Jurnalis Ikuti Pelatihan BPS

Para media diharapkan lebih paham lagi dengan data-data yang dibuat oleh BPS,

MATARAM.lombokjournal.com – 30 orang Jurnalis dari media cetak, online, televisi, mengikuti statistical capacity building (SCB) atau pelatihan untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis tentang data-data statistik hasil survei lembaga Statistik.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat  (NTB) tersebut berlangsung di di Kantor BPS NTB di Mataram, Senin (13 /11). Kepala BPS NTB, Hj Endang Tri Wahyuningsih, serta seluruh  Pegawai di lingkup BPS NTB mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutanya, Endang Tri Wahyuningsih berharap, melalui kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman wartawan terkait kelembagaan sensus dan survei serta data yang dihasilkan BPS.

” Saya harapkan dengan adanya kegiatan ini para media akan lebih paham lagi dengan data-data yang dibuat oleh BPS,” katanya.

Ia menyatakan, pelatihan kepada wartawan perlu dilakukan secara berkelanjutan karena data hasil survei yang dilakukan BPS terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi dan ekonomi masyarakat.

Menurut Endang, data yang dihasilkan harus berkualitas dan sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan, yakni relevan, akurat, tepat waktu, mudah diakses, mudah diintepretasikan dan koherensi.

“Kegiatan yang seperti ini harus terus dilanjutkan terlebih media merupakan Partner BPS dalam memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujarnya.

Seperti diketahui, masyarakat saat ini makin maju dalam memahami statistik dan data, serta mampu mengaitkan dengan berbagai perkembangan kehidupan ekonomi dan sosial.

Selain kegiatan pelatihan, selama ini BPS NTB selalu melakukan Rilis Data hasil survei  yang dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya, dengan mengundang semua media.  “Agar media bisa menyampaikan informasi yang tepat dan akurat,” tambah Endang.

AYA




“Pandu Negeri Award 2017” Diraih NTB Atas Kinerja dan Tata Kelola Pemerintahan Yang Sangat Baik

Pemberian “Pandu Negeri award 2017” atas kinerja tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, kinerja pengembangan manusia, kinerja ekonomi, inovasi strategik serta pemimpin yang inovatif dan berhasil melakukan berbagai terobosan

MATARAM.lombokjournal.com – Penghargaan “Pandu Negeri Award 2017” diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB atas kinerja dan tata kelola pemerintahan yang sangat baik.

Pemberian penghargaan nasional bergengsi yang diraih Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur  Dr.TGH. M. Zainul Majdi tersebut berdasarkan penilaian oleh Indonesian Institute for Public Governance (IIPG).

Pelaksanaan anugerah itu dilaksanakan di Financial Hall Graha CIMB NIAGA Jakarta, Jumat (10/11) bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke 72 Tahun 2017.

Keberuntungan sedang berpihak kepada pemerintah daerah dan segenap masyarakat NTB, karena sehari sebelumnya, (Kamis, 9/11), bertempat di istana negara, Presiden RI, Joko Widodo secara resmi menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada seorang putra terbaik NTB, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau dikenal sebagai Maulana Syaikh. Maulana Syaikh merupakan kakek dari Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

IIPG merupakan lembaga yang melakukan pembaharuan dan mendukung tranformasi tata kelola yang berkelanjutan pada sektor publik di Indonesia. Dalam majelis pengarah IIPG bergabung tokoh tokoh terkenal,  antara lain Prof. Dr. H. Boediono M.Ec ( mantan Wapres RI), Prof. Dr. Ir. Kuntoro Mangkusubroto MSc, Erry Riyana Hardjapamekas dan beberapa tokoh lainnya.

Dari penilaian IIPG terhadap 34 Propinsi, 416 Kabupaten dan 99 kota di Indonesia, terpilih 50 pemerintah daerah yang dinominasikan mendapatkan Anugerah Pandu Negeri (APN) 2017.

