Pasar Pancingan di Bilebante, Lombok Tengah, Mengembangkan Kearifan Lokal

Potensi wisata dengan unsur kearifan lokal menjadi kekuatan pariwisata yang terus dikembangkan.

Hariyato, Asisten deputi stategi Pemasaran Pariwisata Nusantara

MATARAM.lombokjournal.com —   Sebagai salah satu Daerah yang saat ini sebagai Tujuan Wisata yang banyak diminati , Lombok tidak henti-hentinya memberikan Inovasi terbaru untuk mendatangkan Wisatawan.

Salah satu di antara yang baru yang baru saja dibuka adalah spot wisata baru di Bilebante, Lombok Tengah, bernama Pasar Pancingan.

Dinamakan pasar pancingan karena di dalam area wisata ini terdapat tempat memancing ikan. Tak hanya itu, di lokasi yang sama juga terdapat banyak spot-spot foto untuk berselfie.

Mengembangkan kearifan lokal

“Yang tak kalah pentingnya yaitu adanya makanan khas Lombok yang diperjual belikan oleh warga di Bilebante ini,” ujar Hariyato, Asisten deputi stategi Pemasaran Pariwisata Nusantara saat meresmikan spot wisata Pasar pancingan, Minggu (26/11) di Lombok tengah .

Ini merupakan kolaborasi antara Kemenpar bersama Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lombok Sumbawa, membentuk Pasar Pancingan di Desa Bilebante Lombok Tengah.

Hariyanto menuturkan, pasar pancingan dibentuk karena empat poin khusus. Dimulai dari keunikan yang dimiliki Desa Bilebante. Desa ini memiliki kondisi alam yang menakjubkan. Pengemasan  yang menarik membuatnya terlihat unik dan menarik.

Kondisi alam Desa Bilebante juga dinilai masih autentik. Potensi yang ada masih menyertakan unsur kearifan lokal. Hal tersebut menjadi kekuatan pariwisata yang tidak boleh ditinggalkan. Akar budaya dan kearifan lokal yang dimiliki harus terus dikembangkan.

Bilebante menyajikan wisata yang memorable atau layak dikenang. Suasana pasar pancingan dikemas dengan sangat cair.

Pengunjung dapat berbelanja kuliner sambil menikmati beragam spot selfie yang menarik. Selain itu juga terdapat spot-spot istirahat keluarga yang juga tak kalah menarik. Unsur kenangan menjadi kekuatan yang kuat untuk menikmati wisata tersebut.

Kepala Desa Bilebante, Rakyatul Liwa’uddin mengatakan, pasar pancingan tersebut terbentuk setelah adanya rembuq (diskusi) bersama. Semua elemen masyarakat Bilebante, khususnya pemuda sangat antusias mendukung program tersebut.

Pasar pancingan tersebut diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ada paket wisata sepeda dan kuliner yang juga ditawarkan selain memancing,” jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya akan terus mengembangkan potensi Bilebante sebagai Desa Wisata. Dulunya, pasar pancingan tersebut merupakan bekas tambang galian C. lokasi tersebut diubah sedemikian rupa menjadi sebuah spot wisata yang menarik.

“Kita adakan setiap Minggunya,” terangnya

Menurutnya, pasar pancingan tersebut dikelola oleh Pokdarwis Desa Bilebante. Luasnya sebesar 80 are yang merupakan milik salah seorang warga yang dihibahkan untuk kepentingan desa wisata.

Pihaknya masih melihat perkembangan pasar pancingan ke depan. Ia berencana akan meningkatkan frekuensinya menjadi dua hingga tiga kali seminggu jika peminatnya banyak.

“Kedepannya bisa saja,” katanya.

AYA




Desa Mujur, Lombok Tengah, Diterjang Puting Beliung

Tidak ada korban jiwa, beberapa rumah dan ruang sekolah  rusak

Atap rumah penduduk terbawa angin

LOMBO TENGAH.lombokjournal.com —  Sejumlah wilayah di  Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sekitar pukul 12.30 wita Minggu 26 November diterjang angin puting beliung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ir H Mohammad Rum, terjangan angin puting beliung menerjang Dusun Mungkik Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng dan mengakibatkan lima (5) rumah warga rusak, 9 ruang kelas SMA 1 Praya Timur rusak ringan.

