di Pulau Sumbawa.

Dr Zul menambahkan walaupun suara kabupaten kota di Pulau Sumbawa jauh lebih kecil dari suara di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Tapi jangan lupa kalau Kabupaten Sumbawa ditautkan hatinya dengan Sumbawa Barat, didukung Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima maka basis elektoral kita juga tidak kalah dengan Lombok Timur ataupun Lombok Tengah.

Dan Alhamdulillah, Allah telah merencanakan kita satu-satunya calon gubernur dari Pulau Sumbawa.

“Insya Allah, pada tanggal 27 Juni kita akan buat sejarah baru, pasangan Zul-Rohmi, pasangan yang ada perempuannya akan memenangkan Pilgub NTB 2018,” pungkasnya.

Me (*)




Cagub Dr Zul Potong Tumpeng Di Milad PKS Sumbawa

PKS akan menjadi partai yg siap menargetkan menang di Pilkada Gubernur dan PILEG 2019

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Agenda Milad (PKS) yang ke 20 dimanfaatkan oleh pengurus dan kader DPD PKS Sumbawa dengan menggelar acara meriah,  Pesta RAKYAT

Acara yg dipusatkan di Taman Mangga, Sumbawa, Minggu (22/04). Acara yang terlihat sudah ramai sejak pagi hari, diisi dengan berbagai ragam acara, ada aneka  kuliner, pentas seni berupa nasyid, puisi, tari dan buat boks,  bazar, launching beras berkah, bazar, doorprize dan seremonial potong tumpeng dari cagub Dr zulkieflimansyah.

“PKS perlu membuat acara seperti ini, untuk memenangkan hati rakyat sehingga menjadi partai besar,” terang Dr zul dalam orasinya.

Sedangkan Ketua DPD PKS Sumbawa, M takdir, dalam sambutannya mengatakan, di usia 20 tahun ini PKS sedang enerjik-enerjiknya, dan penuh semangat.

“Maka PKS akan menjadi partai yg siap menargetkan menang di Pilkada Gubernur dan PILEG 2019,” katanya. Jadi acara ini menjadi awal konsolidasi dan membakar semangat kader PKS menghadapi tahun politik ke depan lanjutnya.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat itu, ditutup dengan seremonial potong tumpeng oleh Dr zulkieflimansyah yang menandai MILAD 20 tahun PKS, dan diberikan kepada salah satu warga yang hadir.

“PKS Sumbawa siap memenangkan Doktor Zul di Sumbawa, dan meraih 12% suara Pileg di 2019,” lanjut Takdir.

Me (*)




Gerakan Dr Zul makin Agresif, Sisir Pulau Moyo dan Medang

Kunjungannya di Desa Sebotok mendapatkan banyak hal yang akan menjadi perhatian jika nanti DR Zul diamanahkan masyarakat NTB menjadi Gubernur

lombokjournal.com —

PULAU MOYO SUMBAWA :  Gerakan Kampanye menyapa masyarakat Cagub Nomor 3, Dr. Zulkieflimansyah, Sabtu (21/04) makin agresif menyisir pesisir utara Kabupaten Sumbawa.

Kali ini di empat Desa di Kecamatan Labuhan Badas yang berada di Pulau Medang dan Pulau Moyo.

Kebiasaan menyapa masyarakat tersebut dimanfaatkan oleh pendiri UTS tersebut mendengar langsung aspirasi mereka. Karena kebanyakan calon pemimpin hanya mengutus tim suksesnya saja tanpa berani mendatangi masyarakat secara langsung.

Seperti yang dilakukan di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas.

Di Desa bagian utara Pulau Moyo tersebut, juru bicara atau orator kampenye Dr. Zul, yaitu  Sambirang Ahmadi, menyampaikan di hadapan masyarakat yang multi etnis di Desa Sebotok, pihaknya sengaja datang dan memperkenalkan secara langsung Cagub NTB, Zulkieflimansyah.

“Kita harus mengenal calon pemimpin kita. Itu sebabnya Dr Zul untuk mendatangi masyarakat di Desa ini.,” katanya. Pernahkah ada calon pemimpin NTB datang bersilaturrahim ke Desa ini, katanya dengan nada bertanya.

Karena dengan datang langsung tanpa  bertanya pun sudah tahu apa yang dibutuhkan. Banyak calon pemimpin yang datang hanya timsesnya.