Aspek yang menjadi fokus penilaian IIPG meliputi aspek tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, kinerja pengembangan manusia, kinerja ekonomi, inovasi strategik serta pemimpin yang inovatif dan berhasil melakukan berbagai terobosan.

Dalam proses penilaian, IIPG membentuk Dewan Juri, antara lain Prof. Dr. Djisman S. Simanjuntak, Prof. Dr. Sidharta, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, Chandra M.Hamzah (mantan pimpinan KPK-RI) dan lain-lain.

Selain Dewan Juri dibentuk juga Komite Penilaian sebanyak 7 orang yg menggali data2 penyelenggaraan pemerintahan,  pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat serta mencermati perkembangan empirik di lapangan.

Dari 34 provinsi yang ada, terpilih Jawa Timur sebagai Provinsi dengan kinerja dan tata kelola pemerintahan terbaik. Propinsi NTB bersama Propinsi Jabar, DIY dan Bali terpilih sebagai propinsi berkinerja sangat baik.

6 propinsi lainnya di nilai berkinerja baik yaitu propinsi Kalbar, Kalsel, Kalteng, Lampung, Sumbar dan Sulsel. Selain Pemprop NTB,  Sumbawa dan Mataram mendapatkan Anugerah Pandu Negeri kategori Kabupaten dan kota dengan kinerja dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menteri Dalam Negeri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IIPG dan pemda peraih Anugerah Pandu Negeri ini sembari menekankan dan mengingatkan untuk terus melakukan peningkatan kinerja dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Mendagri menyampaikan, 6 area korsupgah di daerah termasuk perbaikan kualitas pelayanan perizinan dan menciptakan iklim investasi untuk percepatan pembangunan di daerah. Hal senada disampaikan juga oleh Prof. Dr. H. Boediono yang di daulat sebagai keynote speaker dan Prof. Dr. Eko Prasojo sebagai nara sumber.

Acara penyerahan Anugerah Pandu Negeri 2017 dihadiri Menteri Dalam Negeri-Tjahyo Kumolo, Prof. Dr. H. Boediono M. Ec beserta Majelis pengarah IIPG, Dewan Juri, Komite Penilai, Gubernur, Bupati dan walikota peraih Anugerah Pandu Negeri 2017. Sementara Gubernur NTB diwakili Drs. HL. Gita Ariadi MSi, Kepala DPMPTSP NTB.

AYA/Hms

 




Audisi “Liga Dangdut Indonesia” Digelar Di Mataram

Jelang  usianya ke-23, Indosiar melakukan gebrakan terbarunya dengan menggelar “Liga Dangdut Indonesia”

Manager Produksi Indosiar Egge DP Yulianto (Foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com –Ajang pencarian bakat penyanyi dangdut terbesar dan terbaru persembahan Indosiar ini akan menjaring bakat-bakat penyanyi dangdut terbaik di 34 provinsi Indonesia.

Egge Dp Yulianto selaku Manager Production Indosiar menyampaikan itu,  Minggu (12/11) di Mataram.

Musik dangdut yang menjadi khasanah musik Indonesia, semakin diminati oleh banyak kalangan.

Sebagai stasiun televisi yang berkomitmen terhadap perkembangan musik dangdut di tanah air, Indosiar selama beberapa tahun terakhir menggelar beberapa ajang pencarian bakat hingga ajang penghargaan, yang didedikasikan kepada insan dangdut.

Pekan ketujuh audisi “Liga Dangdut Indonesia (LIDA)” akan berlangsung serentak di tiga provinsi yakni Sulawesi Barat bertempat di Gedung Serbaguna/PKK Pemerintah Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat bertempat di Taman Budaya Provinsi NTB di Mataram, dan Aceh bertempat di Mapolda Aceh hari Minggu, (12/11).

“Kali ini kita adakan Audisi di Taman Budaya Mataram, NTB,” ungkapnya.

Peserta menunggu giliran audisi (Foto: AYA)

Kota Mataram dipilih sebagai Lokasi untuk mengumpulkan bakat-bakat pedangdut  yang menjadi provinsi ke 19 bersamaan dengan Aceh dan Sulawesi Barat.