“Sementara Dusun Budiwaton Desa Mujur kecamatan Praya Timur, 40 rumah warga rusak, 1 buah Musolla rusak, tembok lapangan umum Praya Timur sekitar 50 M roboh,” ujar Muhammad Rum di Mataram.

Dampak lain terjangan puting beliung tersebut, menurutnya, berdampak pada tumbangnya beberapa pohon.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, Karena Tim BPBD dikirim ke lokasi, dan bersama instansi lainnya sudah melakukan tindakan di lapangan.

“Masalah bantuan, kami tunggu hasil assessment atau penilaian di lapangan dan bantuan yang sifatnya darurat sudah ditangani BPBD Loteng,” pungkasnya.

AYA




Jelang Penutupan Munas Alim Ulama, TGB Ungkapkan Pertumbuhan Ekonomi NTB

Rumah-rumah di NTB di pinggir jalan bagus-bagus, yang dikhawatirkan adalah ketimpangan di tengah masyarakat

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan. pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB cukup baik.

“Dari Tahun ke Tahun pertumbuhan NTB naik sebesar 6, 02 persen dari Triwulan ke II ke triwylan III pertumbuhan ekonomi sebesar 5,56 persen,” ungkapnya jelang penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kecamatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Gubernur menjelaskan, kenaikan pertumbuhan ini Tisak terlepas dari Nahdliyyin di NTB serta masyarakat NTB pastinya dan NU pastinya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, saat itu mengakui  pencapaian kemakmuran di Indonesia  cukup baik.

“Kemakmuran bertambah. Rumah-rumah di NTB yang ada di pinggir jalan semuanya baik. Akan tetapi selalu yang dikhawatirkan itu adalah adanya ketimpangan yang terjadi ditengah masyarakat.

Menurutnya, sektor ekonomi perlu dipikirkan dengan baik. Meski pun aspek ekonomi itu tidak hanya diatur oleh Pemerintah.

“Ekonomi yang baik itu adalah yang bisa memberikan nilai lebih dalam semua sektor kehidupan masyarakat. Dan hal itu dilaksanakan oleh para pengusaha,” ujar JK

Dikatakannya,pemerintah saat ini perlu melakukan ini pengembangan jumlah wirausaha  muda yang kuat dari para generasi-generasi muda kita. Hal ini perlu dilakukan agar para generasi muda dapat terus bergerak dan semangat untuk terus berusaha.

JK menegaskan, saat ini pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga rendah. Total anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah itu sebesar Rp120 Trilyun untuk tahun ini.

“Untuk menyiapkan itu semua kita pemerintah sudah siapkan dana. Tugas kita bersama adalah bagaimana kta bisa meningkatkannya,” pungkas JK

AYA

BACA JUGA : Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas dan Konbes NU 2017




Gus Dur Layak Jadi Bapak Keadilan Sosial

Kurang dari dua tahun memerintah, Gus Dur bisa membawa gini ratio Indonesia terendah sepanjang 50 tahun terakhir terjadi di akhir era Gus Dur yaitu sebesar 0,31.

MATARAM.lombokjournal..com —  Gus Dur ‘hidup lagi’ di tengah-tengah Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU di Mataram, NTB. Direktur Lingkar Survey Perjuangan, Gede Sandra, dalam Diskusi Publik bertajuk “Belajar dari Model Ekonomi Gus Dur” mengatakan, pemerintahan Gusdur meski sangat singkat yakni 21 bulan, tapi mampu sukses membangun pertumbuhan prekonomian Indonesia

Dikatakan GedeSandra, juga merupakan Tim Ekonomi pada Kabinet Gus Dur tahun 1999-2001 itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia era Gus Dur itu ditandai lima tangga kemajuan, yaitu adanya pertumbuhan ekonomi, piutang berkurang, distribusi pendapatan, gini ratio rendah, kohesi sosial semakin kuat.

