NU Tak Mengurusi Pilkada Serentak 2017

Secara kelembagaan, NU lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan, perdamaian hingga ekonomi umat.

MATARAM.lombokjournal.com — Robikin Emhas, Ketua Panitia Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017 menegaskan, NU secara kelembagaan tidak akan mengurusi politik praktis di Pilkada serentak 2017.

Hal itu ditegaskan Robikin dalam jumpa pers yang digelar di kantor NU Mataram.

Robikin menjelaskan, pihaknya memandang tidak pantas jika NU mengurusi Pilkada sebagai bagian dari penerapan politik praktis.

“Urusan politik praktis itu bukan urusan NU,” ujarnya saat dimintai tanggapannya soal sikap NU terkait tampilnya sejumlah kader NU di Pilkada NTB.

Menurutnya, NU secara kelembagaan akan lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan, perdamaian hingga ekonomi umat.

Kalaupun ada kader NU yang tampil di Pilkada dan ingin menjaring suara kalangan Nahdliyyin, Robikin menegaskan hal itu menjadi wilayah personal dari masing-masing pihak. Sebab, bagaimanapun juga, sebagai warga negara mereka memang memiliki hak politik.

“Kita serahkan (kepada sikap) mereka secara pribadi,” tegasnya sembari menambahkan bahwa persoalan ini juga nantinya akan diserahkan pada sikap para kyai NU.

Robikin juga menambahkan, saat ini NU telah mendorong agar warganya terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang telah menjadi medan baru dalam syiar Islam.

Ia meniai, saat ini, “perang” yang terjadi adalah perang media, yang berbasiskan teknologi digital. Karenanya, penguasaan aspek yang satu ini dipandang cukup urgen.

“Kita kembangkan sarana teknologi modern sebagai sarana dakwah. Intinya NU siap menyambut era digital,” ujarnya.

Agenda Munas Alim Ulama dan Konbes ini merupakan agenda yang digelar PBNU setiap dua tahun sekali. Dua agenda ini menempati posisi strategis karena menjadi mekanisme perumusan kebijakan tertinggi kedua setelah muktamar NU.

Munas Alim Ulama akan membahas beragam isu keagamaan yang tengah mewarnai kehidupan umat dan bangsa.

Munas Alim Ulama akan terangkai dalam sejumlah agenda, yaitu pembahasan masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah).

Sementara itu, materi Konbes NU akan membahas hal-hal yang menyangkut keorganisasian. Materi pertama Konbes NU akan fokus membicarakan program-program NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang berlandaskan faham ahlussunnah wal Jama’ah.

Materi kedua lebih berfokus pada pembahasan PO (Peraturan Organisasi) yang penyebutan resminya diistilahkan dengan Peraturan Nahdlatul Ulama.

Sedangkan materi ketiga adalah rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah sebagai panduan dalam pengambilan kebijakan.

AYA

BACA JUGA :




Bupati KLU Tak Hadiri Rapat Pandangan Umum, Fraksi Pendukung Walk Out

Para wakil rakyat berharap, Bupati bisa mendengarkan langsung kritikan atau masukan yang diberikan semua Fraksi.

LOMBOKUTARA.lombokjurnal.com — Dua Fraksi DPRD KLU memilih walk out saat rapat Paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan APBD 2018, di gedung sidang DPRD, Kamis (23/11).

Keputusan itu diambil Fraksi Persatuan Keadilan Nasional (PKN) dan Hanura lantaran ketidakhadiran Bupati Najmul Ahkyar. dalam rapat tersebut. Padahal Fraksi PKN diketahui merupakan Fraksi pendukung pemerintah.

“Kami mengundang Bupati, bukan Sekda. Karena ini rapat penting, jadi bupati harus memberikan prioritas untuk hadir,” tukas anggota Fraksi PKN Zarkasi, saat keluar meninggalkan ruang sidang.

Dalam rapat ini, lanjut Zarkasi, bupati seharusnya bisa mendengarkan langsung kritikan, atau masukan yang diberikan oleh semua Fraksi.

“Memang tidak harus Bupati yang hadir, tapi karena dalam penyampaian RAPBD kemarin terdapat persoalan. Maka alangkah baiknya bupati hadir dan mendengar langsung apa yang menjadi usul saran Fraksi,” katanya lagi.

Meski dua fraksi memilih Walk Out di tengah jalannya sidang, namun rapat tetap dilanjutkan dengan mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi lainnya.

DNU

 




Pameran SPEKTRA, Barang Langsung Diboyong Pulang Tanpa Survey

Mengenalkan program unggulan, pengunjung hanya perlu membawa KTP

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah sebelumnya sukses menggelar Roadshow Spektra Meriah, kali ini spektra menggelar pameran di Kota Mataram 22/11. Kegiatan SPEKTRA ini akan berlangsung dari tanggal 21- 26 November 2017 di Lombok Epicentrum Mall.