Ia menyatakan, Indosiar akan hadir di tengah-tengah penikmat musik dangdut dari provinsi paling barat sampai paling timur Indonesia dengan menyelenggarakan audisi “Liga Dangdut Indonesia.”

Ajang pencarian bakat terbaru ini tidak hanya bertujuan memunculkan bintang-bintang dangdut berbakat dari masing-masing provinsi, melainkan juga mengangkat potensi dan kebudayaan lokal dari masing-masing daerah.

“Indosiar berharap program Liga Dangdut Indonesia ini dapat menjadi program inspiratif yang tidak hanya menghibur tetapi juga dapat menyatukan 34 Provinsi melalui seni,” ungkap Yulianto

Para peserta Calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui Official Whatsapp  atau melalui www.vidio.com.   Formulir Liga Dangdut Indonesia (LIDA) dapat diunduh di www.indosiar.com.

Kompetisi ini ditujukan bagi pria atau wanita berusia minimal 15 tahun dan maksimal 25 tahun yang puya bakat menyanyi lagu dangdut. Tiap  provinsi akan dipilih lima peserta terbaik, yang akan melanjutkan kompetisi di Jakarta dan tampil on air dalam program Konser Nominasi untuk mencari Juara Provinsi melalui polling SMS.

Satu peserta terbaik tiap provinsi berhak melaju ke putaran final dan bertemu dengan seluruh juara provinsi lainnya.

Untuk pertama kalinya talenta-talenta dangdut terbaik dari 34 provinsi Indonesia akan berkompetisi dalam satu panggung dengan membawa berbagai kekayaan budaya di tiap daerah.

Seperti diketahui Audisi Liga Dangdut Indonesia sebelumnya telah berlangsung di Gorontalo, Bengkulu, Maluku, Jambi, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Bali, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

Audisi masih akan terus berlanjut menyambangi 14 provinsi lainnya. Setelah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, dan Aceh, Indosiar akan kembali menggelar audisi serentak di tiga provinsi berikutnya yakni Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Sumatera Selatan pada hari Minggu,  19 November 2017.

AYA




Pra Munas NU di Menado; NU Dan Kebhinekaan Berbangsa Dan Bernegara

NU menyerap nilai-nilai positif kehidupan masyarakat Sulut,  sebagai nilai tambah bagi kehidupan masyarakat majemuk secara nasional PBNU sengaja mengambil tema: NU DAN KEBHINEKAAN.

Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) dikenal sebagai salah satu miniatur keberhasilan dari pelaksanaan toleransi kehidupan beragama dengan latar belakang budaya yang beragam. Saudara-saudara kita dari pemeluk Nasrani yang mayoritas punya sikap toleran dan empati yang tinggi terhadap masyarakat muslim yang minoritas, dan begitu pula sebaliknya. Masyarakat muslim tahu duduk soal dirinya: bagaimana bertindak dan berprilaku sebagai masyarakat yang minoritas.

Karena saling mengerti dan saling berempati inilah maka masyarakat di Sulut ini hidup dalam suasana damai. Tak terjadi gejolak seperti di tempat-tempat lain.

Gambaran positif inilah yang, antara lain, menjadi latar belakang: mengapa Pra-Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas Alim Ulama dan Konbe NU) ini dilaksanakan di Kota Manado ini.

Maksudnya, PBNU ingin menyerap nilai-nilai positif dari kehidupan masyarakat Sulut untuk dijadikan sebagai nilai tambah bagi kehidupan masyarakat majemuk secara nasional. Itulah sebabnya, kami dari PBNU sengaja mengambil tema: NU DAN KEBHINEKAAN.