Puluhan aktivis, mahasiswa, dan wartawan berbagai media mengikuti Diskusi Publik yang digelar West Nusa Tenggara Development Center (WNTDC), Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), PKC PMII NTB, dan M 16 di Mataram, pada Sabtu (25/11).

Selain Gede Sandra, sebagai narasumber diskusi publik tersebut adalah Direktur Wahid Institute Yenni Wahid. , Direktur Lingkar Survey Perjuangan Gede Sandra yang.

Dikatakan Gede Sandra, Gus Dur menerima warisan prekonomian dari Presiden sebelumnya Habibie dalam kondisi “growth” masih minus 3 persen pada September 1999. Namun ketika diukur lagi di akhir tahun 1999 atau tiga bulan sejak tim ekonomi Gus Dur bekerja, pertumbuhan ekonomi sudah di level 0,7 persen atau melompat 3,7 persen.

Dalam kurun waktu setahun berikutnya di tahun 2000, prekonomian Indonesia kembali berhasil tumbuh ke level 4,9 persen atau melompat 4,2 persen. Sedang di tahun 2001, meskipun Gus Dur dimakzulkan di pertengahan tahun akibat krisis politik tersebut, rata-rata “growth” di akhir tahun masih level 3,6 persen.

Selain itu yang istimewa kata Gede Sandra ialah dua kali lompatan growth tersebut dilakukan tim ekonomi Gusdur dengan sambil mengurangi beban utang. Sebuah kondisi yang pasti sulit dilakukan tim ekonomi kabinet-kabinet setelah atau sebelum Gus Dur.

“Kurang dari dua tahun Gus Dur bisa membawa gini ratio Indonesia terendah sepanjang 50 tahun terakhir terjadi di akhir era Gus Dur yaitu sebesar 0,31. Gus Dur yang mampu memberikan contoh implementasi dari sila kelima, maka beliau layal disebut bapak Keadilan Sosial,” sebutnya.

Menurutnya, salah satu rahasia keberhasilan tim ekonomi Gus Dur sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat yakni menolak resep IMF Bank Dunia yang menganjurkan dilakukannya pengetatan anggaran. Sebaliknya, yang ditawarkan oleh tim ekonomi Gus Dur adalah growth story atau strategi pertumbuhan.

Selanjutnya, tim ekonomi Gus Dur piawai dalam melakukan optimum debt managament dan mampu menjaga harga beras stabil di level rendah sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat bawah perkotaan terus terjaga.

“Kesejahteraan petani di pesesaan juga terjaga karena Bulog melakukan pembelian gabah, bukan membeli beras. Inilah alasan mengapa ketimpangan pendapatan paling rendah di era ini,” tukasnya.

Direktur Wahid Institute, Yenni Wahid, menilai keberhasilan Gus Dur dilihat dari data yang tidak bisa dipungkiri. Semua berkat kerjasama tim ekonomi di bawah Rizal Ramli. Namun demikian, tanpa adanya political will dari pimpinan saat itu tidak akan bisa tim ekonomi bekerja.

“Data ini bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Yenni.

Semua keberhasilan ekonomi Gus Dur memang kembali ke semngat Gus Dur dengan landasan filosofisya bahwa pertumbuhan harus berjalan dengan pemerataan ekonomi. Atau adanya “growth” yang berkualitas.

“Itu jadi landasan dasar pembangunan ekonomi Gus Dur. Tanpa pemerataan akan tercipta kesenjangan sosial tinggi yang berakibat pada adanya konflik sosial.

Direktur M 16 Bambang Mei “Didu” dalam pengantar diskusi publik ini mengatakan, diskusi ini dihajatkan untuk mengingat kembali kesuksesan Presiden Gus Dur terutama dalam membangkitkan prekonimian bangsa yang saat itu terpuruk akibat peralihan kekuasaan.

