Peringatan HUT Pegadaian Ke 117 Di Kanwil Denpasar

Pegadaian menggencarkan literasi bisnis pegadaian, sebagai solusi masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian, selain itu juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang makin beragam.

Upacara Peringata HUT Pegadaian ke 117 di Kanwil Denpasar

lombokjournal.com —

DENPASAR ; Ulang tahun PT Pegadaian ke 117, ditandai dengan gencarkan literasi keuangan di  berbagai  kota. Kegiatan itu dimaksudkan,  agar  pengetahuan  masyarakat  tentang  bisnis  pergadaian  dan produk  serta  layanan  Pegadaian  meningkat.

Hal itu disampaikan Sunarso,  Direktur  Utama  PT Pegadaian  (Persero) dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pimpinan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah dalam upacara HUT Pegadaian ke 117 di Kanwil Denpasar, Senin (02/04).

PT Pegadaian (Persero) agresif melakukan ‘ literation fair’  di 19 kota di Tanah Air sebagai solusi di  tengah masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian, dan memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang semakin beragam.

Pimpinan PT. Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamia, memberikan keterangan

Menurut  data  riset  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  RI,  literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15 persen dari jumlah penduduk  indonesia  yang  tahu  pergadaian.  Sedangkan  yang  menjadi  nasabah Pegadaian baru 5 persen.

Pegadaian Literation Fair, jelas   Sunarso, semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota  di  Indonesia  yaitu  Banda  Aceh,  Medan,  Pekanbaru,  Padang,  Palembang, Balikpapan,  Banjarmasin,  Pontianak,  Bandung,  Jakarta,  Semarang,  Tegal, Yogyakarta,  Bekasi,  Surabaya,  Denpasar,  Makassar,  Manado,  dan  Jayapura.

Kegiatan literasi itu makin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro  dan UKM yang mengenal Pegadaian.

“Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah  dan  Literation  Fair  menjadi  sangat  strategis  dan  efektif  utk memperkenalkan  bisnis  pergadaian  dan  juga  PT  Pegadaian  (Persero)  beserta produk dan layanannya, ” kata Sunarso.

Sunarso  menjelaskan, untuk mencapai 11,5 Juta nasabah pada tahun ini Pegadaian akan  melakukan  digitalisasi  business  process,  pengembangan  distribution  channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital dan tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture.

Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk ibadah haji.

“Dengan  berinteraksi  yang  intens  dengan  para  pelaku  usaha  dan  masyarakat khususnya generasi milenial yang sering berkunjung ke mal, diharapkan  terjadi multiplier  effect  penyebaran  informasi  tentang  Pegadaian,” ujar Sunarso.

Ditegaskannya, banyak  sekali produk-produk pegadaian  yang  berbasis  kerakyatan,  tapi  belum  dikenal  luas  oleh publik.

Upacara HUT Pegadaian ke 117 di Kanwil Denpasar, Senin (02/04),juga ditandai berbgai kegiatan sosial, antara lain dengan kegiatan donor darah yang diikuti seluruh karyawan.

Re




Sitti Rohmi Prioritaskan Beasiswa Bagi Perempuan

“Perempuan atau ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya jadi seorang perempuan harus punya pendidikan yang tinggi untuk melahirkan generasi unggul.”

MATARAM.lombokjournal.com — Dalam keluarga, perempuanlah tempat berawal kebaikan bagi keluarga. Segala hal dalam keluarga karena campur tangan perempuan. Jangan memandang lemah kaum hawa.

Karena perempuan dan dibesarkan perempuan, Calon Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah merasa perlu memotivasi perempuan.

Di Gunungsari dan Narmada Sitti Rohmi menemui konstituen yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, pekan lalu.

Sitti Rohmi dengan sabar mendengarkan berbagai macam pertanyaan termasuk komitmen soal pendidikan dalam komitmen Gemilang yang disampaikan ke Masyarakat.

“Perempuan atau ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya jadi seorang perempuan harus punya pendidikan yang tinggi untuk melahirkan generasi unggul,” katanya.