Acara seminar yang akan dibuka oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE di Hotel Aryaduta Manado, Sabtu 11 November ini, akan dihadiri dua pembicara utama, yaitu: Prof Dr. KH. Said Agil Siroj, MA (Ketua Umum PBNU) serta Mantan Presiden RI ke-5, Ibu Megawati Soekarnoputri. Seminar juga akan menerima masukan dari KH. Yahya Cholil Staquf (Katim ‘Aam Syuriyah PBNU) serta Pendeta AWB Sumakul (Ketua Sinode Gereja Injili Minahasa) dan Prof. Dr. Yong Ohoitimur (Rektor Universitas Delasale).

Kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Menado ini rencananya diikuti oleh para utusan dari pengurus wilayah NU se-Indonesia Timur. Wilayah ini meliputi: Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, NTT, Bali, Gorontalo, Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sultra, di samping Ormas dan FKUB se-Provinsi Sulut sendiri. Khusus untuk Sulut Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU juga melibatkan para utusan dari PCNU, Badan Otonom dan Lembaga NU se-Provinsi Sulut.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas yang juga Ketua Panitia Munas Alim Ulama dan Konbes NU, rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan kegiatan yang ke-empat. Kegiatan pertama telah berlangsung di Zona Indonesia Tengah di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada 20 Oktober 2017.

Kegiatan Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU kedua di Zona Indonesia Barat berlangsung di Lampung 3-4 November 2017. Manado sengaja dipilih, sambung Robikin, karena daerah ini dikenal sebagai miniatur keragaman di Indonesia.

Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU Zona Indonesia Timur di Manado ini secara bersamaan juga berlangsung di Jawa, tepatnya Purwakarta, Jawa Barat sebagai rangkaian kegiatan Pra-Munas Alim Ulama ketiga, khusus tema Bahtsul Masail.

Ditegaskan pula bahwa, Keragaman atau kebhinekaan adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Itu adalah karunia Tuhan yang harus kita pelihara. Jangan sebaliknya, kebhinekaan dirusak dan dijadikan alat mendestruksi harmoni sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuh Robikin Emhas.

Amin Lasena, Ketua Panitia lokal Pra-Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Manado menyatakan, ada dua hal hingga acara kegiatan ini terselenggara di Manado. Pertama, katanya, ini adalah bentuk kepercayaan PBNU pada PWNU Sulut. Kedua, tambah Amin Lasena, karena huhungan baik NU dengan para pimpinan di Sulut. “PWNU dan Gubernur punya visi yang sama untuk terus mempertahankan Sulut sebagai miniatur kebhinekaan. Karena itu kami mendukung sepenuhnya kepemimpinan Gubernur,” ujar Ketua Panitia Lokal, AminLasena.

(sumber: Humas Munas dan Konbes  NU)

BACA JUGA :

Pra Munas NU di Purwokerto; Mencari Solusi Kesenjangan Ekonomi dan Radikalisme Agama




Pra Munas NU Purwakarta, Mencari Solusi Kesenjangan Ekonomi dan Radikalisme Agama

Di luar faktor ideologis dan propaganda keliru dari aspek agama, iming-iming kemapanan ekonomi menjadi magnet paling banyak menyedot massa radikal

lombokjournal.com

Solusi atau  jalan keluar atas kesenjangan ekonomi dan radikalisme agama secara mendalam dibahas pada Pra Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Pra Munas dan Konbes NU) di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (10/11).

“Seperti diketahui berbagai bentuk paparan virus radikal kian mengancam keutuhan NKRI. Sementara pada saat yang sama tren pertumbuhan ekonomi kita terus menurun. Faktanya, 2017 ini harga komoditas masih melemah, dan belanja konsumen menurun,” ujar Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU, KH Mustofa Aqil Siroj Siroj melalui siaran persnya

Tantangan bangsa Indonesia di era global makin kompleks. Problem ekonomi di antara warga bangsa semakin terihat menganga. Di sisi lain, paparan radikalisme agama semakin menguat.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyah ijtma’iyah) yang menjunjung tinggi moderatisme terus berupaya memberikan jalan keluar berbagai problem yang melilit bangsa Indonesia.

