NTB Ikut Festival Indonesia Di Moskow

Rusia memiliki  potensi wisatawan mancanegara (wisman) besar, namun belum tergarap maksimal

M Faozal (Foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com  — Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal mengatakan, Rusia menjadi salah satu negara yang menjadi perhatian bagi NTB dalam sektor pariwisata.

Menurut Faozal, Rusia merupakan negara dengan potensi wisatawan mancanegara (wisman) besar, namun belum tergarap secara maksimal, termasuk di NTB.

“Pasar Rusia kan belum pernah kita dengar, tapi ini sedang kita upayakan ke sana,” ujar Faozal usai bertemu Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow-Rusia, Lasro Simbolon di Mataram, NTB, Rabu (8/11).

Faozal menyampaikan, jumlah warga Rusia yang berplesiran ke luar negeri pada 2016 mencapai 20 juta. Angka ini tentu sangat besar. Namun, sayangnya jumlah ini belum begitu maksimal ke Indonesia, dan juga NTB.

“Turis Rusia yang ke Indonesia baru sekitar 90 ribu kalau ke NTB jelas masih minim,”ungkapnya

Rencananya, NTB akan ikut dalam Festival Indonesia di Moskow, Rusia pada 3-5 Agustus 2018. Pagelaran Festival Indonesia di Moskow, lanjut Faozal, merupakan momentum yang tepat untuk semakin mengenalkan NTB kepada warga Rusia.

“Di festival itu nanti akan promosikan NTB, ya Kita optimistis jumlah turis Rusia bisa meningkat 50 persen nanti,” pungkasnya.

AYA

BACA JUGA : Rusia Jadi Pasar Potensial Pariwisata NTB




Rusia Jadi Pasar Potensial Pariwisata NTB

Bali bersama Lombok dan Jogja menjadi tujuan utama para turis Rusia saat bertandang ke Indonesia.

MATARAM.lombokjournal.com — Pasar pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok akan lebih agresif menyasar Rusia. Hal ini dikatakan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow-Rusia, Lasro Simbolon saat berkunjung ke Lombok, NTB, Rabu (8/11).

“Pesona pariwisata NTB yang kaya dan beragam semakin dikenal dan diminati di berbagai negara, termasuk di kalangan masyarakat Rusia,” ungkapnya setelah bertemu Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin di Kantor Gubernur NTB, Rabu (8/11).

Ia menyatakan , NTB memiliki kualitas kekuatan pariwisata yang luar biasa. Namun, persoalan yang menjadi kendala utama berada di sisi promosi.

“Kita masih terkendala promosi,” kata Lasro.

Lasro menjelaskan, Bali bersama Lombok dan Jogja menjadi tujuan utama para turis Rusia saat bertandang ke Indonesia.

“Kita akan garap dan dukung program pemerintah yang mendukung pariwisata dan termasuk sepuluh destinasi baru,” lanjutnya.

Lasro juga mengundang NTB untuk ikut mempromosikan sektor pariwisata dalam Festival Indonesia di Moskow pada 3-5 Agustus 2018.

Wakil Gubernur Muhammad Amin menyambut baik dan mendukung penuh undangan Festival Indonesia di Moskow pada 2018.

“Ini tantangan bagi NTB untuk memperluas jaringan dan promosi pariwisata NTB di Rusia,” kata Amin.

Amin mengungkapkan, NTB dengan berbagai keunggulan pariwisata yang didukung  potensi alam, k budaya, serta kulinernya yang sudah diakui dunia.

Terlebih dengan keberhasilan meraih World Best Halal Tourism dan Best Halal Honeymoon Destination, NTB menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dilirik berbagai event pariwisata berskala Internasional, seperti Festival Indonesia di Moskow 2018 mendatang.

AYA

BACA JUGA: NTB Ikut Festival Indonesia Di Moskow




Puncak Hujan di NTB Terjadi Bulan Desember Hingga Februari 2018

Masyarakat yang tinggal di kawasan hutan diminta waspada, mengingat sebagian kawasan hutan NTB kondisinya gundul dan rawan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor

Wakodim (foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com — Prediksi puncak musim hujan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan terjadi pada bulan Desember hingga Februari 2017 dengan intensitas normal hingga di atas normal.