“Belum tentu yang disampaikan utuh kepada calon pemimpin,” ungkap Sambirang di tengah maraknya sambutan warga pulau Moyo dan Medang .

Dia pun mengajak agar masyarakat setempat memilih orang yang mengenal kita dan kita mengenalnya.

Dalam orasinya di lapangan Desa Sebotok, Cagub pasangan Zul-Rohmi tersebut mengutarakan bahwa banyak kandidat tidak berani mengunjungi Desa dan Dusun. Zul-Rohmi mengunjungi Desa dan Dusun untuk mendatangkan keberkahan.

“Ternyata banyak orang tua di Desa tidak kuat keluar rumah.  Jangan lagi membeli kucing dalam karung apalagi karung di dalam perut kucing. Calon pemimpin NTB ke depan harus mengetahui narasi tentang NTB,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Zul menegaskan bahwa kunjungannya di Desa Sebotok mendapatkan banyak hal yang akan menjadi perhatian jika nanti diamanahkan masyarakat NTB menjadi Gubernur.

Antara lain persoalan pendidikan, kesehatan, maupun akses telekomunikasi yang selama ini menjadi masalah utama di Desa tersebut.

Sementara itu sambutan yang baik dan penuh persaudaraan yang telah ditunjukkan semua warga NTB ini   makin memperkuat keyakinan Zul Rohmi untuk berbuat yang terbaik serta  merawat kepercayaan loyalis votternya.

” Zul Rohmi akan tetap blusukan day by day agar keberterimaan pemilih Zul Rohmi makin meluas dan bertambah banyak,” ungkap Ali Akbar , politisi muda PKS yang memiliki talenta kuat ini.

Me (*)




Awalnya Diragukan Kini Zul Rohmi Diperhitungkan

Hasil survey terakhir beberapa lembaga, Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, perlahan tapi pasti makin mendapat dukungan masyarakat.

Masyarakat makin dekat dan bersimpati terhadap pasangan yang sangat giat blusukan dan menemui rakyat dari semua strata hingga di pelosok dusun sekalipun.

Cara pendekatan yang merakyat ini membuahkan hasil terutama di Pulau Lombok. Beberapa kabupaten di Lombok telah menempatkan posisi Zul—Rohmi pasangan yang diusung PKS dan Demokrat ini di tempat teratas.

Berdasarkan hasil survey terakhir beberapa lembaga, Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat. Pasangan bernomor urut tiga ini masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sedangkan Pulau Sumbawa, Zul-Rohmi tetap mendominasi.

Hal ini diakui Doktor Zul—sapaan Cagub NTB yang dikenal santun dan sederhana ini.

“Hasil survey terakhir, alhamdulillah pasangan Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat. namun masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram, sehingga dibutuhkan upaya dan kerja keras dari tim dan relawan.

“Ini harus saya katakan sebagai acuan kita bersama untuk bekerja keras dan terus berjuang. Kami akan memanfaatkan waktu tersisa untuk meraih kemenangan di semua kabupaten/kota,”  ujar Doktor Zul saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC Partai Demokrat Zona III yang dipusatkan di Gedung Diponegoro Sumbawa, Sabtu (21/04) siang.

Doktor Zul mengakui, awalnya banyak yang meragukan pasangan Zul-Rohmi untuk bisa bersaing dengan tiga pasangan lainnya. Namun Zul—Rohmi tidak peduli dan terus bergerak.

Zul-Rohmi terinspirasi dengan salah satu buku yang sangat terkenal di Amerika berjudul “The Engenering Corporation” yakni bagaimana permainan dalam industri dan dalam persaingan kemudian ditata ulang.

Buku ini juga telah banyak menginspirasikan perusahaan-perusahan besar maupun industri besar di Amerika.

Dalam penggalan buku ini, menceritakan dua orang pimpinan eksekutif. Keduanya ingin membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan tidak boleh didengar orang lain. Keduanya pun bersepakat untuk membicarakannya sambil bermain Golf.

Merekapun memilih bermain di lapangan Golf yang jauh dari kota dan dekat dengan hutan, agar lebih tenang, sepi dan tidak ada yang mengganggu. Sembari berdiskusi, mulailah memukul bola di hold pertama.