Menurutnya, radikalisme agama dan ekonomi  jika ditelusuri lebih jauh merupakan dua hal saling berkait. Kalau kondisi perekonomian warga tidak kuat tentu akan makin mudah disusupi virus radikal. Sebaliknya kalau perekonomian warga kuat, tentu tidak akan mudah terpapar propaganda radikal.

“Data menunjukkan, di luar faktor ideologis dan propaganda keliru dari aspek agama, iming-iming kemapanan ekonomi menjadi magnet paling banyak menyedot massa radikal,” kata Kiai Mustofa Aqil.

Tugas ideologis NU sebagai ormas berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah adalah bagaimana terus membentengi negeri ini dari rongrongan paham radikal, membumikan Pancasila, menjaga keutuhan NKRI, dan memperkuat perekonomian warga lewat sejumlah program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Untuk membahas persoalan kesenjangan ekonomi dan radikalisme agama, PBNU menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di antaranya Kapolri Jenderal Pol M. Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad, dan Prof Arief Anshory Yusuf.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan dihadiri oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin, dan Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah.

Dalam kesempatan Pra Munas dan Konbes ini, PBNU juga menggelar forum Bahtsul Masail yang mengkaji perundang-undangan dan problem terkini bangsa Indonesia.

Hasil Pra Munas dan Konbes di Purwakarta ini akan dibawa ke Munas dan Konbes NU di Lombok pada 23-25 November 2017 mendatang.

AYA

(sumberHumas Munas dan Konbes  NU)

BACA JUGA : Pra Munas Menado; NU dan Kebhinekaan Berbangsa dan Bernegara




Gelar Pahlawan Nasional, Jadi Inspirasi Agar Indonesia Jadi Lebih Baik

Maulana Syeikh pernah memimpin dan berjuang mengangkat senjata serta perjuangan politik untuk merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Ucapan terima kasih bagi para veteran

MATARAM.lombokjournal.com –  Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional jadi simbol, masyarakat NTB punya kontribusi yang tidak kalah dengan anak bangsa lainnya, baik masa awal kemerdekaan maupun dalam mengisi kemerdekaan.

Penetapan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional diharapkan jadi inspirasi luar biasa bagi generasi sekarang. Maulana Syeikh berjuang dalam suasana yang penuh keterbatasan. Intimidasi penjajah yang luar biasa ketika mendirikan perjuangan 1937, dapat menjadi inspirasi yang kuat sekali.

Gubernur NTB, TGH M Zainul majid yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang), cucu  dari Pahlawan Nasional, Maulana Syaikh tersebut menyampaikan hal itu saat bertindak selaku Inspektur Upacara peringatan Hari Pahlawan ke 72 Tahun 2017 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jum’at (10/11) pagi.

Menteri Sosial dalam sambutan yang dibacakan TGB  juga berharap, adanya para pahlawan, termasuk TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dapat menjadi sesuatu yang lebih baik itu tetap menyala di hati masyarakat NTB, agar Indonesia akan lebih baik di masa depan.

TGB mengucapkan syukur serta penghargaan yang setinggi-tingginya secara khusus kepada Presiden RI, Bapak Ir.H.Joko Widodo yang resmi  menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Maulana Syaikh

“Penganugerahan tersebut merupakan kado  istimewa dan kebahagiaan terindah bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat,” kata TGB.

TGB juga berterima kasih kepada masyarakat NTB yang berkontribusi dalam ikhtiar perjuangan, sehingga penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau Maulana Syaikh oleh Presiden RI, Joko Widodo telah dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11) lalu.

Apresiasi tinggi disampaikannya kepada para tokoh agama, para veteran, para tokoh adat, organisasi-organisasi lintas agama, lintas etnis, lintas profesi, seluruh lapisan masyarakat, FKPD Provinsi NTB, para Bupati/Walikota, generasi muda NTB yang telah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan.

“Sehingga apa yang kita ikhtiarkan dan cita-citakan bersama dapat  terwujud,” kata Gubernur.