Spektra memiliki program uggulan bagi masyarakat Mataram, yaitu pengunjung dapat langsung membawa pulang barang yang mereka impikan tanpa perlu melalui proses survey. Hanya dengan membawa KTP.

Hal ini itu disampaikan Natalius Turnip selaku Marketing Manager Lombok.

Menurut Natalius, pameran ini sengaja digelar untuk membantu mayarakat mendapatkan barang elektronik serta perabotan rumah tangga impian mereka melaui proses yang lebih simple dan harga yang lebih murah.

Masyarakat saat ini memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap barang- barang seperti elektronik , gadget,serta perabotan Rumah tangga.

“Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ” tuturnya

Iapun menargetkan  3 Miliyar dalam Even yang diadakan ini. “Target kegiatan ini 3 Miliyar ” cetusnya.

Seperti diketahui SPEKTRA merupakan Brand milik FIFGROUP yang melayani pembiayaan elektrnik , perabot rumah tangga, modal kerja serta alat kerja produktif. Tiap bulannya Spektra melayani hampir 70 ribu konsumen.

AYA (*)




BPJS Kesehatan Jalin kerjasama Dengan GO-JEK Indonesia, CT Corp, OVO dan OY Indonesia, Melalui Payment Point Online Banking (PPOB).

Sinergi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat, terutama peserta JKN-KIS sehingga dapat membayar iuran JKN-KIS kapan pun dan dimana pun

lombokjournal.com –  JAKARTA – BPJS Kesehatan melakukan kerjasama untuk meningkatkan kemudahan akses pembayaran iuran melalui mekanisme Payment Point Online Banking (PPOB) dengan GO-JEK Indonesia, CT Corp, OVO dan OY Indonesia.

Inisiatif GO-JEK Indonesia yang telah mendukung Program JKN-KIS diapresiasi BPJS Kesehatan. GO-JEK adalah salah satu perusahaan teknologi yang memiliki jangkauan pasar yang luas.

“Sinergi dengan GO-JEK  ini diharapkan dapat kian memudahkan masyarakat, terutama peserta JKN-KIS Lewat fitur GO-BILLS dalam aplikasi GO-JEK, peserta JKN-KIS dapat membayar iuran JKN-KIS kapan pun dan dimana pun,” ujar Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal, Kemal Imam Santoso di Jakarta (21/11).

Selain itu, Kemal juga mengapresiasi langkah CT Corp, OVO dan OY Indonesia yang juga telah membuka channel pembayaran iuran bagi peserta JKN-KIS. Masyarakat semakin mudah dalam pembayaran iuran.

Selain chanel pembayaran, CT Corp, OVI dan OY Indonesia juga akan mengembangkan layanan perluasan kepesertaan dengan skema pendaftaran dan pemberian manfaat tambahan bagi peserta BPJS Kesehatan.

Saat ini jumlah titik pembayaran iuran JKN-KIS telah mencapai lebih dari 600.000 titik. Terdiri atas modern outlet, traditional outlet maupun perbankan, pembayaran melalui Vending Machine, E- Commerce, Mobile Aps, dan sebagainya.

Dengan berbagai kemudahan ini, diharapkan animo peserta JKN-KIS di berbagai daerah untuk membayar iuran tepat waktu dapat meningkat. Sehingga sustainibilitas program JKN-KIS terus terjaga.

“Ke depannya secara bertahap kami akan terus memperluas kanal pembayaran dan mencanangkan strategi yang untuk memberi lebih banyak kemudahan dan manfaat bagi peserta JKN-KIS,” kata Kemal.

BPJS Kesehatan juga melakukan berbagai upaya untuk terus memberikan kemudahan pembayaran iuran kepada peserta. Di antaranya implementasi Kader JKN, perluasan kerjasama dengan Bank Swasta dan Bank Pemerintah Daerah (BPD), perluasan channel PPOB.

Ka-eS (*)

BACA JUGA :

(Sumber: Humas BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Kantor Pusat)




Presiden Joko Widodo Kembali Kunjungi NTB

Dijadwalkan Prsiden Jokowi membbuka Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU yang akan dihadiri 1000 ulama se Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo kembali melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepat pukul 18.55 WITA, Rabu (22/11) pesawat kepresidenan mendarat dengan Selamat di Lombok internasional Airport (LIA).

Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan membuka secara resmi Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU di Ballroom Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (23/11).

Pada kegiatan Akbar yang akan berlangsung hingga Minggu (26/11) tersebut, 1000 Ulama se-Indonesia dipastikan akan hadir, disamping  sejumlah menteri kabinet Indonesia kerja dan undangan lainnya juga akan hadir.