Namun pada pukulan hold ketiga salah satu eksekutif memukul bola terlampau keras sehingga bola melambung dan terjatuh persis di pinggir hutan. Keduanya berjalan menuju bola sambil berdiskusi asyik sehingga mereka tidak sadar sudah berada di dalam hutan.

Keduanya juga sadar, menurut masyarakat setempat di sekeliling hutan tersebut masih banyak binatang buasnya. Belum sempat mereka mengambil bola, sudah ada seekor macan yang sedang menunggu sambil mengibas-ibas ekornya.

Kedua eksekutif itu mulai berpikir antara maju atau mundur, karena seekor Macan buas tersebut siap mengejar dan menerkamnya.

Akhirnya salah seorang di antaranya mulai membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan. Melihat itu eksekutif satunya sedikit heran dan bertanya mengenai tingkah rekannya tersebut. “Wahai sahabat kenapa membuka sepatu, kaos kaki, serta sarung tangan, sementara macan itu lebih cepat larinya dari kita,” tanya eksekutif yang tidak melakukan seperti yang dilakukan rekannya. Lalu dijawab, “benar sahabatku, saya buka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar saya bisa lari lebih cepat daripada anda. Sebab tidak mungkin Macan itu menerkam kita sekaligus, tentu diterkam satu per satu. Sehingga saya masih punya kesempatan untuk bisa selamat.

Menurut Doktor Zul, intisari dari cerita di buku tersebut bahwa di dalam berpolitik terlampau banyak Macan yang sudah siap menerkam. Sehingga politisi atau pengelola parpol yang akan menang yakni politisi yang sudah siap dan mengetahui persis bahwa ada macan yang menunggu di sana.

Tentunya karena Macan lebih cepat lari darinya, maka tugasnya harus mempersiapkan diri sematang mungkin dengan cara membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar mampu berlari lebih cepat. Minimal berlari lebih cepat dari teman-teman yang ada di sampingnya.

“Saya kira filosofi sederhana dari buku ini menjadi inspirasi bagi saya dalam menghadapi Pilgub 2018 ini,” ujar Doktor Zul.

Zul-Rohmi akan melakukan seperti yang dilakukan eksekutif yang membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan serta siap berlari kencang. Dengan harapan jika Macannya datang secara tiba-tiba, maka yang disergap terlebih dahulu bukan pasangan Zul-Rohmi.

Begitu juga dengan semangat kegiatan Musancab DPC Partai Demokrat Sumbawa yang digelar ini, semua partai lawannya lebih gesit. “Lawan pasangan Zul-Rohmi adalah siapa yang tidak siap membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan,” pungkasnya.

Me (*)




DPD PKS Sumbawa Besar Gelar Pesta Rakyat Meriahkan Milad Ke 20

Ke depan PKS Sumbawa Besar bertekad untuk bisa berkhidmat dengan lebih baik lagi kepada masyarakat

Ketua DPD PKS Sumbawa Besar, M. Takdir (Foto: Me)

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR ;  Milad ke 20 PKS yang jatuh pada tanggal 20 April, diperingati meriah oleh DPD PKS sumbawa dengan serangkaian acara digelar selama seminggu penuh.

Puncak peringatan Milad akan dilaksanakan pada hari ahad, 22 April 2018 di Taman Mangga Sumbawa.

“Milad ke 20 PKS ini puncaknya kami bikin acara PESTA Rakyat, melalui acara ini kami ingin menegaskan bahwa PKS sumbawa selalu bersama rakyat dan akan terus berjuang untuk rakyat,” jelas ketua panitia A. Rahman melalui siaran pers yang disampaikan ke media, Jumat 920/4)

Acara pesta rakyat tersebut nantinya akan diisi dengan beberapa kegiatan antara lain : donor darah kader dan simpatisan PKS, bazar, pentas seni, lomba-lomba dan orasi dari calon gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, yang merupakan putra asli sumbawa-NTB.

Ketua DPD PKS sumbawa,  M Takdir  menambahkan, usia yang genap 20 tahun ini, tentu bukan usia yang muda lagi bagi sebuah partai politik, sudah banyak agenda yang dikerjakan.

