Musda Ke III Ikatan Wartawan TV, Riadis Sulhi Nahkodai IJTI NTB

JTI diharapkan terus memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan pembangunan di NTB dalam berbagai bidang.

IJTI NTB memilih Nakoda baru

MATARAM.lombokjournal.com — Musyawarah Daerah (Musda) ke III Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB di Hotel Lombok Raya, Sabtu (18/11), mengantarkan Riadis Sulhi sebagai Ketua IJTI NTB yang baru, periode 2017-2020.

Riadis Sulhi koresponden media SCTV  terpilih aklamasi dengan melalui mekanisme demokratis pemungutan suara dengan suara terbanyak sebanyak 29 Suara. Disusul Azizam dari TVRI sebanyak 11 suara dan Sri Handayani dari TVRI sebanyak 4 suara.

Sebagai ketua terpilih, pria yang akrab disapa Riadi tersebut mengaku berterimakasih atas kesabaran para anggota IJTI menjalankan prosesi demokratis tersebut. IJTI NTB sejak awal sudah berjalan baik. Mulai dari dibawah pimpinan H Samiarto Inews TV hingga Herman Zuhdi TVOne.

“Tinggal dibenahi,” aku mantan sekretaris IJTI NTB periode 2014-2017 itu.

Mm\enurutnya, IJTI NTB perlu pembenahan terkait konsolidasi, agar internal kepengurusan dan anggota makin solid. Semua anggota IJTI NTB perlu menjalani peningkatan kapasitas. Dengan begitu seluruh kader bisa berdaya dan bersaing dalam dunia media yang kontemporer saat ini.

Para kader IJTI NTB akan dipersiapkan menjadi jurnalis profesional. Terutama dalam ketaatan pada kode etik jurnalistik dan tidak terbelenggu dengan konsep media jaman dulu. Ke depan, IJTI NTB memerlukan konsep yang jelas, bermartabat, berintegritas, dan memiliki kapasitas yang layak.

“IJTI NTB bisa jadi wadah untuk semua, tidak terpilah-pilah oleh apa pun,” pungkasnya.

Riadi berencana akan segera melakukan konsolidasi, terutama di internal IJTI NTB sendiri. Ia akan mengadakan pertemuan secara menyeluruh, melibatkan seluruh unsur media TV di NTB baik lokal, nasional maupun online (streaming) guna merumuskan bagaimana membangun IJTI NTB selama tiga tahun ke depan sebagai wadah bersama untuk kemajuan pertelevisian di NTB.

“Menuju visi dan misi kedepan bersama, tanpa ada pembedaan apapun,” tandasnya.

Selain Musda ke III, IJTI NTB juga menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) pada Minggu dan Senin (19/11)  di lokasi yang sama.

Penyelenggaraan Musda IJTI NTB ke III tersebut dirangkai dengan seminar perkembangan konvergensi media media televisi di Nusa Tenggara Barat, serta kode etik jurnalistik yang diisi oleh sejumlah narasumber pusat dan daerah yg kompeten di bidangnya.

Musda IJTI dibuka dn dihadiri Wakil Gubernur NTB H Muh Amin dan pengurus Dewan Pers serta KPI Pusat. perwakilan IJTI Pusat.

Saat membuka Musda,  Wakil Gubernur NTB H Muh Amin mengatakan, Musda ke III IJTI NTB ini diharapkan bisa memperkuat kepengurusan dan personal dari IJTI itu sendiri.  Disamping itu, IJTI diharapkan terus memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan pembangunan di NTB dalam berbagai bidang.

“Ekonomi, sosial. Politik, dan keamanan masyarakat luas,” ujarnya.

Amin mengatakan, IJTI diharapkan bisa selalu menyajikan pemberitaan yang memiliki unsur edukasi dan menghibur bagi masyarakat. IJTI juga dituntut untuk selalu menyajikan informasi yang aktual dan sesuai fakta di lapangan.