Masyarakat diminta senantiasa waspada terjadinya bencana terutama daerah yang selama ini rawan bencana.

Hal ini disampaikan oleh Kepala stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat, Wakodim, Rabu (8/11) di Mataram.

“Musim hujan tahun ini intensitas hujan normal dan akan berlangsung di atas normal pada puncaknya, yaitu Desember hingga Februari,” terangnya

Ia menjelaskan , beberapa Kabupaten Kota yang rawan bencana banjir antara lain, Kabupaten Sumbawa, Kota Bima, Kabupaten Lombok Timur di kawasan Sambelie dan Belanting, serta Kota Mataram di Ampenan

Masyarakat Kabupaten lain juga diharapkan tetap waspada, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan hutan, mengingat sebagian kawasan hutan NTB sekarang kondisinya gundul dan rawan terjadinya bencana banjir maupun tanah longsor

“Masyrakat harus lebih Waspada terlebih masyarakat yang tinggal di Kawasan Hutan,” tegasnya

Untuk pergerakan angin selama musim hujan, akan berubah dari angin timur ke angin barat, di mana angin barat biasanya akan lebih kencang,” Wakodim menambahkan.

AYA

 

 

 




NTB Beri Prioritas Khusus Pengembangan Peternakan

NTB jadi tuan rumah Seminar Internasional Pengembangan Pakan Dan Nutrisi Ternak

MATARAM.lombokjournal.com  —  Sekda NTB, Ir.H. Rosiady Sayuti, M.Sc.,P.hD, mewakili Gubernur NTB saat membuka seminar di Hotel Jayakarta Senggigi, Selasa, (7/11), mengatakan, NTB selama ini  memberi prioritas perhatian khusus untuk pengembangan peternakan.

“Hal itu dilakukan pemda, mengingat memiliki potensi ruminansia yang cukup besar,” katanya..

Sebagai salah satu provinsi  lumbung ternak nasional yang punya potensi ruminansia besar, ditunjuk dan dipercaya sebagai tuan rumah seminar internasional pengembangan ilmu pakan dan nutrisi ternak/international  atau seminar of animal nutrition dan feed sciences (ISAINI)  ke-5 tahun 2017.

Seminar internasional diikuti para pakar dan praktisi peternakan dari  perwakilan 5 negara , yakni Timor Leste, Malaysia, Australia, Indonesia dan New Zealand, digelar Fakultas Peternakan Universitas Mataram.

Selama ini NTB berkontribusi terhadap peternakan nasional, mulai dari pengiriman daging dan pengiriman pedet ke beberapa daerah di Indonesia. Tahun 2017 ini saja Provinsi NTB telah mengekspor sapi sebanyak 30.000 ekor dan sapi pedet sebanyak 10.000 ekor.

Untuk mengembangkan potensi peternakan yang besar, sejak tahun 2009 pemda NTB fokus dalam pengembangan ternak sapi melalui program unggulan Bumi Sejuta Sapi (BSS).

Program NTB BSS selain dihajatkan meningkatkan pertumbuhan populasi ternak sapi di Indonesia,  juga untuk melestarikan budaya  beternak di sebagian kalangan Masyarakat NTB, yang sudah berlangsung sejak lama.

‘Tradisi beternak itu, khususnya di pulau Sumbawa, telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang hidup secara turun temurun,” kata Pak Ros panggilan akrab Sekda NTB.

NTB memiliki histori gemilang dalam perdagangan sapi antar pulau sejak ratusan tahun yang silam, tandasnya.

Ke depan  NTB diharapkannya dapat memenuhi permintaan daging yang makin tinggi di Indonesia. Sekaligus sebagai penyuplai bibit ternak berkualitas  bagi berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Diadakannya Seminar Internasional Nutrisi dan Ilmu Pakan ternak ke-5 ini, diharapkan menjadikan NTB menjadi sentra produksi peternakan yang mampu memenuhi kebutuhan yang semakin pesat di sebagian besar negara berkembang, termasuk di Indonesia.