Ke depan PKS sumbawa bertekad untuk bisa berkhidmat dengan lebih baik lagi kepada masyarakat. Pelayanan dan fungsi-fungsi advokasi akan kami optimalkan; contoh di pesta rakyat nanti, akan ada launching beras BERKAH Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang dijual dengan harga murah.

“Kami berharap, berkat doa dan dukungan masyarakat sumbawa PKS bisa lebih baik lagi melayani,” terang M takdir yang juga merupakan Caleg dapil 1 kabupaten  Sumbawa.

Acara yang akan dilaksanakan pagi hari, diharapkan sebagai bentuk syukur PKS akan 20 tahun usianya sekaligus sebagai ajang konsolidasi untuk memaksimalkan gerak PKS dalam mengantarkan kadernya Dr. Zulkieflimasnyah memenangkan pilkada NTB.

“Kami mengundang saudara-saudara kami masyarakat sumbawa untuk hadir diacara tersebut, karena kami juga akan menyiapkan beberapa makanan lokal, hasil bumi Sumbawa, gratis,” ungkap ketua panitia

Me (*)




Dr Zul; Lulusan SMK AL- Al-Kahfi KAHFI Harus Bisa Terbang Tinggi

Hadir untuk mencetak siswa yang tidak hanya pandai mengaji tetapi juga hebat dalam bidang matematika dan bahasa asingnya

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. H. Zulkieflimansyah melepas puluhan lulusan SMK Al-Kahfi Angkatan ke-II tahun 2017-2018 di Pondok Modern Al-Kahfi Sumbawa, Jum’at (20/04).

Sekolah yang diresmikan pada 2014 ini meluluskan 32 siswa, 20 di antaranya perempuan dan sisanya 12 laki-laki. Di hadapan para lulusan dan orang tua siswa yang mendampingi, Doktor Zul menyampaikan misi besar didirikannya Al-Kahfi.

SMK berbasis pesantren dan pelaku industri ini didirikan melihat banyaknya sekolah islam atau pesantren di NTB mempunyai banyak siswa yang pandai mengaji, tapi alergi dengan pelajaran matematika.

Al-Kahfi hadir untuk mencetak siswa yang tidak hanya pandai mengaji tetapi juga hebat dalam bidang matematika dan bahasa asingnya.

Sejak didirikan 2014 lalu, Al-Kahfi telah banyak melakukan terobosan, seperti mengembangkan Kawasan Ekonomi Masyarakat di pegunungan di Batu Alang, sudah mempunyai koperasi, dan sudah mulai mengelola Air Siap Minim (Arsinum) RO Al-Kahfi. Al-Kahfi akan terus berinovasi, walaupun kebanyakan orang tidak percaya, Al-Kahfi mampu membuktikan.

“Insya Allah, dengan pertolongan Allah yang tidak mungkin menurut orang lain menjadi mungkin. Where there’s a will there’s a way,” ungkapnya.

Selanjutnya, Doktor Zul berpesan agar jangan sampai ada anak-anak Sumbawa yang putus sekolah. Jangan karena kendala biaya, terpaksa berhenti sekolah dan tidak melanjutkan kuliah. Ia mendirikan perguruan tinggi agar anak-anak yang punya kemauan keras untuk menuntut ilmu namun terkendala biaya mendapatkan tempat melanjutkan sekolahnya.

“Sekolah terus, jangan sampai ada anak Sumbawa yang tidak melanjutkan kuliah karena tidak mampu. Kita siapkan UTS, IISBUD, dan AKOM, sebagai tempatnya. Jangan sampai lulus di Al-Kahfi tidak melanjutkan sekolah. Teruslah kuliah hingga ke luar negeri. Dari Al-Kahfi teruslah terbang tinggi,” Jelasnya.

Ia menyemangati para lulusan agar jangan mudah menyerah. Untuk menjadi pemenang, butuh perjuangan. Untuk berubah harus berkorban. Kondisi Al-Kahfi yang penuh tantangan justru akan membuat siswa semakin hebat.

Mereka yang sekolah di Al-Kahfi akan menjadi calon-calon pemimpin tidak hanya buat daerah tapi juga buat negeri ini.

“Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Para pemenang berbeda denga orang biasa. Pemenang sejati adalah orang yang selalu mencari jalan yang jarang ditempuh oleh kebanyakan orang untuk mencapai kemenangan. Kalau lolos di Al-Kahfi, Insya Allah akan lolos di segala ujian dalam kehidupan,”.tutupnya.