AYA/IJTI NTB

 

 

 

 

 

 

 

 




Membangun Peradaban Bangsa, Ibarat Sholat Berjama’ah

Sahabat-sahabat Rasulullah berjuang secara bersama membangun agama dan bangsa

lombokjournal.com —

TGB menggambarkan kebersamaan membangun peradaban bangsa ibarat sholat berjama’ah di masjid. Kalau dipikir secara pribadi, sholat sendiri di rumah akan lebih khusu’ dibanding di masjid.

Namun, Allah perintahkan kita melalui Muhammad untuk selalu hadir di masjid melaksanakan sholat berjama’ah, dengan sekompak-kompaknya.

Apa sebabnya? Karena dia merupakan satu bentuk kebersamaan yang harus tetap tertanam dalam diri seorang muslim.

Membangun peradaban memerlukan kebersamaan, sebagaimana Islam-pun datang untuk membangun peradaban dengan semangat kebersamaan serta mengandung nilai-nilai kebaikan.

“Peradaban membutuhkan kebersamaan. Tidak ada nama individu yang tercatat dalam sejarah bangsa, melainkan  semuanya dalam konteks perjuangan,” ungkap Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat mengisi kuliah subuh di  Masjid Al-Falah Kota Pontianak, Sabtu (17/11.

Kuliah subuh itu bagian dari serangkaian kunjungan silaturahminya di Kalimantan Barat guna memenuhi undangan Sultan Pontianak IX, Sri Paduka Maulana Syarif Machmud Melvin Alkadrie, SH.

Di hadapan ratusan jama’ah yang hadir, Gubernur yang akrab dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB)  tersebut mengungkapkan, hal yang sama terjadi pada sahabat-sahabat Rasulullah yang berjuang secara bersama membangun agama dan bangsa.

Para sahabat seperti Abubakar Siddiq, Umar Bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali Bin Abi Thalib, termasuk para pahlawan di Republik ini, namanya tidak tercatat dalam sejarah bila tidak berjuang bersama Raslullah.

Kata TGB kalau ingin tercatat dalam sejarah dan menjadi orang yang dikenang sepanjang masa, yang harus dilakukan adalah melakukan sesuatu dengan semangat kebersamaan.

TGB mengajak seluruh jama’ah yang hadir untuk mengisi waktu-waktu dalam hidup ini dengan kebaikan yang dibangun dengan semangat kebersamaan. “Kalau itu dilakukan, maka hidup akan lebih berkah,” kata TGB.

Ia mengajak jama’ah menjaga persaudaraan serta menumbuhkan semangat mendamaikan.

“Orang beriman yang paling diinginkan adalah masuk ke dalam rahmat Allah,” jelas TGB

AYA/Hms

BACA JUGA : Kata TGB, Modal Pendidikan Agama Bisa Jadi Apa Saja

 

 

 

 




Kata TGB, Modal Pendidikan Agama Bisa jadi Apa saja

Saat mencalonkan diri jadi Gubernur tahun 2008, banyak masyarakat dan tokoh tokoh meragukan keilmuannya untuk menjadi seorang gubernur

lombokjournal.com —

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, mengajak mahasiswa dan seluruh anak bangsa yang menempuh pendidikan agama. mulai pondok pesantren hingga pendidikan tinggi Islam termasuk IAIN untuk, banyak bersyukur dan percaya diri.

“Kita tidak bisa mengalirkan energi perubahan, kalau tidak perccaya diri,” tegas gubernur saat menyampaikan materi “Membangun Karakter Leadership Qur’ani”  yang bertajuk IAIN Bersholawat dan Seminar Nasional di hadapan ratusan mahasiswa dan rektor di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Sabtu (17/11)..

Bekal ilmu pendidikan agama, menurut Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), lebih dari cukup sebagai modal mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.

“Modal pendidikan di IAIN ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi apa saja. Termasuk menjadi pemimpin bangsa ini di masa depan,” ungkap TGB.