Banyak negara berkembang mengalami defisit pakan dan masalah yang dihadapi industri peternakan, selain  ketersediaan dan biaya bahan pakan yang tinggi.

Di sisi lain, keberlanjutan sistem produksi pakan dituntut untuk mampu berkompetisi  sebagai kunci pengembangan ternak berkelanjutan di berbagai negara, termasuk Indonesia khususnya di Provinsi NTB.

Penggunaan sumber pakan yang efisien melalui sumber pakan  baru hasil riset terutama yang tidak bersaing dengan makanan manusia.

“Jadi, saya harap optimalisasi sumber pakan lokal bisa mengambil peran besar dalam memenuhi ketersediaan pakan ternak yang berkualitas. Dngan demikian maka kemajuan teknologi pakan ternak ini akan mendukung sistem produksi ternak yang berkelanjutan,” pungkasnya.

AYA/Hms

 




Defisit Anggaran BPJS Kesehatan, Sebab Tak Sebanding Antara Pengeluaran dan Iuran Peserta JKN

Untuk menutupi kekurangan anggaran, Pemerintah Pusat memaksimalkan dana cukai rokok sebesar-besarnya

Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT,dan NTB, Army Adrian Lubis,saat menjawab pertanyaan wartawan di Mataram, Senin (6/11), (Foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Salah satu penyebab BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran, besaran pengeluaran anggaran oleh Badan Penyelenggaran Jaminan  Sosial (BPJS) Kesehatan tidak sebandingnya dengan besaran  nilai iuran yang dibayarkan  peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Seharusnya peserta BPJS Kesehatan kelas tiga, idealnya menurut BJSN sebesar 63.000. Tapi yang disanggupin pemerintah hanya 23.000 untuk masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI). Dan untuk mandiri sebesar 22.500,” kata Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT,dan NTB, Army Adrian Lubis di Mataram, Senin (6/11)

Dengan besaran tersebut, tiap satu orang saja memdaftar peserta JKN KIS itu kelas 3 sudah minus dari normalnya. “Bayangkan saja nanti kalau misalnya biayanya itu yang dikeluarkan lebih dari 63.000 untuk biaya pengobàtan. Ya jelas defisit,” jelasnya.

Karena itu untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut, pemerintah pusat akan lebih memaksimalkan dana cukai rokok sebesar-besarnya untuk kesehatan.

Bahkan, tahun depan akan ada istilahnya Pajak Rokok Untuk Kesehatan (PRUK). Ini  sedang digodok oleh Tim Rembuk Nasional, dan sudah diusulkan oleh Dirut BPJS Kesehatan ada dana pajak rokok untuk kesehatan

“Bayangkan, orang merokok sakit sekarang ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kontribusinya para perokok itu apa untuk kesehatan, sehingga paling tidak dari cukai rokok itu dialokasikan sebagian untuk dana kesehatan, untuk menanggulangi iuran dari pemerintah maupun dari masyarakat,” katanya

Dikatakan, di negara lain seperti Taiwan atau Philipina, tiap orang merokok dibebani dengan biaya kesehatan.  Biaya cukai rokoknya hampir 100 persen masuk sebagai dana kesehatan

Ada tiga alternatif lain yang bisa ditempuh untuk mengatasi masalah defisit anggaran BPJS Kesehatan, antara lain, pertama mengurangi manfaat, misalnya penyakit jantung tidak di cover BPJS.

Kedua, menaikan iuran, yang jelas akan memberatkan masyarakat. Dan Ketiga, pemerintah menempuh alternatif lain, yaitu penyertaan modal dari negara

AYA




Wagub Ajak ASN Benahi Pelayanan Publik Dan Stop Pungli

ASN juga  tegaskan stop pungli  dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubenur NTB, H. Muh. Amin, SH, MSi  minta seluruh jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara) melakukan pembenahan sektor pelayanan publik.