Me (*)




Optimisme Remaja Binaan di Balai Sosial Karya Mandiri

Para remaja tinggal selama 10 bulan, dua bulan sisanya akan praktik di luar BSBR Karya Mandiri. Selama tinggal, para remaja akan diberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan

 LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Sosial memberikan perhatian terhadap remaja terlantar, putus sekolah, dan rentan akan permasalahan sosial.

Salah satunya dengan menyediakan tempat binaan Balai Sosial Bina Remaja (BSBR) Karya Mandiri di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala BSBR Karya Mandiri, Wahyu Hidayat, mengatakan, remaja merupakan tulang punggung bagi kemajuan bangsa dan daerah. BSBR Karya Mandiri merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Sosial Provinsi NTB dan memiliki luas sekitar 2,5 hektare.

BSBR Karya Mandiri mempunyai berbagai fasilitas untuk menunjang keterampilan para remaja, mulai dari peralatan perbengkelan, otomotif, tata boga, tata rias, dan tata busana.

“Untuk tahun ini, ada 65 remaja berusia antara 16 tahun hingga 21 tahun yang tinggal di sini,” ujar Wahyu di BSBR Karya Mandiri, Labuapi, Lombok Barat, NTB, Jumat (20/04).

Kata Wahyu, para remaja tinggal di sini selama 10 bulan, sedangkan dua bulan sisanya akan praktik di luar BSBR Karya Mandiri. Selama di sini, para remaja akan diberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan.

Selain itu, para remaja juga mendapatkan asupan makanan selama tiga kali sehari, dan makanan ringan dua kali sehari dengan menu yang bervariasi. Kondisi ini berbeda jauh bagi para remaja sebelum berada di sini.

“Memang membina remaja dengan latar belakang yang putus sekolah, terlantar, maupun rawan permasalahan sosial tentu tidak mudah, tapi di situlah menjadi tantangannya,” ucap Wahyu.

Agar tidak membosankan, BSBR Karya Mandiri, kata Wahyu, mencoba menciptakan suasana kekeluargaan agar para remaja bisa menikmati dan belajar dengan gembira.

Selain pembinaan yang bersifat keterampilan, BSBR Karya Mandiri juga mengedepankan aspek spiritualitas. Hal ini penting agar para remaja memiliki karakter yang baik dan berintegritas ke depan.

“Agenda remaja binaan kita mulai dengan shalat shubuh berjamaah, sarapan bersama, apel pagi, dan shalat Dhuha yang diiringi pembekalan materi agama melalui Majelis Taklim,” ucap Wahyu.

Wahyu mengaku gembira melihat kesuksesan para remaja usai menempuh pembinaan di BSBR Karya Mandiri. Kata Wahyu, 85 persen dari remaja binaan BSBR Karya Mandiri dapat dikatakan berhasil lantaran mampu diterima kerja usai menjalani praktik magang.

Wahyu menceritakan, aspek spiritualitas yang ditekankan mampu mengantarkan para remaja BSBR Karya Mandiri menjadi pribadi yang memiliki karakter penuh kejujuran.

Wahyu mencontohkan, seorang remaja binaan BSBR Karya Mandiri yang sedang menjalani praktik magang di bengkel menemukan uang Rp 1.000 dan langsung ia berikan ke pemilik bengkel.

“Karena dinilai jujur, si remaja ini langsung dipekerjakan si pemilik bengkel tersebut. Ini yang selalu kita tekankan agar keterampilan dengan relijiusitas harus berjalan seiring bersama,” kisah Wahyu.

Menurut Wahyu, remaja memiliki peran penting dalam pembangunan dan kemajuan NTB yang sedang gencar mengembangkan sektor pariwisata. Wahyu berharap, para remaja juga bisa menempati sektor lapangan kerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Seorang remaja binaan asal asal Sakra, Lombok Timur, Alan (19), mengaku senang bisa berada di BSBR Karya Mandiri. Meski awalnya mengaku bingung dan ragu, Alan pada akhirnya mendapat banyak pengalaman selama di sini. Alan sendiri berkeinginan melanjutkan pendidikannya di universitas usai lulus SMK.