Dikutip dari daftar riwayat hidup TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang dibacakan saat upacara, Gelar Pahlawan Nasional dianugerahkan kepada Maulana Syaikh karena dedikasi dan jasanya yang besar bagi bangsa Indonesia.

Maulana Syeikh pernah memimpin dan berjuang mengangkat senjata serta perjuangan politik untuk merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Maulana Syeikh dinilai tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan, mengabdi dan berjuang sepanjang hidupnya bahkan melebihi tugas yang diembannya. Ia juga pernah melahirkan pemikiran besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Usai upacara, Gubernur dan seluruh Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB berziarah ke makam TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, di Pancor, Lombok Timur.

AYA/Hms

 




Listrik Mulai Terangi Desa Puncak Jeringo Di Kaki Rinjani

PLN bertekad terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan mewujudkan Nusa Terang Benderang. Dan tahun rasio elektrifikasi diharaokan mencapai 100 persen

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com —  Warga Desa Puncak Jeringo di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat tersenyum semringah saat listrik di rumahnya mulai menyala. Penantian panjang, akhirnya terwujud, sebanyak 80 warga kini telah menikmati listrik dari PLN.

Pelaksana Tugas Kepala Desa Puncak Jeringo, Hariyanto, menyampaikan kegembiraannya karena listrik sudah menerangi rumah warganya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN karena listrik di Desa Kami telah menyala. Saat ini kalau malam kami tidak lagi gelap, kecelakaan di jalan desa saya yakin juga akan berkurang. Anak-anak juga bisa belajar malam, kalau dulu harus pakai dilecopok (lampu minyak),” ujar Hariyanto saat ditemui Jumat (10/11).

Dari pusat Kota Mataram, desa ini berjarak sekitar 95 kilometer, bisa ditempuh melalui jalur darat selama tiga jam. Diakhir perjalanan, jalan ke desa ini cukup terjal dan berbatu. Sulitnya medan inilah yang membuat PLN baru bisa menyambungkan aliran listrik untuk masyarakat setempat.

Tanah di Puncak Jeringo ini isinya batu, jadi ketika petugas PLN menggali tana pun sangat sulit. Apalagi medan menuju desa ini cukup berat, tanjakan belum beraspal.

“Apalagi ketika hujan, akan semakin sulit. Dalam satu hari, paling petugas hanya bisa menyelesaikan satu atau dua tiang,” cerita Manajer PLN Rayon Pringgabaya, Firmansyah.

Agar listrik masuk Desa Puncak Jeringo, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3,79 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3,31 kms, dan dua gardu distribusi masing-masing berkapasitas 50 kilo Volt Ampere (kVA).

Firmansyah menambahkan, dari hasil pendataan, saat ini terdapat sekitar 250 KK yang rumahnya belum ada listrik. Meskipun demikian, PLN telah menyatakan kesiapannya untuk menyambungkan listrik untuk seluruh warga Desa Puncak Jeringo.

“Banyak dari warga yang ingin melakukan penyambungan, namun menunggu hasil panen. Tapi dari sisi kesiapan jaringan dan pasokan daya, PLN siap.” kata Firmansyah.

General Manager PLN Wilayah NTB, Mukhtar menjelaskan, pembangunan infrastruktur kelistrikan di Desa Puncak Jeringo dilakukan melalui Program Listrik Desa.

“Ini merupakan komitmen PLN untuk menerangi seluruh negeri. Kami berusaha untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan mewujudkan Nusa Terang Benderang. Saat ini, Puncak Jeringo sudah terlistriki, dusun atau desa terpencil lainnya.” jelas Mukhtar.

Hingga September 2017, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 82,79 persen, dari target tahun 2017 sebesar 80 persen. Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi pada tahun 2018, melalui program listrik desa PLN berencana melistriki 77 dusun yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Harapannya, pada tahun 2020 rasio elektrifikasi telah mencapai 100 persen.