Diaharapkan jajaran birokrasi memanfaatkan teknologi informasi, sehingga lebih cepat, akurat, transparan serta efektif dan  efisien, guna memangkas alur pelayanan yang berbelit-belit.

Juga ditegaskannya agar ASN menghentikan praktik pungli dan segala bentuk penyalagunaan wewenang dan KKN (Korupsi, Kolusi dan nepotisme)

Wagub  menyampaikan itu saat membuka Rapat Desk dan Peresmian Sekretariat Desk Terpadu Kendali Penyelenggaraan Pelayanan Publik di ruang anggrek Kantor Gubernur NTB, Senin (6/11) di Mataram.

“Masyarakat kita hingga saat ini masih seringkali menyampaikan keluhan dan pengaduan tentang pelayanan birokrasi yang berbelit-belit,” katanya.

Ditegaskannya,  pelayanan publik bukan saja sulit dan  membutuhkan waktu lama serta boros biaya, tetapi juga masih adanya praktek-praktek pungutan liar (pungli) serta KKN.

Pengaduan tersebut disampaikan masyarakat melalui berbagai saluran, baik secara langsung kepada atasan unit kerja pemberi layanan maupun media massa, SMS center, medsos serta lembaga negara seperti Ombudsman, kepolisian dan kejaksaan.

“Padahal salah satu misi pembangunan yang diusung pemerintah Provinsi NTB adalah terwujudnya aparatur birokrasi yang bersih dan melayani,” katanya..

Guna meningkatkan kinerja dan citra birokrasi tersebut, ASN harus berpedoman pada petunjuk teknis yang ada. Diharapkan dengan perbaikan sistem dan modernisasi pelayanan ini, akan mampu menjawab harapan pelayanan yang sedehana, mudah dan murah, tapi tetap sesuai koridor dan kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan sama, Kepala Biro Organisasi, H. Yusron Hadi melaporkan, Biro Organisasi membuat pembentukan desk terpadu kendali penyelenggaraan pelayanan publik, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Banyaknya hal berkenaan dengan informasi pelayanan publik yang belum diketahui masyarakat. Seperti menginisiasi Biro Organisasi dalam menginformasikan seluruh pelayanan publik Pemerintah Provinsi NTB.

“Aduan pelayanan publik serta menilai tingkat kepuasan masyarakat mengenai pelayanan publik yang kesemuanya dilaksanakan  melalui aplikasi handphone. Rencananya akan diluncurkan pada saat HUT NTB tanggal 17 Desember 2017 ini,” paparnya.

AYA/Hms




Ponpes Nurul Islam Di Sekarbela Siap Sambut Konbes Dan Munas Alim Ulama NU

Mulai penginapan dan MCK, fasilitas lain juga seperti ruang sidang, hingga pos kesehatan Ponpes dan ruang sekretariat termasuk media center.

Hj Wartiah (Foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU menetapkan lima pondok pesantren (Ponpes) yang menjadi lokasi pelaksanaan sejumlah agenda..

Salah satunya di Ponpes Nurul Islam di bawah bimbingan Hj. Wartiah. Sejumlah agenda akan di gelar di ponpes yang berlokasi di Sekarbela, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

“Persiapan di Ponpes Nurul Islam terus berjalan,” tutur Hj. Wartiah di Mataram, Senin (16/11). Sejumlah persiapan menyukseskan agenda besar para alim ulama ini pun mulai digenjot.

Untuk menyukseskan agenda ini sejumlah infrastruktur pun mulai dibenahi. Bahkan ponpes Nurul Islam telah menyediakan 12 kamar yang di bisa di manfaatkan peserta untuk menginap dan tiga lokal ruang kosong sebagai cadangan.

Selain kamar penginapan pihak ponpes juga menyediakan MCK sebanyak 26 buah yang sudah selesai direhab dan akan disiapkan 4 MCK lagi sebagai cadangan.