Apa yang ditanamkan pada lembaga ini sudah mencakup keseluruhan ilmu untuk menjadi pemimpin.

TGB berkisah, saat mencalonkan diri sebagai Gubernur tahun 2008, banyak masyarakat dan tokoh meragukan keilmuannya menjadi seorang gubernur. Namun, melalui pendekatan kepada masyarakat serta terus belajar, keraguan tersebut hilang bersama Keberhasilan-keberhasilan yang dicapainya.

TGB sempat menceritakan latar belakang pendidikannya, mulai dari paling rendah, Madrasah dan Pondok Pesantren hingga program doktor di Kairo Mesir.

“Semuanya pada jalur dan jenjang pendidikan Islam,” terangnya .

Saat jadi kandidat gubernur NTB pada tahun 2008, pertama kali seorang Kepala Daerah dipilih langsung, banyak pihak underestimate karena ia lulusan pesantren.

Bahkan keraguan itu juga dari para alumni pendidikan agama. Apalagi kandidat yang dihadapi pada waktu itu adalah incumbent, tutur TGB.

Ahli Tafsir lulusan Kairo itu mengajak para pemuda Pontianak meneguhkan komitmen kebangsaan, dengan menjaga dan menjalankan nilai-nilai kebaikan dalam Pancasila, sebagaimana yang dilakukan oleh para pendiri bangsa.

Mahasiswa atau pemuda, lanjut TGB harus memahami bagaimana para pendiri bangsa ini menuangkan konsep Pancasila itu dengan rapi dan sistematis.

Para pendiri bangsa ini meletakkan konsep spiritual pada sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian dalam pembukaan UUD 1945 terdapat konsep spiritual yang berbunyi “Atas berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa” sebagai konsep yang lahir dari tokoh tokoh yang memiliki Ubudiyah tinggi.

“Ini sejalan dengan misi kita di dunia saat Allah menciptakan kita, yaitu tidaklah Allah menciptakan manusia kecuali hanya beribadah kepada-Nya,” tegas TGB.

TGB mengingatkan pemuda untuk tidak lupa pada misi kedua, membangun bumi Allah ini dengan pembangunan fisik yang mempunyai nilai kebaikan. Kalau konsep ini terus diperjuangkan, maka apa yang dilakukan merupakan bagian dari membangun agama.

TBG menutup orasinya tersebut dengan menyampaikan misi ketiga bagi seorang manusia saat Allah menciptakannya.  Manusia diutus sebagai Khalifah di muka bumi yang bertugas membangun bumi Allah dengan nilai-nilai kebaikan.

AYA/Hms

BACA JUGA : Membangun Peradaban Bangsa, Ibarat Sholat Berjamaah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




7 Tahun Tinggal dan Beristri Orang Lombok, Warga Malaysia Diamankan

 Warga memalsukan identitasnya sebagai WNI bernama Hasan, akhirnya diamankan petugas Imigrasi Setelah menerima laporan dari masyarakat

 MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Mataram Kelas 1 A mengamankan pria warga negara Malaysia, berinisial Ch (65 tahun), yang sudah tujuh tahun tinggal di  diLombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan identitas palsu.

Menurut Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Mataram, Ramdhani Suharto mengungkapkan itu, Jumat siang (17/11) dalam jumpa pers di Kantor Imigrasi Mataram.

Selain memiliki passpor Malaysia, pria ini juga sudah memiliki Kartu Keluarga, KTP dan SIM, Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan memiliki passpor Indonesia.

“Ch ini kami amankan di wilayah Lombok Tengah pada Kamis (6/11). Yang bersangkutan sudah tujuh tahun tinggal di Indonesia dengan menggunakan identitas WNI palsu, dengan nama Hasan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Ch tercatat masuk ke wilayah Indonesia, di Lombok Tengah, pada Oktober Tahun 2010 . Sejak saat itu ia tinggal di rumah wanita asal Lombok di Desa Mertak Paok, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, yang diakui sebagai istrinya.