Sitti Rohmi cukup lugas menjawab soal pendidikan karena saat ini ia diamanahkan  sebagai Rektor Universitas Hamzanwadi, Lombok Timur. Dikatakan, pendidikan dan kesehatan biasanya akan linier dan selalu berdampingan.

“Kesadaran akan kesehatan ditentukan oleh Ibu-ibu atau perempuan yang punya pengetahuan yang bagus,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Sitti Rohmi, pendidikan perempuan harus jadi utama.

“Jangan cepat tergoda untuk menikah Dini. Karena pernikahan dini ternyata adalah masalah yang masih menyisakan Ikhtiar yang cukup keras dimasa yang akan datang,” terangnya.

“Sekolah lah yang tinggi. Akan ada banyak program yang kita tawarkan nanti termasuk beasiswa keluar negeri pasti saya utamakan yang perempuan,” tambahnya.

Me (*)




Gubernur Hanya Butuh Beberapa Menit Untuk Laporkan Pajak Tahunan Secara Online

TGB berharap wajib pajak yang lain juga melakukan hal yang sama (melaporkan pajak tahunan), baik perorangan maupun badan.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, DR. TGH. M. Zainul Majdi atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) memenuhi kewajibannya sebagai warga negara baik, dengan melaporkan dan mengisi formulir laporan pajak tahunan orang pribadi.

Pelaporan pjak tahunan itu dilakukan di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (31/03).

Meski dengan padatnya agenda pemerintahan, Gubernur NTB dua itu menganggap pelaporan  pajak tahunan itu mudah dilakukan. Sebab, dilakukan secara online (e-Filing) dengan menggunakan gadget Tablet.

“Praktis dan mudah sekali ya, pelaporan SPT melalui online, jadi sambil santai di rumah bisa bayar pajak,” ungkap TGB yang saat itu disaksikan Widi Widodo (Kepala Bidang P2 Humas) dan Juang Trihono (Kepala Bidang Keberatan, Banding) Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) NTB.

TGB hanya membutuhkan beberapa menit untuk merampungkan pelaporan tersebut. Tanpa menyebutkan atau memperlihatkan nominal pajaknya, TGB hanya beberapa kali mengklik aplikasi yang ada di tablet, lalu kewajiban melaporkan dan membayar pajaknya selesai dalam hitungan menit.

“Gak nyampe beberapa menit kan, Saya sudah menunaikan kewajiban Saya sebagai wajib pajak. Alhamdulillah dengan penggunaan teknologi, segalanya dimudahkan sekarang,” ujarnya.

Sebagai kepala daerah yang memiliki kewajiban yang sama dengan warga negara  lainnya, TGB berharap wajib pajak yang lain juga melakukan hal yang sama, baik perorangan maupun badan.

Sebab, kewajiban tersebut merupakan salah satu bentuk ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. Serta sebagai bentuk kontribusi positif dari warga negara untuk kemajuan bangsa.

“Tidak ada alasan sekarang bayar pajak susah. Jadi segeralah melaporkan SPT nya lalu segera pula bayar pajak dengan mudah,” ajak TGB.

Sementara itu menurut Widi Widodo , batas akhir pelaporan pajak adalah tanggal 31 Maret setiap tahunnya.

AYA/HMS




Berburu Kuliner dan Sunset di Pantai Impos

Di Impos, pengunjung tak hanya bisa mandi dan berenang, tapi juga dapat berburu kuliner sekaligus kenikmati matahari tenggelam dengan latar gunung agung di arah barat

LOMBOKUTARA. lombokjournal.com — Sekitar satu atau dua dekade lalu, pantai Impos Desa Medana Kecamatan Tanjung mulai ramai dikunjungi warga untuk berwisata.

Meski belum bisa disejajarkan dengan kawasan wisata eksklusif di Lombok Utara, semisal tiga Gili dan kawasan wisata Senaru, namun Impos layak dijadikan lokasi tujuan wisata alternatif bagi warga Tanjung dan Lombok Utara umumnya.

Pantai Impos satu diantara sekian banyak destinasi wisata yang kini mulai dikembangkan pemerintah daerah setempat. Tahun 2017 lalu, melalui dana APBD, Pemda telah menata kawasan tanjungan tersebut dengan berbagai fasilitas, sperti rabat jalan, berugak, MCK dan properti penunjang lainnya guna mempercantik tampilan pantai.