Di ujung tangga pesawat, Presiden disambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak didampingi Danrem 162 WB, Kol.Inf. Farid Makhruf, Danlanud Rembiga, Kol.Pnb. Dodi  Fernando, Danlanal, Kol Mar. Djentaju Suprihandoko dan Wakapolda NTB.

Karena diguyur hujan rintik-rintik, dari Sorong Bandara Presiden Jokowi dengan  mobil Indonesia satu langsung menuju Mataram didampingi Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB)  yang satu mobil dengan presiden.

Sebelum kembali ke Jakarta, Kamis sore (23/11) Presiden Jokowi juga dijadwalkan mengadakan  silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat di NTB.

AYA




Dewan KLU Meradang, RAPBD Tak Sesuai KUA PPAS

Pendapatan yang semula diasumsikan Rp1.093 triliun, terjadi penurunan menjadi Rp959,4 miliar

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com  — Berubahnya jumlah anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018,  membuat sejumlah anggota DPRD KLU meradang.

Pasalnya, RAPBD yang disampaikan pemerintah daerah tidak sesuai dengan KUA-PPAS yang sudah disepakati, beberapa waktu lalu.

“RAPBD yang disampaikan Bupati tidak sesuai dengan apa yang sudah kita sepekati bersama dalam KUA-PPAS, percuma dong kita bahas lama-lama, kalo akhirnya tidak mengacu pada KUA. Padahal acuannnya jelas adalah KUA PPAS itu sendiri,” ungkap Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, usai mengikuti rapat paripurna dengan agenda penyampaian RAPBD 2018 oleh Kepala Daerah di ruang sidang DPRD, Rabu (22/11).

Dalam KUA, lanjut politisi Hanura ini, pendapatan daerah diasumsikan sebesar Rp.1.093 triliun, namun faktanya sekarang terjadi penurunan sekitar Rp.1.33, 85 Miliar lebih.

“Terjadi perubahan angka dari Rp. 1.093 triliun turun menjadi Rp. 959,4 miliar,” katanya lagi.

Ardianto menambahkan,  jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada porsi anggaran dan RKA di setiap SKPD.  Karena dengan begitu SKPD harus menyusun ulang RKA yang sudah ada.

“Ini akan molor lagi. Harusnya saat ini kita tinggal singkronkan angka saja, apakah angkanya sama atau tidak, tapi kalau begini kan semuanya berubah. Dan kita tidak tahu di pos-pos mana saja yang mengalami perubahan,” tutupnya.

Sementara Bupati Lombok Utara, Najmuk Akhyar. Dalam penyampaiannya mengatakan penyusunan RAPBD 2018 tetap mengacu pada visi misi pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJMD.

“RAPBD ini disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang berdasarkan ketentuan undang-undang, transparan dan partisipatif,” katanya dalam sidang paripurna yang berlangsung sekitar pukul 14 : 00 Wita.

DNU

 

 




Ponpes Nurul Islam Siap Sambut Peserta Munas NU

Nurul Islam tidak sekadar menjadi tempat menginap para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Nuansa penyelenggaraan musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai terasa. Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, Sekarbela, Mataram.

Baliho hingga spanduk Munas NU terpampang di sejumlah jalan menuju Ponpes Nurul Islam.

Pimpinan Ponpes Nurul Islam Wartiah mengatakan, persiapan Ponpes Nurul Islam sudah mencapai 85 persen. Areal kamar dengan kasur dan bantal sudah disiapkan untuk para peserta yang diprediksi mencapai 99 orang. Sedangkan, sarana ruang untuk sidang komisi organisasi masih dikebut dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat.

Wartiah mengatakan, kedatangan para peserta diperkirakan mulai akan terjadi pada Rabu (22/11). Hari ini, baru panitia pusat yang berjumlah 20 orang yang sudah tiba di Ponpes dengan total santri sebanyak 833 orang tersebut.

“Alhamdulilah kami senang dan bersyukur Ponpes Nurul Islam menjadi tuan rumah, semoga membawa berkah bagi Ponpes dan juga masyarakat sekitar,” ujar Wartiah di Ponpes Nurul Islam, Mataram, Rabu (22/11).

Wartiah menjelaskan, di sekitar Ponpes Nurul Islam juga mulai tersedia lapak para masyarakat sekitar yang menjajakan produknya, mulai dari busana muslim hingga kuliner. Wartiah berharap penyelenggaraan Munas NU mampu dirasakan warga sekitar dalam aspek ekonomi.

Ponpes Nurul Islam, lanjut Wartiah, tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi pada Jumat (24/11).

“Mengenai seperti apa pembahasan itu dari pusat, mungkin besok sudah ada infonya,” ungkap Wartiah.

AYA




Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi, Rangkaian Munas NU

Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar, meski berkorban anggaran cukup besar namun dinilai tak sebanding dengan keberkahan yang dirasakan semua pihak

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/!1).