Ch berhasil tinggal hingga 7 tahun di Lombok dengan memalsukan identitasnya sebagai WNI bernama Hasan. Petugas imigrasi berhasil mengamankan Ch setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar yang mengetahui dan merasa curiga dengan identitas Ch.

“Informasi itu kami tindaklanjuti dengan operasi intelijen, dan berhasil mengamankan Ch di rumah tinggalnya di Desa Mertak Paok, Lombok Tengah. Saat ini yang bersangkutan kami amankan di rumah detensi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ramdhani.

Bersama Ch, petugas imigrasi juga menyita sejumlah dokumen antara lain KK, KTP, SIM, dan passpor WNI atas nama Hasan, serta sebuah paspor Malaysia bernomor A 23108 111, atas nama Ch, warga Kelantan Malaysia.

Ramdhani mengatakan, pihak Imigrasi masih mendalami keterlibatan pihak lain dalam penerbitan identitas palsu Ch. Imigrasi juga akan memeriksa sejumlah pihak berwenang yang menerbitkan dokumen Ch dengan nama Hasan seperti KTP, KK, SIM dan lainnya.

“Kita juga akan memeriksa petugas internal Imigrasi terkait penerbitan passpor Indonesia milik Ch. Semua kita dalami, apakah dalam pemalsuan dokumen-dokumen itu Ch melakukan sendiri atau ada pihak lain yang membantu,” katanya.

Menurutnya, Ch akan dijerat dengan pasal 126 (C) Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Jika terbukti melakukan pemalsuan identitas, Ch terancam hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Ramdhani memaparkan, dari pemeriksaan sementara, diketahui Ch menikah dengan wanita asal Lombok yang menjadi TKI di Malaysia pada 2008 silam, saat sama-sama bekerja di sebuah pabrik tripleks di Malaysia.

“Ch bertemu dengan istrinya di Malaysia 2007. Saat itu istrinya bekerja di pabrik triplek. Kemudian karena bekerja sebagai sopir di perusahaan yang sama jatuh cinta, dan menikah pada 2008 di Patani

Thailand. Setelah itu mereka kembali ke Malaysia sampai 2010, dan Oktober 2010 ke Lombok, sampai saat ini berhasil kami amankan,” katanya.

Ramdhani mengatakan, pihak Imigrasi Mataram saat ini tengah fokus melakukan pengawasan orang asing (Pora) di wilayah NTB. Sebab, NTB yang sudah menjadi destinasi wisata nasional semakin banyak dimasuki NA dari berbagai negara.

Sejak Januari hingga November 2017 ini, Imigrasi Mataram sudah mendeprtasi sedikitnya 64 orang WNA dari sejumlah negara yang terbukti melanggar aturan keimigrasian Indonesia, seperti melebihi masa tinggal, melakukan aktivitas kerja dan bisnis, serta dokumen imigrasi yang kadaluarsa.

AYA




Pedagang Asongan Akan Dipusatkan Di UKM Center Di Kawasan KEK Mandalika

Keberadaan UKM Center untuk kenyamanan baik pedagang asongan maupun para wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan areal khusus untuk para pelaku usaha wisata seperti cinderamata menjajakan produknya. Hal ini merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Presiden meminta kita buat toko cinderamata khusus, UKM center untuk yang asongan,” katanmenteri, Jum’at (17/11).

Keberadaan UKM Center, kata Menpar, harus dilakukan demi menjaga kenyamanan para wisatawan kala berkunjung ke Mandalika. Selama ini, banyak dari pedagang asongan, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak yang mengejar para wisatawan di sekitar Pantai Kuta Mandalika. Kondisi ini, selain terkesan semrawut juga memberikan rasa yang kurang nyaman bagi para wisatawan.

“Kita fasilitasi, kita sediakan tempatnya,” katanya

Menurut Arief, dengan adanya UKM Center, para pedagang asongan bisa lebih nyaman berdagang dan juga diharap meningkatkan omset mereka. Selain itu, dari sisi estetika maupun kebersihan juga akan lebih terjaga.