Selain penginapan dan MCK, sejumlah fasilitas lain juga dipersiapakan seperti ruang sidang untuk laziz dua tempat, pos kesehatan pondok pesantren, ruang sekretariat dan media center.

“Jadi kami sudah mempersiapkan semua yang menjadi kebutuhan peserta, baik dari penginapan ruang sidang, MCK hingga media center bagi teman-teman wartawan yang meliput kegiatan ini,” papar Wartiah.

Ponpes Nurul Islam sendiri mendapat jatah peserta sebanyak 99 orang, keamanan 25 orang dan sisanya dari santri yang ada di ponpes Nurul Islam.

Sementara salah satu agenda yang akan di gelar si ponpes Nurul Islam adalah sidang komisi organisasi.

Selain ponpes Nurul Islam ponpes lainnya yang menjadi lokasi acara adalah Ponpes Darul Falah dengan agenda Sidang Bas’ul Masail, Ponpes Darul Qur’an dengan agenda sidang komisi rekomendasi, Ponpes Al Halimy dengan agenda sidang program kerja.

Dan yang terakhir Ponpes Darul Hikmah sebagai posko panitia pusat. Serta sekretariat PW NU sebagai tempat registrasi seluruh peserta.

AYA

 




Maulanasyeikh (Hampir Pasti) Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Tahun ini, dari 3 tokoh yang akan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, salah satunya Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

lombokjournal.com –

Kalau tahun 2016 satu-satu tokoh pejuang dari kalangan pesantren yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional adalah tokoh Nahdlatul Ulama Alm K.H.R. As’ad Syamsul Arifin, tahun 2017 giliran tokoh NahdlatulWathan yakni Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau yang akrab dipanggil Maulanasyeikh.

Dikabarkan, ulama kharismatik asal NTB yang juga kakek Gubernur NTB TGB Zainul Majdi itu akan diberikan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah bersama dua tokoh lainnya dari Riau dan Aceh.

Tahun lalu Presiden Joko Widodo tidak mau ngobral gelar kepahlawanan, karena itu hanya 1 orang yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Lalu kami katakan (tahun ini) jangan satu lagi lah pak, ya sudah, bisa tiga yang diputuskan,” kata Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu di lingkungan istana kepresidenan yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan di Jakarta, pekan lalu (Kamis, 26/10).

Dewan Gelar menerima usulan dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial yang mendapatkan usulan dari TP2GD dari daerah.

Penetapan gelar Pahlawan Nasional itu akan disampaikan 9 November, esok harinya 10 Nopember diperingati sebagai hari Pahlawan.

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid merupakan  pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Provinsi NTB.

Dari Riau ada Sultan Mahmud Riayat Syah seorang tokoh yang gigih berperang melawan Belanda, serta Laksamana Malahayati, salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

Tahun 2017 ada 9 yang diusulkan sudah dirapatkan oleh Dewan Gelar. Penganugerahan Pahlawan Nasional merupakan bagian dari kesadaran nasional yang harus dipelihara dan saatnya membangkitkan kesadaran generasi penerus mengenai pahlawan dalam sejarah.

Sumber: Ant




Gerak Jalan Sehat Kebangsaan, Menghargai Jasa Pahlawan

Peserta jalan sehat ditraktir makan sate, cilok dan nasi bungkus dari para pedagang yang berjualan di sekitar acara

MATARAM.lombokjournal.com – Gerak Jalan Sehat Kebangsaan diselenggarakan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (05/11).

Penyelenggaraan gerak jalan tersebut untuk menyambut peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017, yang diikuti ribuan ASN, para Guru, pelajar dan berbagai elemen masyarakat daerah seribu masjid.

Gerak jalan kebangsaan juga digelar serentak  di daerah lain di seluruh Indonesia. Di Mataram mengambil star dan finish depan Pendopo Gubernur NTB dengan melewati jalan Pejanggik ke arah Timur dan belok kanan perempatan Karang Jangkong.