AYA/Hms




Taksi Uber Online Di NTB Laksanakan Standar Layanan Transportasi

Sekitar 200 unit kendaran roda empat dengan kapasitas penumpang tidak lebih dari 6 orang, akan melakukan uji kir

MATARAM.lombokjournal.com —  Uber Teknologi beserta Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama Cabang NTB, mulai melaksanakan amanat Undang-undang dan Peraturan Pemerintah melalui Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Republik Indonesia Nomor 108 tahun 2017, tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Dalam Permen tersebut, pasal 44 Point C berbunyi, operator perusahaan transportasi sewa khusus atau online diwajibkan melaksanakan sistem manajemen keselamatan dengan melakukan uji berkala atau kir kendaraan bermotor roda empat sesuai prosedur di masing-masing Kabupaten/Kota se Provinsi NTB.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Cabang Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama, Iwan P. Balukea, Kamis (9/11) di Mataram.

Uji kir ini bertujuan mencapai standart layanan minumum keselamatan bertransportasi.

“Ini melindungi seluruh penumpang termasuk driver nya. Pemerintah dan operator wajib memberikan jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor di jalan raya,”  jelasnya,

Kir diwajibkan bagi kendaraan yang melakukan pengangkutan orang atau barang. “Sebagai pihak jasa, kami mendukung pula terwujudnya kelestarian dari kemungkinan pencemaran lingkungan maupun udara yang diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor,” tambahnya

Pihaknya akan mendaftarkan sekitar 200 unit kendaran roda empat dengan kapasitas penumpang tidak lebih dari 6 orang untuk melakukan uji kir. Jenis, persyaratan, standart dan prosedur uji kir terdiri dari roda ban, ruang kemudi, body, sistem penerangan, kaca, perlengkapan kendaraan yang meliputi kotak P3K, dongkrak, safety belt hingga kunci roda.

Buku kir dipegang pemilik kendaran yang sudah dianyatakan lulus uji kir, sebagai salah satu syarat melaksanakan operasional kendaraan angkutan sewa khusus atau daring.  Biaya kir di masing-masing daerah berbeda-beda, kisaran 50.000,- hingga 100.000,-.

AYA

 




Sejarawan Sebut Maulana Syaikh Pahlawan Hebat

Bukan hanya berhasil membangun dan menciptakan manusia beragama, Maulana Syaikh juga berhasil membentuk manusia berakal budi dan cinta tanah air

Prof. Dr. Anhar Gonggong

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua Tim Pengkaji dan peniliti Gelar Nasional (TP2GN), Prof. Dr. Anhar Gonggong yang juga seorang sejarawan Indonesia, menilai Pahlawan Nasional TGKH. Zainuddin Abdul Madjid yang lebih dikenal sebagai Maulana Syaikh adalah sosok pahlawan yang sangat hebat.

Kehebatan itu dilihat dari garis perjuangan Maulana Syaikh di bidang pendidikan dan membentuk  karakter yang baik sebagai modal terpenting bagi sebuah bangsa dan masyarakat.

Selain  membangun banyak pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan keagamaan, sepanjang hidupnya terus berjuang memberikan bekal pendidikan kepada anak anak muda pada jamannya.

“Kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki oleh orang lain,” kata ahli sejarah itu kepada sejumlah awak media saat acara penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional  kepada Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (9/11).

Maulana Syaikh memiliki keperdulian yang tinggi kepada masyarakat untuk bisa keluar dari kebodohan dan keterbelakangan. Inilah nilai nilai kepahlawanan yang terpenting dan sesungguhnya, tegasnya.

“Maulana Syaikh berhasil membangun dan menciptakan manusia yang tidak hanya beragama, tetapi juga berakal budi dan cinta tanah air, itulah nilai- nilai kepahlawanan yang paling utama,” ujar

Dengan ditetapkannya Maulana Syaikh sebagai Pahlawan Nasional, maka nilai nilai yang harus diteladani ke depan, menurutnya, generasi muda NTB harus terus memperkuat dan menyiapkan diri dengan pendidikan. Berusaha menguasai teknologi serta menyiapkan diri untuk mampu bersaing sekaligus mampu menyiapkan untuk pandai bekerja sama.