Di Impos, pengunjung tak hanya bisa mandi dan berenang, tapi juga dapat berburu kuliner sekaligus kenikmati matahari tenggelam dengan latar gunung agung di arah barat.

Salah seorang pengunjung, Dewik mengaku sering berwisata bersama keluarga, terutama saat hari libur sekolah.

“Ya sering datang ke sini (Impos,red), sekalian ajak anak-anak bermain dan mandi,” katanya saat datang bersama keluarganya, Minggu (1/4).

Bagi pecinta kuliner, tentu Impos sangat recomended untuk dikunjungi. Di pantai ini juga terdapat lapak-lapak pedegang yang menyediakan berbagai jenis kuliner khas Lombok Utara, mulai dari pelecing Opak, urap-urap, sate ikan, aneka minuman ringan dan banyak lagi pilihan menu lainnya.

“Makanan tinggal pesan di sini. Bisa sambil menikmati sunset. Pemandangannya bagus, dari kejauhan bisa melihat kapal-kapal yacht yang berjejer di pelabuhan Bay Marina Medana,” sambung Dewik.

Tini, pedagang yang sudah lima tahun berjualan di kawasan pantai Impos, mengaku sangat bersyukur karena Impos kini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

“Kalau ramai pengunjung saya bisa dapat jualan Rp 200 hingga Rp. 300 ribu. Kan banyak pedagang disini,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang pengelola, yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Karang Anyar, Suhardi, mengatakan pengunjung biasanya ramai saat hari Minggu atau libur sekolah.

“Minggu pasti ramai, pengunjung datang dari pagi hingga sore. Pendapatan dari parkir juga lumayan, tapi kalau hari biasa ya hanya beberapa pengunjung saja,” paparnya.

Setiap hari, lanjut Suhardi, ia bersama anggota kelompok yang lain bertanggung jawab menjaga kebersihan pantai dan sekitarnya.

Di lokasi pantai juga disediakan spot untuk poto selfie bagi para pengunjung, terutama remaja yang datang dengan pasangannya.

DNU




Doktor Zul Ajak Rawat Keberagaman

Di era milenial saat ini TGB yang juga seorang ulama mampu memberikan contoh kepemimpinan yang bisa berdiri di atas semua golongan suku dan agama

SUMBAWA BESAR ;  NTB terdiri dari tiga suku besar yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Diluar tiga suku besar itu, ada juga suku Jawa, Bugis, Bali, Minang, dan banyak lagi. Belum lagi ditambah adanya etnis Arab maupun Tionghoa.

Calon Gubernur NTB Doktor Zulkieflimansyah memandang keberagaman NTB tersebut perlu dirawat. Karena ini yang memperkuat NTB.

“Selain Sasambo NTB Juga terdiri dari Arab, Bali, Jawa, Bugis,Tionghoa dan suku lain,” kata Dr Zul, Minggu (01/04) saat melantik Lintas Etnis di Sumbawa.

Dr Zul pun kurang sependapat dengan adanya  kampanye SARA yang dilakukan oleh kelompok tertentu dimasyarakat. Dikatakan, di era milenial saat ini TGB yang juga seorang ulama mampu memberikan contoh kepemimpinan yang bisa berdiri diatas semua golongan suku dan agama.

BACA JUGA : Komunitas Lintas Etnis Di Sumbawa Berikrar Memenangkan Zul-Rohmi

“Ssungguh tak elok ada oknum-oknum tertentu menggunakan isu SARA,” tegasnya.

Ditambahkan, sebagai calon pemimpin NTB memang harus melanjutkan pembangunan on the track iyang berdiri diatas semua golongan, agama, ras, dan suku.

“Ayo semua yang Sasak, Samawa, Mbojo, Arab, Banjar, Bugis,Jawa,Mandar, Bali, Tionghoa dan semuanya kita bersatu bangun NTB,” ajaknya

Me (*).