Arief juga meminta agar produk cinderamata yang ditawarkan memiliki ragam yang berbeda. Diferensiasi produk, kata dia, semakin menambah pilihan bagi wisatawan dalam membeli cinderamata.

“Satu desa satu produk. Nanti harus atur manajemen produknya, tidak semua jual kaos tapi produk lain juga,”

AYA




Pedagang Asongan Akan Dipusatkan Di UKM Center Di Kawasan KEK Mandalika

Keberadaan UKM Center untuk kenyamanan baik pedagang asongan maupun para wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan areal khusus untuk para pelaku usaha wisata seperti cinderamata menjajakan produknya. Hal ini merupakan permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pak Presiden meminta kita buat toko cinderamata khusus, UKM center untuk yang asongan,” katan Menpar, Jum’at (17/11).

Keberadaan UKM Center, kata Menpar, harus dilakukan demi menjaga kenyamanan para wisatawan kala berkunjung ke Mandalika. Selama ini, banyak dari pedagang asongan, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak yang mengejar para wisatawan di sekitar Pantai Kuta Mandalika. Kondisi ini, selain terkesan semrawut juga memberikan rasa yang kurang nyaman bagi para wisatawan.

“Kita fasilitasi, kita sediakan tempatnya,” katanya.

Menurut Arief, dengan adanya UKM Center, para pedagang asongan bisa lebih nyaman berdagang dan juga diharap meningkatkan omset mereka. Selain itu, dari sisi estetika maupun kebersihan juga akan lebih terjaga.

Arief juga meminta agar produk cinderamata yang ditawarkan memiliki ragam yang berbeda. Diferensiasi produk, kata dia, semakin menambah pilihan bagi wisatawan dalam membeli cinderamata.

“Satu desa satu produk. Nanti harus atur manajemen produknya, tidak semua jual kaos tapi produk lain juga,”

AYA

BACA JUGA: Jokowi Minta Agar KEK Mandalikan Jadi Destinasi Prioritas




Jokowi Minta KEK Mandalika Jadi Destinasi Prioritas

Pemda Siapkan 15 hektar untuk pembangunan homestay, untuk gerakkan ekonomi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta sepuluh destinasi prioritas dikerucutkan lagi menjadi empat destinasi prioritas, guna mempercepat proses pengembang sektor pariwisata Indonesia. Terpilihlah nama Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, dan KEK Mandalika.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Jum’at (17/11), KEK Mandalika menjadi salah satu yang menjadi prioritas utama. Dengan begitu, pengembangan secara intensif terus dilakukan di kawasan yang digadang-gadang akan menjadi the Next Nusa Dua tersebut.

Tak hanya terpaku pada pengembangan dalam kawasan yang menjadi tanggung jawab PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selalu pengelola kawasan, Arief menilai, penyiapan masyarakat di sekitar kawasan juga menjadi perhatian.

“Poin utama, Pak Presiden minta siapkan dulu masyarakatnya, saya diminta buat SOP bagaimana kelola homestay dan juga penyiapan UKM center,” katanya.

Menurut Arief, Pemerintah Daerah telah menyiapkan lahan seluas 15 hektar untuk pembangunan homestay di sekitar kawasan Mandalika. Ia merinci, satu hektar bisa terbangun sedikitnya 70 homestay dan diyakini bisa menjadi roda penggerak perekonomian masyarakat mengingat saat ini Lombok sudah menjadi destinasi utama wisatawan untuk berlibur.

Menpar menjelaskan, konsep pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat merupakan hal yang sedang digencarkan pemerintah. Arief mencontohkan kawasan Sanur di Bali yang sudah lebih dahulu berhasil mengembangkan model pengembangan pariwisata berbasis kemasyarakatan seperti ini.

“Mungkin (Sanur) bisa juga diadopsi di sini (Lombok),” katanya.