AYA




Wapres JK Tutup Munas Dan Konbes NU 2017

Diingatkan tindak lanjut dari forum akbar ini, menghadapi tantangan kaum Muslimin seperti radikalisme, modernisasi, dan ekonomi.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 berakhir di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kecamatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, NTB Sabtu (25/11).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup forum akbar ini, usai sidang pleno dan pengesahan hasil Munas-Konbes NU 2017, forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU.

Jusuf Kalla mengingatkan, pentingnya tindak lanjut forum Akbar ini melalui tindakan nyata.

“Musyawarah saja tidak cukup tanpa diiringi dengan kerja keras,” kata Jusuf Kalla.

Sebelum pidato JK melakukan prosesi serah terima naskah rekomendasi. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyerahkan Naskah Rekomendasi Hasil Keputusan Munas-Konbes NU 2017 kepada Wapres.

Kalla mengapresiasi hasil Munas-Konbes NU dan berterima kasih atas sejumlah masukan kepada Pemerintah yang ia nilai positif bagi perbaikan bangsa dan negara.

“Saya sangat mengapresiasi Hasil Munas ini dan setiap masukannya bernilai positif bagi perbaikan bangsa dan negara” cetusnya

Dalam kesempatan itu, Kalla memaparkan gejala kian menguatnya Islam di Indonesia dibandingkan 10-20 tahun  silam. Ia juga mengungkap beberapa tantangan kaum Muslimin seperti radikalisme, modernisasi, dan ekonomi.

Sidang pleno forum yang mengusung tema “Mengokohkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga” ini, diisi laporan dari sidang-sidang komisi.

Antara lain Bahtsul Masail Maudlu’iyah (pembahasan isu-isu tematik-konseptual), Bahtsul Masail Waqi’iyah (pembahasan isu-isu aktual), Bahtsul Masail Qanuniyah (pembahasan soal perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi.

Sebelumnya diskusi intensif  dilaksanakan masing-masing komisi di forum terpisah, Jumat (24/11).

Forum yang dihelat selama tiga hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah di bidang ekonomi dan kesejahteraan, pencegahaan dan penanggulangan radikalisme, kesehatan, pendidikan, serta politik dalam negeri dan internasional.

Selain di Islamic Center NTB sebagai lokasi pembukaan, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Qur’an, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Sementara itu Ketua Panitia Munas dan Konbes NU , Lalu Winengan bersyukur atas kehormatan yang diberikan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yg berkenan membuka dan menutup gelaran Munas dan Konbes NU di Mataram , juga Gubernur NTB dan Walikota Mataram yg mensuport penuh acara ini hingga berlangsung sukses, aman dan meriah.

“NU tentu tidak akan pernah melupakan budi baik ini,” ujarnya seraya menambahkan, Munas dan Konbes NU berjalan dengan baik karena ada partisipasi dan dukungan dari para Hamba Allah maupun Hamba Tuhan yang ihklas .

Upacara penutupan Munas-Konbes NU dihadiri peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU.

Acara ditutup dengan doa oleh Mustasyar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badrudin.

AYA

BACA JUGA :

Jelang Penutupan Munas Alim Ulama, TGB Ungkapkan pertumbuhan Ekonomi NTB




Pilkades Sokong Akhirnya Diulang

Bupati Najmul Ahyar tak memihak, pihak yang merasa dirugikan disilahkan menggugat

LOMBOK UTARA. lombokjurnal.com — Setelah sempat menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat. Kepastian polemik Pilkades Sokong akhirnya terjawab sudah.  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memutuskan memggelar Pilkades ulang .

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Nomor : 141/253/KLU/2017 yang ditujukan kepada Panitia Seleksi Pilkades Sokong.  Dalam surat ter tanggal 24 November 2017 itu, setidaknya terdapat 3 poin keputusan Bupati.

Di antaranya memerintahkan Pantia Pilkades Sokong untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU), dan meminta panitia mencabut Surat Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Sokong Nomor : 04/Panitiapilkades/SKG/2017 tanggal 24 Aguatus 2017 Tentang penetapan Bakal Calon Kepala Desa Sokong.