Komunitas Lintas Etnis Di Sumbawa Berikrar Memenangkan Zul-Rohmi

Masyarakat mengalungkan selempang Samawa di leher DR Zul yang dinilai pantas menggantikan TGB sebagai Gubernur NTB periode 2018–2023

lombokjournal.com –

SUMBAWA BESAR; Komunitas masyarakat lintas etnis SBDLT (Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok dan Timor), menyambut kedatangan Calon Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc atau yang akrab dipanggil Doktor Zul dengan Sholawat Badar, Minggu (01/04) siang.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat yang melantunkan sholawat Badar itu mengajak DR Zul menuju titik kumpul masyarakat Karang Bage dengan wajib pilih sekitar 800 orang ini di tempat tidak jauh dari bantaran sungai. Mereka mengucapkan ikrar dukungan.

Isinya “Siap Memperjuangkan dan Memenangkan Pasangan Zul-Rohmi Dalam Pilkada NTB 2018. Siap Menolak Segala Bentuk Bujuk Rayu Calon Lain dan Tetap Istiqomah Mendukung Pasangan Zul-Rohmi. Siap Menjadi Bagian dari Catatan Sejarah Pilgub NTB Dengan Kemenangan Pasangan Zul-Rohmi”.

Cagub yang berpasangan dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah ini sebelumnya sudah melakukan safari politiknya mulai dari kabupaten/kota di Pulau Lombok, lalu terbang ke Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Sabtu (31/03) di Kabupaten Dompu.

Nyaris tanpa jeda Doktor Zul bertolak menuju Sumbawa.

Di Bumi Intan Bulaeng ini, Doktor Zul akan berkeliling selama dua hari, 1—2 April besok. Berdasarkan rundown dari Tim Relawan Zul-Rohmi, ada 50 titik yang disambangi Doktor Zul. Sebagian besar titik ini dilakukan dengan cara menyapa.

Dan tidak sedikit kehadiran Doktor Zul diiringi dengan kecimol dan atraksi karaci—salah satu adat dan budaya Suku Sasak, di samping gendang dan serunai yang sangat kental dengan budaya Samawa.

Sedikit berbeda saat Doktor Zul yang didampingi istrinya, Ny Niken Saptarini menyapa masyarakat di Lingkungan Karang Bage, Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Minggu siang ini.

Ketika memasuki gang utama, Doktor Zul disambut masyarakat perwakilan lintas etnis terdiri dari suku Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok dan Timor.

Sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga, masyarakat mengalungkan selempang Samawa di leher tokoh yang dinilai pantas menggantikan TGB sebagai Gubernur NTB periode 2018–2023. Masing-masing perwakilan etnis ini mengenakan pakaian adatnya.

Selanjutnya Calon Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat ini mengukuhkan kepengurusan Komunitas SBDLT. Selain itu juga Ny Niken Saptarini menyematkan secara simbolis Jilbab Ijo kepada ibu-ibu dan remaja putri untuk menjadi relawan Jilbab Ijo.

“Komunitas SBDLT ingin menang terhormat bersama Zul Rohmi dengan kemenangan yang tinggi tanpa harus merendahkan. Menang bermartabat dengan kemenangan yang besar tanpa harus mengecilkan. Dan menang terpuji dengan kemenangan yang diberkahi oleh Allah SWT,” cetus Ny Niken Saptarini.

Dalam sambutannya, Doktor Zul mengapresiasi terbentuknya Komunitas SBDLT sebagai wadah menyatukan beragam suku dan agama untuk sebuah mimpi besar. Melalui keberagaman ini Doktor Zul menyatakan Zul Rohmi akan membuat sejarah baru memenangkan Pilkada NTB 27 Juni mendatang.

“27 Juni nanti Insya Allah kita akan buat sejarah baru dengan wakil saya Dr Hajja Siti Rohmi Djalilah yang merupakan saudara kandung Gubernur TGB,” kata Doktor Zul.

Jika Hj. Rohmi menjadi Wakil Gubernur NTB, lanjutnya, maka suasana batin, perasaan, keinginan dan program serta mimpi ibu-ibu di NTB akan mudah dieksekusi dan dilaksanakan.