Ia mengatakan, kesalahan terbesar selama ini, orang cenderung hanya menggembar-gemborkan untuk bekerja dan bersaing, tetapi bersaing belum tentu bisa bekerja sama.

“Jika hanya bersaing dan tidak mampu bekerja sama, bagaimana mungkin bisa mencapai hasil yang maksimal,” tegasnya.

Persepsi yang keliru ini harus dihentikan. Tetapi  seharusnya kita tidak hanya pandai bersaing, namun juga pandai bekerja sama, pungkasnya.

AYA/Hms

BACA JUGA : Maulana Syaikh, Pahlawan Nasional




Maulana Syaikh, Pahlawan Nasional

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional pada Maulana Syaikh dihadiri ahli warisnya, Umi Hj. Sitti Rauhun didampingi adiknya Umi Hj. Sitti Raihanun

lombokjournal.com –

TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau yang lebih dikenal sebagai Maulana Syaikh resmi dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional.

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menyerahkan anugerah gelar Pahlawan Nasional tersebut kepada ahli waris Maulana Syaikh, Ummi Hj. Sitti Rauhun didampingi adik beliau  Ummi Hj. Sitti Raihanun, di Istana Negara Jakarta, Kamis, (9/11)

Hadir juga pihak keluarga lainnya, yakni putri putri Ahli Waris yang merupakan para  cucu dari Maulana Syaikh, di antaranya Dr. Hj. Sitti Rohmi, Ir. H. Samsul Luthfi bersama istri serta Gubernur NTB,  Dr. TGH. M. Zainul Majdi didampingi istri Hj.Erica Zainul Majdi.

Ummi Hj. Sitti Raihanun hadir bersama  putra beliau H. Lalu Gde Wire Sakti Amir Murni, dan sejumlah keluarga/kerabat lainnya. Dari unsur Pemerintah Daerah, hadir Gubernur NTB didampingi Sekda NTB, Ir.H.Rosiady Sayuti, M.Sc.P.hD, Kadis Sosial, H.Ahsanul Khalik, Karo Humas dan Protokol, H.Irnadi Kusuma beserta jajarannya dan sejumlah tokoh NTB lainnya.

Penganugerahan gelar pahlawan tersebut disambut suka cita oleh segenap masyarakat NTB dan suasana haru bercampur kebahagiaan-pun tampak menyelimuti perasaan para ahli waris saat Presiden RI, Joko Widodo tepat pada pukul 11.00 WIB menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk Maulana Syaikh, dalam upacara kenegaraan yang berlangsung hidmat.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh.

Selain (alm) TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, (alm) Laksamana Malahayati dari Aceh,  (alm) Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan Lafran Pane dari DI Yogyakarta. Penganugerahan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2017.

Penganugerahan memperhatikan Petunjuk Presiden RI kepada Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berkenaan dengan Hasil Sidang III Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan pada 19 Oktober 2017, sesuai usulan dari Kementerian Sosial RI tentang Permohonan pemberian Gelar Pahlawan Nasional.

Maulana Syaikh dinilai berdedikasi dan berjasa besar bagi bangsa, termasuk pernah memimpin dan berjuang dengan mengangkat senjata atau perjuangan politik untuk merebut, mempertahankan, mengisi kemerdekaan, dan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Maulana Syeikh dan ketiga pahlawan nasional lain di atas juga dinilai tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan, mengabdi dan berjuang sepanjang hidupnya bahkan melebihi tugas yang diembannya.

Selain itu, melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara, pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut, selain keluarga para ahli waris keempat tokoh dan pejabat pemerintahan daerah dari  daerah asal para pahlawan, juga dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan para pejabat MPR RI, Ketua DPD Oesman Sapta dan pejabat lainnya.

AYA/Hms

BACA JUGA : Sejarawan Sebut Maulana Syaikh Pahlawan Hebat