AYA

BACA JUGA: Pedagang Asongan akan Dipusat Di UKM Center Di Kawasan KEK Mandalika




Mahasiswa harus Bawa Rahmah Bagi Lingkungannya

Terkait wisata halal, agama  lain diharapkan juga membuat terobosan sesuai keyakinan masing-masing asalkan kemanfaatnnya dirasakan oleh semua masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Sebagai agen perubahan masa depan

Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi berpesan,  mahasiswa harus membawa rahmah bagi alam semesta dan sesama manusia saat hadir di lingkungan sekitarnya.

“Mari membangun karakter yang baik untuk menjaga Bumi Pertiwi tetap tegak berdiri,” ujarnya. Bersikap Egoisme akan membuat hancur, katanya. Ibaratnya, lebih besar semangat menebang dan merusak lingkungan dari pada semangat menanam.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan itu saat menjadi Pemateri dalam acara Seminar Nasional dengan Tema “Mengungkap Kearifan Lokal Indonesia Timur Melalui Pariwisata Halal Negeri Seribu Masjid” yang digelar Temu Ilmiah Mahasiswa Bidikmisi (TIMDiksi) Nasional 2017 di Aula Auditorium Abubakar Universitas Mataram, Kamis, (16/11).

Terkait dengan wisata halal, TGB mengatakan Indonesia termasuk lambat dalam pengembangan konsep wisata halal tersebut.

“Kita kalah dari Negara Malaysia dan Thailand yang ternyata lebih dahulu dalam pengembangan wisata halal, padahal mayoritas penduduk muslim terbesar ada di Idonesia. Itulah sebabnya NTB menjadi salah satu provinsi pertama yang mendeklarasikan konsep wisata halal di Indonesia”, katanya.

TGB menambahkan, Ruh dari Wisata Muslim Friendly adalah nilai-nilai islami, seperti sertifikasi halal tempat-tempat kuliner yang ada, tersedianya fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di Hotel maupun destinasi wisata, seperti Al-Qur’an, tempat bersuci, arah kiblat dan Sujadah untuk sholat, dan untuk agama-agama lain juga tersedia.

Itulah sebabnya  manfaat dari konsep Wisata Muslim Friendly dapat dirasakan semua di NTB.. “Saya persilahkan agama-agama yang lain juga membuat terobosan sesuai dengan keyakinan masing-masing asalkan kemanfaatnnya dirasakan oleh semua masyarakat yang ada di NTB,” ujarmnya.

Mahasiswa sebagai calon-calon dari pemimpin masa depan, harus memiliki perspektif global dan nasional, bukan hanya perspektif kedaerahan atau lokal saja.

Bahkan harus mampu memasuki ruang-ruang penting dan mengambil bagian di dalamnya serta mampu menjadi agen-agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan. “Adik-adik mahasiswa harus memahami dimana posisi saat ini berada dalam proses perubahan itu, apakah sebagai pelaku yang produktif, atau sebaliknya justru hanya pelaku konsumtif,” kata TGB

Gubernur yang juga Cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tersebut, berharap mahasiswa memahami dinamika yang sedang berjalan. Seperti sistem perpolitikan dan juga sistem perekonomian dunia yang sedang bergerak  sangat kencang.

Namun di antara kedua sistem itu, TGB  mengingatkan pentingnya menjaga  dan merawat sistem kebudayaan dan karakter bangsa dari pengaruh budaya asing yang  bertentangan.

Sebagai generasi yang hidup di era globalisasi, menurut TGB, hanya mahasiswa dengan kemampuan analisis itulah yang akan dapat bersaing dan menjadi bagian dari perkembangan aspek-apek tersebut

AYA/Hms




Wapres Yusuf Kalla dan Panglima TNI, Disambut Antusias Peserta Rakernas IV Partai Nasdem

Panglima TNI mengajak kader Partai Nasdem membantu TNI menjaga stabilitas politik

Panglima TNI Gatot Nurmantyo di tengah-tengah pengurus DPP Partai Nasdem

JAKARTA.lombokjournal.com – Wakil Presiden Yusuf Kalla dan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, mendapat sambutan antusias dari sekitar 15 ribu kader Partai Nasdem, saat memberi pembekalan pada Rapat kerja Nasional (Rakernas)  IV, 15-17 Nopember, yang berlangsung di JI Expo kemayoran, jakarta Pusat, Kamis (16/11).