Sebab Hj Rohmi sama seperti ibu-ibu yaitu wanita, seorang istri, dan seorang ibu. Karena itu dengan terpilih Zul Rohmi banyak mimpi wanita NTB mampu diakomodasikan dengan lebih baik di masa mendatang.

“Jadi siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur akan ditentukan oleh suara ibu-ibu dengan jumlah ibu-ibu di NTB saat ini lebih banyak dari pada bapak-bapaknya. Untuk itu dengan adanya ibu-ibu yang menjadi calon gubernur ini adalah hadiah terindah bagi NTB bahkan Indonesia, dan juga dunia,” tandasnya.

Di bagian lain, Doktor Zul menyatakan rasa syukur karena hasil survey atas dukungan masyarakat NTB terhadap Zul Rohmi sudah baik.

“Saya datang di Karang Bage ini untuk memastikan, jangan sampai kita menang di Pulau Lombok tapi kalah di Sumbawa. Semoga dengan adanya KSBDLT di Karang Bage, saya yakin bukan hanya pasangan nomor 3 akan menang tapi akan menang dengan sangat mutlak. Kalau Karang Bage ini bulat, ini menjadi simbol kemenangan kami di Sumbawa. Kalau menang di Kabupaten Sumbawa mutlak, insyaa Allah Gubernur NTB 2018-2023 berasal dari Pulau Sumbawa,”ujar DR Zul.

Di akhir pidatonya, Doktor Zul yang juga tokoh nasional ini mengingatkan masyarakat untuk tidak terpecah belah meski berbeda pilihan.

“Partai boleh beda, dukungan boleh beda, yang penting pada tanggal 27 Juni coblos nomor 3,” pungkasnya.

Ketua Komunitas SBDLT, Ramli S yang didampingi Sekretarisnya, Afroditus Lede Bili menjelaskan, Komunitas SBDLT ini dibentuk 20 Maret 2018 lalu yang diinisiasi beberapa ketua RT dan tokoh masyarakat di RW 02 dan RW 03, Karang Bage, Kelurahan Bugis.

Dukungan terhadap Zul Rohmi ini sebagai program jangka pendek SBDLT. Ketetapan hati mendukung Zul Rohmi karena menilai pasangan ini sangat pas melanjutkan kepemimpinan TGB M. Zainul Majdi yang sukses menjadi Gubernur dalam membangun NTB selama dua periode.

Duet Zul-Rohmi merupakan representasi masyarakat di dua pulau besar NTB juga diyakini mampu mengikis kesenjangan pembangunan antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Dua figur ini juga masih muda dengan kapasitas dan jaringan yang luas baik nasional maupun internasional. Dengan kemampuan ini Zul Rohmi menjadi magnet baru untuk membangun NTB menjadi semakin lebih baik.

BACA JUGA :  Doktor Zul Ajak Rawat Keberagaman

Ditambahkan Sekretaris SBDLT, Afroditus, selain mendukung Zul Rohmi, tujuan penting terbentuknya SBDLT untuk menyatukan masyarakat di Karang Bage dari beragam latar belakang di samping sebagai wadah silaturrahim.

Karang Bage Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, didiami beragam etnik dan agama. Selain Suku Samawa yang sedikit mendominasi, Karang Bage juga ditempati Suku Mbojo, Sasak dan Timor, sisanya beberapa suku lainnya.

Namun keberagaman ini menjadi penguat bagi masyarakat untuk hidup rukun dan berdampingan secara damai. Karena masyarakat Karang Bage percaya perbedaan menjadi pemersatu yang melahirkan kekuatan, terutama untuk ikut terlibat dalam program pembangunan.

Me (*)




Sambut Ultah ke 117, Pegadaian Luncurkan Gadai Tanpa Bunga

Pegadaian melakukan program CSR bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan  sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat

lombokjournal.com —

Jakarta;  Menyambut hari jadi ke-117, PT  Pegadaian (Persero) meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS), untuk semakin mempermudah layanan dan gadai tanpa bunga untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan membutuhkan dana kecil termasuk mahasiswa.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso mengatakan, pemberian pinjaman tanpa bunga ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kalangan masyarakat tertentu.