Namun, kendala perekonomian keluarga menjadi kendala bagi Alan untuk kuliah. Alan yang belum memiliki pekerjaan kemudian diminta bibinya untuk masuk di BSBR Karya Mandiri dan menimba ilmu di sana.

“Awalnya memang sangat canggung karena tidak kenal sama sekali, apalagi beda-beda suku dan bahasa, tapi lama kelamaan malah sudah seperti saudara dan keluarga sendiri,” kata Alan.

Selain Alan, ada Muhammad Ridwan yang juga menjadi remaja binaan BSBR Karya Mandiri. Ridwan (20) yang berasal dari Kabupaten Sumbawa mengungkapkan kekhawatiran yang sama saat baru pertama kali berada di BSBR Karya

AYA




Mutu Layanan Faskes Tingkat Pertama Jadi Fokus BPJS Kesehatan

FKTP diharapkan mengoptimalkan fungsinya sebagai gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga angka rujukan bisa dikendalikan sesuai kebutuhan medis

lombokjournal.com —

JAKARTA: Menjelang Universal Health Coverage yang ditargetkan tahun 2019 mendatang, BPJS Kesehatan mengedepankan mutu pelayanan kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Performa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pun terus didongkrak. Salah satunya melalui implementasi Kapitasi Berbasis Kompetensi Pelayanan (KBK).

Dalam penerapan KBK, terdapat model reward dan konsekuensi pemenuhan komitmen pelayanan alias kinerja FKTP.

Jika kinerjanya optimal, maka FKTP tersebut akan memperoleh tarif kapitasi maksimal. Hal ini merupakan bagian dari pengembangan sistem kendali mutu pelayanan, demi efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di FKTP.

Hingga bulan Maret 2018, ada 21.893 FKTP yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dari angka tersebut, sebanyak 17.035 FKTP resmi berkomitmen menerapkan KBK, 8.392 di antaranya adalah FKTP non Puskesmas alias FKTP swasta.

Sisanya secara bertahap tengah berproses menerapkan skema tersebut.

Tiap hari jumlah peserta JKN-KIS makin bertambah. karenanya, FKTP diharapkan mengoptimalkan fungsinya sebagai gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga angka rujukan bisa dikendalikan sesuai kebutuhan medis.

“Efek ke depannya, pembiayaan kesehatan pun jadi makin terkontrol,” kata Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya Amiarny Rusady, dalam acara pembukaan Pertemuan Nasional FKTP bertema Penguatan Manajerial FKTP, Rabu (18/04) di Jakarta.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Syarifuddin.

Upaya peningkatan kepuasan peserta JKN-KIS bukan dari segi kualitas saja. Dari sisi kuantitas, BPJS Kesehatan juga gencar memperluas jaringan mitra kerja sama.

Tujuannya, agar semua peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang adil dan merata.

Tak bisa dipungkiri, saat ini fasilitas kesehatan masih terkonsentrasi di sejumlah titik padat penduduk, antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara di daerah perbatasan dan pedalaman, jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan, ditambah pula dengan kondisi geografis dan akses transportasi yang menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, diperlukan upaya dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya, bersama-sama mengupayakan pemerataan persebaran tenaga medis dan fasilitas kesehatan,

“sehingga peserta JKN-KIS di seluruh wilayah Indonesia memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai,” ungkap Maya.

Peserta JKN-KIS Bisa Nilai Mutu Layanan FKTP

Untuk mengukur kepuasan peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan menjalankan Walk Through Audit (WTA)  sejak tahun 2017. Seiring dengan pelaksanaannya, saat ini telah dikembangkan tools untuk menunjang proses WTA bernama KESSAN (Kesan Pesan Peserta Setelah Layanan).

KESSAN merupakan bentuk upaya mendorong FKTP untuk meningkatkan layanan bagi peserta JKN-KIS dan memenuhi kewajibannya terhadap kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Peserta JKN-KIS yang berkunjung ke FKTP bisa langsung memberikan penilaiannya, melalui aplikasi Mobile JKN. Skor penilaian FKTP tersebut oleh BPJS Kesehatan akan dilakukan umpan balik ke FKTP tersebut.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain, apakah hari dan jam praktik sesuai, adakah petugas yang melayani, apakah peserta mendapatkan informasi hak dan kewajiban, apakah sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan tersebut nyaman, apakah waktu tunggu kurang dari 30 menit, apakah dokter memeriksa dan menjelaskan kondisi kesehatan pasien, apakah fasilitas kesehatan membedakan peserta JKN-KIS dengan pasien umum, dan yang terakhir apakah pasien dikenakan iur biaya oleh fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data per Maret 2018, dari 126.723 peserta JKN-KIS yang telah menjajal aplikasi KESSAN, hal yang paling banyak diapresiasi peserta JKN-KIS adalah mengenai tidak adanya perbedaan pelayanan oleh fasilitas kesehatan terhadap pasien JKN-KIS dengan pasien umum.