Yusuf Kalla memuji Partai Nasdem yang meski baru mengikuti Pemilu 2014 bisa menarik kepercayaan masyarakat. Kalau partai bekerja untuk rakyat, pasti mendapat kepercayaan rakyat, ungkapnya.

Peserta Raernas menyambut antusiasn Panglima TNI, Jendral Gatot Norman (Foto: Kaes/Lombok Journal0

“Partai Nasdem membuktikan tekadnya mendorong cita-cita kebangsaan, untuk mencapai kesejahteraan rakyat,” katanya.

Menurut Wapres, Rakernas IV yang diselenggarakan Partai Nasdem merupakan konsolidasi terbesar dibanding partai politik lainnya.

Sementara itu, Panglima TNI, Gatot Nurmantyo mendapat sambutan  besar dari peserta Rakernas, yang menyampaikan materi ‘Memahami ancaman, Menyadari Jati Diri, Mewujudkan Bangsa Indonesia menjadi Bangsa Pemenang’.

Gatot menyebut visi Partai Nasdem yang mengawal Pancasila dan mempertahankan persatuan bangsa, sangat sesuai dengan tugas yang diemban TNI. “Karena itu saya datang kesini,” kata Gatot.

Menurutnya, keberagaman suku, budaya dan agama yang ada Indonesia bisa rawan perpecahan. “Di Indonesia, tidak ada suku yang tidak punya senjata khas, dan tidak ada yang tidak punya tarian perang,” katanya.

Karena itu, Gatot mengaku datang ke Rakernas untuk memprovokasi kader Partai Nasdem agar  membantu TNI untuk membantu TNI mengawal Pancasila.

“Mari kita wujudkan stabilitas politik dan keamanan agar ekonomi indonesia dapat berkembang pesat,” kata Gatot yang sempat mendapat dorongan peserta agar maju menjadi Wapres dalam Pilpres 2019.

Rakernas IV Partai Nasdem yang diikuti sekitar 15.000 Pengurus dan Kader NasDem diseluruh Indonesia, selesai digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11). Mereka hadir untu menyatukan pikiran untuk menjadikan NasDem sebagai partai pemenang.

Resolusi Rakernas ke IV Partai NasDem :

  1. Mengusung kembali Presiden Joko Widodo sebagai Calon Presiden 2019-2014, sekaligus menjadi “Benteng Jokowi” (BeJo).
  2. Mempelopori politik berintegritas, anti korupsi, serta bahu membahu di antara seluruh lembaga dalam menjalankan supremasi hukum.
  3. Menyukseskan kebijakan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui program Reforma Agraria dan padat karya, baik di perkotaan maupun di pedesaan.
  4. Merestorasi koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang partisipatif.
  5. Mempelopori gerakan budaya sadar literasi bersama generasi milenial sebagai pemilik masa depan Republik dalam arus besar revolusi mental.

Selain kelima butir di atas, ada tambahan butir terkhir yang berbunyi; Restorasi dan Pemberdayaan Nelayan, Buruh dan Tani di Indonesia.

Dalam Rakernas IV yang puncaknya diisi acara apel siaga ABN (Akademi Bela Negara) dan Komisi Saksi Nasdem, Jum’at (17/11),

Sejumlah menteri kabinet kerja dan Ketua umum partai politik hadir dalam Rakernas yang berlangsung di JI-EXPO Kemayoran tersebut.

Selain mantan menteri Siswono Yudho Husodo yang ikut memberi pembekalan, juga hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo, Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Sekretaris Partai Golkar Idrus Marham, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus Ketua Umum PKPI Hendropriyono.