Hadir dalam pembukaan, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram.

Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu – khususnya dari kalangan Nahdliyin – selama rangkaian kegiatannya di Mataram.

Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini Ahyar menegaskan, Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran cukup besar, namun menurutnya itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini.

Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram tentu akan membawa keberkahan. “Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500 orang yang akan datang. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya.

Ia menegaskan, ulama dan kyai-kyai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat.

“Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya.

Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional.

Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram.

Menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi.

Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, adalah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerah-daerah lain di NTB.

Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB.

“Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya.

Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu digelar sebagai pencerminan tema besar, “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.”

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat.

“Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegas Marinah.

Marinah juga menyerukan kepada masyarakat dan panitia bazar yang juga digelar di lokasi untuk membuka seluas-luasnya partisipasi melalui kerjasama yang konstruktif.

Bila perlu, ujarnya, stan penjualan yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setempat tanpa terlebih dulu harus membayar sewa lokasi. Urusan sewa ini, menurutnya bisa dibicarakan jika pengguna tempat tersebut telah memperoleh keuntungan dari berjualan di lokasi tersebut.

“Kalau perlu, saran saya, tidak usah patok sewa dulu. Nanti kalau ada untungnya baru bagi hasil. Isi saja, silakan isi. Ketimbang kosong,” tegasnya.

AYA

 

 

FOTO :

 

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, saat membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa, 21 November 2017.




Munas dan Konbes NU; Pagar Nusa, Penjaga Kehormatan Para Ulama

Anggota Pagar Nusa diingatkan agar tetap rendah diri dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Pimpinan Wilayah NU NTB , TGH Taqiuddin Mansyur dalam tauziahnya, Selasa (21/11) malam di Aula PW NU mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU seluruh anggota Pagar  Nusa NTB wajib hukumnya menjadi penjaga kehormatan Para Ulama yang hadir.

“Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa,” ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan pimpinan pusat pagar nusa yang dipimpin Waketum PP Pagar Nusa, Pendekar Edi Junaidi.

Pimpinan Ponpes Ta’limus Sibyan Bonder, Lombok Tengah juga mengatakan, keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU, khususnya menjadi pengawal para ulama.

TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa, agar tetap rendah diri dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti.

“Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota pagar nusa yg menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa , Pendekar Athoilah Habib mengatakan, tiap kader Pagar Nusa NU tidak boleh jauh dari para ulama karena roh pagar nusa bersumber dari barokah, doa dan restu para ulama.

“Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru ahklahtul kharimah para ulama,” pungkasnya sembari mengatakan kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari ulama.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa NTB, Murokieb Usman mengatakan, untuk pengamanan munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang pagar nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama Paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU,” pungkasnya.

AYA




Kios Pedagang Kecil di KEK Mandalika

Kios akan disewakan kepada masyarakat di sekitar KEK, masing- masing dikenakan dua juta per tahun agar bisa dipelihara dengan baik kiosnya

Mataram.lombokjournal.com — Dinas Pariwisata NTB akan membangun Kos Untuk pedagang UMKM di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Mandalika.  Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi saat mengujungi Kute beberapa waktu lalu.

Pemerintah Daerah bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mulai membangun ratusan unit kios bagi masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk pedagang asongan.

Kepala Dinas Pariwisata, L. Moh Fauzal di Mataram mengatakan itu di Mataram, Selasa (21/ 11). “Untuk di KEK Mandalika, ITDC membangunkan 300 unik kios bagi UMKM di atas lahan seluas 2 hektar, di mana masyarakat sekitar kawasan akan lebih banyak diprioritaskan,” terangnya

Ia mengatakan Selain membangun 300 unit kios UMKM, di lokasi yang sama juga akan dibangunkan pasar seni yang di dalamnya nantinya ada restoran model, dengan sajian utama kuliner khas lokal

“Nanti kita juga akan membangu Pasar Seni di Kawasan itu ” Tegasnya

Pemanfaatan kios tersebut nantinya, akan dilakukan dengan sistim sewa pakai 2 juta rupiah setiap tahun atau 180 ribu setiap bulan untuk satu blok. Kenapa harus disewa, supaya mereka bisa memelihara, kalau diberikan gratis, saya hawatir kurang bertanggung jawab dan tidak dipelihara.

“Kita aka sewakan kepada masyarakat disekitaran KEK, masing- masing akan kita kenakan dua juta pertahun agar bis dipelihara dengan baik kiosnya” ujarnya

Selain kios UMKM, di sekitar KEK Mandalika juga akan dikembangkan bisnis jasa penginapan homestay, dengan luas lahan 40 are, sertifikat milik penduduk setempat.

“Selain kios Nanti dikawasan KEK akan kita kembangkan Penginapan Homestay, di lahan milik warga dan sertipikat akan dimiliki penduduk setempat,” pungkasnya

AYA