Sementara itu, hal yang masih perlu dievaluasi fasilitas kesehatan adalah soal ketersediaan petugas administrasi yang melayani peserta JKN-KIS.

“Umpan balik peserta JKN-KIS tersebut juga nantinya akan digunakan untuk dasar BPJS Kesehatan membantu suatu fasilitas kesehatan meng-improve kinerjanya. Dengan adanya feedback langsung dari peserta JKN-KIS tersebut, diharapkan fasilitas kesehatan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanannya,” tutup Maya.

Sampai dengan 13 April 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 196.047.305 jiwa atau lebih dari 75% dari total penduduk Indonesia.

Rr

(sumber: Bpjs Kesehatan)




KPU Mataram Tetapkan 270.523 Daftar Pemilih Tetap

Jumlah DPT yang telah ditetapkan itu, sudah kecil kemungkinannya untuk mengalami pengurangan jumlah

MATARAM.lombokjournal.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram mulai Pleno terbuka mentapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedikitnya 270.523 pemilih telah ditetapkan dalam DPT.

Hal itu dilakukan mengingat penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat kabupaten atau kota pada 10 hingga 16 Maret 2018 lalu dan disusul perbaikan DPS pada 3 hingga 7 April 2018 lalu telah rampung.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram, H Aninul Asikin  mengatakan, dari hasil pleno DPT terbuka itu, jumlah total DPT yang telah ditetapkan kali ini merupakan hasil final pendataan daftar pemilih di Kota Mataram.

Ia menjelaskan, rincian jumlah pemilih dari setiap kecamatan yang ada di Kota Mataram. Seperti data dari Kecamatan Ampenan  yang terdiri dari 10 kelurahan, akan disebar 132 titik TPS saat pelaksanaan Pilkada nanti.

“Jumlah dari Kecamatan Ampenan, pemilih laki-laki 26.670, wanita 27.821 total 54.491 yang telah kami tetapkan di DPT,” ujarnya.

Kecamatan Cakranegara  terdapat 10 kelurahan, nantinya akan disebar ke 114 TPS. Jumlah pemilih laki-laki 21.802, wanita 22.669 total 44.471 pemilih yang telah ditetapkan di DPT.

Kecamatan Mataram terdiri dari sembilan kelurahan, akan ada 116 TPS dari jumlah pemilih laki-laki 24.639, wanita 26.005, total 50.644 yang telah sah ditetapkan dalam DPT.

Kecamatan Sandubaya terdiri dari 7 kelurahan, akan ada 101 TPS dengan jumalah pemilih laki-laki 21.217, wanita 21.577 total 42.794.

Kecamatan Skarbela terdiri dari Lima kelurahan, dengan 79 TPS jumalah pemilih Laki-laki 16.501, Wanita 16.942 total 33.433.

Kecamatan Slaparang dengan sembilan kelurahan dengan jumlah TPS 128. Pemilih laki-laki 21.639 wanita 23.041 jadi total 44.680.

“Dari enam kecamatan dengan jumlah total 50 kelurahan, ada 667 TPS, pemilih laki-laki 132.468,  perempuan 138.055,  jumlah total 270.523 DPT,” tandasnya.

Jumlah DPT yang telah ditetapkan itu, kata Asikin sudah kecil kemungkinannya untuk mengalami pengurangan jumlah.

“Ya karena sudah kami lakukan verifikasi data dengan Dispendukcapil, jadi kecil kemungkinannya untuk jumlahnya berkurang,”cetusnya.

Pleno terbuka itu dihadiri Ketua Panwaslu, pihak dinas kependudukan dan catatan sipil, serta masing-masing LO empat pasangan calon.

AYA