Lebih mengenal produk di “Pegadaian Literation Fair” 2018

“Kami menyadari bahwa Pegadaian sebagai BUMN harus membangun social values dalam mendukung program inklusi keuangan. Kami berharap program ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat serta memperluas basis nasabah, khususnya mahasiswa, buruh pabrik, dan kalangan masyarakat lainnya,” jelasnya di sela-sela acara puncak HUT Pegadaian ke 117, Minggu (01/04), di Jakarta.

Dalam rangkaian  acara peringatan HUT ke-117, Pegadaian juga meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS), Agen Pegadaian, dan aksi sosial Zumba Peduli.

PDS dan Agen Pegadaian merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Pegadaian untuk memperluas jangkauan dan mempermudah pelayanan kepada nasabah.

Dengan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah yang dilayani dari 9,5 juta orang di tahun 2017 menjadi 11,5 juta nasabah di tahun 2018.

Perayaan HUT juga diwarnai dengan kegiatan Zumba Peduli, yaitu kegiatan senam Zumba yang diikuti dengan pengukuran kalori yang dikeluarkan oleh sekitar 6.000 peserta.

Hasil pengukuran tersebut akan dikonversikan dalam jumlah uang yang disumbangkan ke berbagai lembaga sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Total dana yang disiapkan sebanyak Rp2,5 miliar yang disumbangkan di 59 lokasi. Termasuk untuk membantu sarana dan prasarana sekolah bagi anak-anak pemulung di Bantar Gebang senilai Rp500 juta.

“Kami juga melakukan program CSR bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan  sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Produk, Haryanto Widodo menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas layanan, Pegadaian terus melakukan digitalisasi proses bisnis, meningkatkan kenyamanan layanan di outlet, revitalisasi gudang & logistik, serta pelayanan prima kepada nasabah.

Pegadaian juga terus memperluas jaringan distribusi dengan membuka 6.000 Agen Pegadaian dan melakukan digitalisasi pelayanan secara online dengan layanan berbasis mobile app.

“Kami juga menambah produk baru, gadai tanpa bunga  yang besaran pinjaman maksimal Rp500.000 dengan tenor dua bulan dan ditargetkan tahun ini menjangkau satu juta nasabah,” kata Harianto.

Harianto menjelaskan, tahun ini perseroan menargetkan Omset sebesar Rp143,9 triliun. Pendapatan usaha ditargetkan Rp12,5 triliun, meningkat sekitar 19% persen dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp10,5 triliun.

Sedangkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 7,14 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun.

“Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 5,4 persen,” jelasnya.

Re/Ag




‘Literation Fair’ Pegadaian Digelar Di 19 Kota

Literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah, baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  Indonesia  yang  tahu  pergadaian.

lombokjournal.com —

JAKARTA;   PT Pegadaian (Persero) agresif melakukan  literation fair  di 19 kota di Tanah Air sebagai solusi di  tengah masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian.

Selain itu, pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang makin beragam.

“Dalam rangka ulang tahun PT Pegadaian ke 117, kami gencarkan literasi keuangan di  berbagai  kota  agar  pengetahuan  masyarakat  tentang  bisnis  pergadaian  dan produk  serta  layanan  Pegadaian  meningkat,”  kata  Sunarso,  Direktur  Utama  PT Pegadaian  (Persero)  di  sela-sela  Pegadaian  Literation  Fair,  Sabtu  (31/3),  di  Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menurut  data  riset  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  RI,  literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  indonesia  yang  tahu  pergadaian. 

Sedangkan  yang  menjadi  nasabah Pegadaian baru 5 persen.

Pegadaian Literation Fair, jelas  Sunarso, semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota  di  Indonesia  yaitu  Banda  Aceh,  Medan,  Pekanbaru,  Padang,  Palembang, Balikpapan,  Banjarmasin,  Pontianak,  Bandung,  Jakarta,  Semarang,  Tegal, Yogyakarta,  Bekasi,  Surabaya,  Denpasar,  Makassar,  Manado,  dan  Jayapura.

Diharapkan dari hari ke hari semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro  dan UKM yang semakin mengenal Pegadaian.

“Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah  dan  Literation  Fair  menjadi  sangat  strategis  dan  efektif  utk memperkenalkan  bisnis  pergadaian  dan  juga  PT  Pegadaian  (Persero)  beserta produk dan layanannya.”

Sunarso  menjelaskan untuk mencapai 11,5 Juta nasabah pada tahun ini Pegadaian akan  melakukan  digitalisasi  business  process,  pengembangan  distribution  channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital dan tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture.

Lebih lanjut  Sunarso  mengatakan, Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk ibadah haji.

“Dengan  berinteraksi  yang  intens  dengan  para  pelaku  usaha  dan  masyarakat  khususnya generasi milenial yang sering berkunjung ke mal, kami harapkan  terjadi multiplier  effect  penyebaran  informasi  tentang  Pegadaian.  Karena  banyak  sekali produk-produk  pegadaian  yang  berbasis  kerakyatan,  tapi  belum  dikenal  luas  oleh publik,” tambah Sunarso.

Ag




Ada Kemeranggasan Nilai, Saat Kampus Absent Dalam Pemilukada

Gelaran Pesta demokrasi rakyat di NTB saat ini minus partisipasi aktif kalangan intelektual Kampus dalam memberikan pencerahan politik kepada rakyat . Sebagai Avant Garde demokrasi, Kampus tidak boleh membiarkan rakyat berjalan tanpa panduan moral

lombokjournal.com –

MATARAM ;  Minimnya keterlibatan kalangan kampus dalam mewarnai proses dialektika Pemilukada NTB, makin memperkuat asumsi bahwa kampus back to basic dan steril dalam urusan politik. Akibatnya Kampus makin terasing dengan realitas  lingkungan sosialnya.

Kampus dipandang makin berjarak dengan realitas sosial politik kemasyarakatan,  karena absent memberikan  edukasi dalam perspektif moral politik yang benar kepada konstituen. Sebagai pemandu moral yang netral, sejatinya Kampus bisa memainkan perannya sebagai wasit moral

Bambang Mei Finarwanto

yang baik bagi rakyat dalam menentukan pilihan politiknya.

Akibat tidak adanya second opini yang aktif dari kalangan kampus yang dihibahkan buat referensi rakyat,  maka ada nuansa yg hilang dan kemeranggasan nilai dalam konstestasi Pemilukada serentak di NTB 2018.

Bambang Mei Finarwanto, SH Direktur Mi6 menyampaikan penilaian itu mellallui siaran ers yang dikirimkan ke media, Minggu, (01/04).

Menurut Bambang, di tengah hiruk pikuk situasi partisan menyongsong Pilkada serentak ini, harusnya intelektual  kampus turut berpartisipasi secara aktif memberikan votter education atau pendidikan pemilih, agar konstituen memiliki perspektif politik yang benar dalam menentukan pilihannya.

“Kampus sebagai salah pilar lokomotif demokrasi tidak boleh berpangku tangan menyaksikan Pemilukada NTB ini,” ujar Didu, panggilan akrab Bambang Mei F .

Bagi Didu dalam konteks kekinian, trust publik terhadap Kampus masih tinggi dan opini yang dibangun oleh  intelektual kampus masih memiliki kredibilitas yang tinggi Dimata rakyat.

“Untuk itu kampus segera mengagregasi situasi Pilkada NTB membangun wacana/opini secara intens sekaligus turba,” pinta Didu

Mi6 menghimbau intelektual dan cendekiawan di NTB segera turun gunung dari menara gading tembok Kampus, dan merapatkan barisan bersama rakyat  memberikan pencerahan dan pendidikan pemilih yang benar.

“ Keterlibatan kampus ini akan menjadi spirit buat rakyat menjadi pemilih yang bertanggungjawab,” ujar Didu .

Selain itu, Didu melihat apatisnya kalangan kampus dalam Pilkada NTB tidak terlepas dari ketidaksamaan pandangan dalam melihat proses politik Pemilukada.

“Benturan nilai/moral dengan realitas politik (baca: politik transaksional) inilah  salah satu yang  membuat kampus agak menghindar dalam percaturan politik Pemilukada agar tidak dikooptasi,” pungkasnya.

Me (*)