Kemudian berputar  ke jalan Catur Warga  menuju perempatan Kamboja dan belok kanan  menuju Bank  Indonesia. Dari perempatan tersebut,  seluruh peserta bergerak ke arah timur dan finish  kembali di Pendopo Gubernur NTB.

Selain disediakan puluhan hadiah door prize,  yang menarik kepada para peserta yang sebagian besar merupakan masyarakat dan karyawan/karyawati Pemprov NTB, serta pelajar SMA/SMK se – Kota Mataram, juga disediakan menu makanan khas daerah seperti sate, soto, bakso, nasi bungkus dan lain-lain secara gratis yang disantap di akhir acara.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, Ph.D saat melepas peserta jalan sehat tersebut mengatakan, kegiatan itu merupakan  salah satu cara menghargai jasa-jasa para pahlawan.

Salah seorang di antaranya adalah seorang tokoh putra terbaik NTB, Yakni Maulan Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang insya-Allah dalam waktu dekat akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Karena itu, Sekda meminta seluruh masyarakat mendukung Maulana Syeikh sebagai pahlawan nasional. Namun Sekda yakin, kakek Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi tersebut akan menjadi salah satu pahlawan Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Apalagi antusiasme masyarakat NTB sangat tinggi menyambut penetapan tersebut.

Di akhir acara jalan sehat tersebut,  Sekda mempersilahkan seluruh peserta jalan sehat untuk makan sate, cilok dan nasi bungkus dari para pedagang yang berjualan di sekitar acara.

“Silahkan adik-adik boleh pilih mau makan dimana. Gratis,” ujar Sekda dengan gaya santai.

Kemudian, panitia penyelenggara membagikan doorprize sesuai dengan nomor undian yang diperoleh peserta.

AYA/Hms

BACA JUGA ;

Maulanasyeikh (Hampir Pasti) Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

 




Program Jaminan Sosial TKI Harus Disosialisasikan

Diusulkan agar semua majikan TKI Diundang, sosialisasi bisa dilakukan di KBRI

Kasdiono

MATARAM.lombokjournal.com  — Seiring berakhirnya asuransi TKI yang diselenggarakan Asuransi Konsorsium TKI serta pialang asuransi TKI bulan Juli lalu, harus segera dilakukan sosialisasi program perlindungan bagi TKI yang mulai berlaku per awal Agustus.

Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (DPRD), Kasdiono di Mataram, Jum’at (03/11).

Ia minta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja mensosialisasi secara masif di negara-negara penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI). Khususnya di Malaysia, dimana banyak TKI asal NTB yang bekerja di Negeri Jiran tersebut.

“Saya minta BPJS Tenaga Kerja segera sosialisasi ke negara penempatan, terutama Malaysia dan harus ada perwakilan BPJS di sana,” kata Kasdiono,

Kasdiono menegaskan, BPJS Tenagakerja harus benar-benar fokus dalam memberikan pelayanan tersebut, terutama bagi para TKI yang sedang perpanjang kontrak di luar negeri.

“Jangan sampai mereka (TKI) tidak tercover asuransi.Bukan karena mereka tidak mau bayar, tapi dia tidak tahu saluran ke mana,” katanya.

Menurut Kasdiono, BPJS harus melakukan sosialisi secara masif dan intens, tidak hanya kepada para TKI di luar negeri, melainkan juga para perusahaan dan majikan.

“BPJS tugasnya sosialisasi ke perusahaan dan majikan. Usul saya undang seluruh majikan dan beri sosialisasi di KBRI kita,” ujar Kasdiono.

Dijelaskannya, asuransi merupakan hal yang sangat penting dalam melindungi hak-hak para pahlawan devisa negara dan diharapkan mampu meminimalisir jumlah TKI prosedural.

Selama tahun ini, terdapat 44 TKI asal NTB meninggal dunia di luar negeri.

44 orang meninggal tahun ini, mayoritas ilegal dan banyak masalah hak-hak tidak bisa dipenuhi.

“Kalau legal kan hak-haknya bisa terpenuhi lewat program asuransi,” tegasnya.

AYA