Ka-eS

BACA JUGA :




Karakter Anak Dibentuk Lingkungannya.

Para orangtua harus mampu berintrospeksi dan memperbaiki diri. Mengawasi apa yang anak-anak lihat dan lakukan

MATARAM.lombokjournal.com –  Karakter anak sebagian besar dibentuk lingkungannya. Karena lingkungan menjadi pendukung utama pembentukan karakter anak, orang tua harus memperhatikan dimana anak-anaknya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bersosialisasi.

Karenanya, pembelajaran menyeluruh di lingkungan, termasuk lingkungan sekolah, harus diupayakan baik dari guru, orang tua, maupun anak-anak sendiri. Pelaku bullying maupun korbannya harus diperhatikan. Dua-duanya menjadi pemicu awal lingkaran bullying yang meluas.

Hal itu jadi perhatian Ketua TP. PKK Prov. NTB Hj. Erica Zainul Majdi.  Istri Gubernur TGH M Zainul Majdi menerima kunjungan jajaran komite TK-SD Model Mataram,  yang didampingi pengurus Pokja II TP. PKK Provinsi NTBdi Pendopo Gubernur NTB, Kamis (16/11) pekan lalu.

Jajaran Komite TK-SD Model Mataram itu minta arahan terkait akan diadakannya seminar ‘Pencegahan Bullying dan Depresi pada Anak’. Seminar akan menghadirkan narasumber spesialis jiwa khusus anak-anak dan psikiater pemerhati anak. Peserta umum yang diharapkan hadir adalah para orang tua, guru-guru, termasuk instansi pemerintah.

Erica sangat mengapresiasi dan akan memberikan dukungan maksimal sesuai tugas dan fungsi yang PKK dalam membangun dan mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Ia bersyukur ada orangtua yang membuat perkumpulan atau organisasi seperti komite ini, yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap anak-anak, khususnya terkait bullying dan depresi anak.

Dengan kuatnya jejaringn, TP. PKK dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga jangkauan 10 rumah dengan 1 orang kader, akan berperan maksima. Isu-isu yang diangkat termasuk terkait bullying dan depresi anak, akan diperkuat.

Erica mengingatkan, anak itu peniru ulung. Para orangtua harus mampu berintrospeksi dan memperbaiki diri. Mengawasi apa yang anak-anak lihat dan lakukan. “Berinteraksi dengan siapa keseharian anak-anak kita di lingkungan sekolah maupun di luar rumah tempat bermain dan bersosialisasi.

Agar mencapai tujuan yang utuh, penyelenggara seminar memperhatikan siapa narasumbernya.

“Narasumber haruslah yang betul-betul kompeten Lebih sulit mendidik orangtua daripada mendidik anak. Narasumber harus mampu memotivasi dan mengetuk hati orangtua agar peduli agar anaknya tidak menjadi tukang bullying maupun dibullying,” tegas Hj. Erica.

Erica berharap, agar komite TK-SD model Mataram menjadi organisasi pertama yang menjadi contoh bagi para orangtua.  Sehingga menyatukan ikhtiar membentuk organisasi yang visi misinya peduli terhadap tumbuh kembang akhlaq serta kepribadian mulia bagi anak-anak.

Sebelumnya, Siti Nurrakhmah sebagai perwakilan dari komite TK-SD model Mataram mengenalkan, Komite TK – SD model Mataram diketuai Emil Siain, SH., MH , anggotanya terdiri para orangtua murid.

Dijelaskan, tema bullying dan depresi pada anak diangkat karena keprihatinan komite terhadap situasi yang berkembang saat ini. Anak-anak banyak mengalami bullying, sebaiknya juga pelaku bullying itu sendiri di lingkungan sekolah.

Seminar juga akan diisi dengan tes bakat dan minat anak-anak dari TK sampai Perguruan Tinggi.

AYA/Hms