Bupati KLU, H.Najmul Akhyar menegaskan, pemerintah dalam mengambil keputusan tetap mengacu pada aturan perundang-undangan dan tidak ingin terkesan berpihak ke salah satu pihak.

“Pemerintah sangat hati-hati dalam mengeluarkan Surat Keputusan ini. Tentu kami tidak ingin dianggap memihak. Terhadap ada pihak yang merasa dirugikan, kita persilahkan untuk menggugat pemerintah,” paparnya.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkades Sokong, Made Kariasa membenarkan dirinya telah menerima SK Bupati tersebut.

“Ya saya sudah terima suratnya hari ini,” cetusnya.

DNU

 




Festival Kampanye Keterbukaan Informasi Publik Akan Digelar

Agar keterbukaan informasi publik bisa sampai ke masyarakat yang ada di desa-desa

MATARAM.lombokjournal.com — Festival Desa Benderang Informasi Publik (DBiP) Nasional 2017 bertema “Menurunkan Angka Kemiskinan Melalui Penerapan Pemerintah Terbuka” akan berlangsung tanggal 28-30 November mendatang.

Rencana festival yang akan bertempat di Hotel Lombok Raya dan Hall Islamic Center NTB di Mataram itu, disampaikan Wakil Ketua Komisi Informasi, Najamudin Amy, saat konfrensi pers, Jumat (24/11) di kantor Kominfo.

Saat jumpa pers hadir semua Komisioner, L.Busyairi, H.Zaini, Hendriadi dan moderator dari Kesekretariatan, Tarmidzi.S.kom

Rangkaian acara yang diselenggarakan KI NTB ini, di antaranya penandatanganan MoU KI NTB dan Polda NTB mengenai Keterbukaan Informasi. Acara dilanjutkan Sambung Rasa pada tanggal 28 November, dengan undangan 5.000 Desa se-Indonesia bersama Menkominfo dan pejabat pusat.

Sambung Rasa kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional pada 29 Nopember tema “Menurunkan Angka Kemiskinan Melalui Penerapan Pemerintah Terbuka”, dilaksanakan di Hall Islamic Center.

Selain itu ada juga Cerdas Tangkas yang akan diikuti oleh perwakilan desa peserta pada 28-30 November, dan Gelar Budaya pada tanggal 30 Desember.

Peserta dari setiap kegiatan termasuk seminar Nasional, merupakan rangkaian dari festival ini berasal dari seluruh Provinsi se-Indonesia.Kelompok peserta yang terdiri dari Komisi Informasi Pusat, Komisi Informasi Provinsi/Kabupaten/Kota.

Selain itu juga dari Diskominfotik, Dinas Pemberdayaan Pemerintah dan Masyarakat Desa, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Keagamaan, Organisasi Pemuda, Organisasi Perempuan, Perguruan Tinggi negeri/Swasta, Mahasiswa, Organisasi Pemuda, Asosiasi Perangkat Desa, Asosiasi Kepala Desa, OPD Lingkup Provinsi NTB, PPID Utama Provinsi NTB, Pemkab/Pemkot se-NTB, Tokoh mayarakat NTB, PPID Utama Kabupaten/Kota se-NTB.

Diadakan seminar nasional ini sebagai ruang bertutur Pemangku Amanah Provinsi NTB atas Pemerintah terbuka yang dijalankan. Sehingga akan menjadi inspirasi bagi Nusantara, dalam hal ini stake holder, dan khususnya Kepala Desa agar menerapkan laku pandai menurunkan angka kemiskinan di daerah atau desa masing-masing.

Melalui Praktik Pemerintah terbuka mengingat konsentrasi Rakyat miskin di negara ini adalah lebih banyak di Desa.

Diselenggarakannya festival bertujuan mengkampanyekan keterbukaan informasi publik di masing-masing desa. Agar keterbukaan informasi bisa sampai ke masyarakat yang ada di desa-desa.

“Mari kita sukseskan Festival Desa Benderang Informasi Publik bersekala Nasional ini karena akan membawa serta harumkan nama NTB  di Indonesia,” kata Najamudin Amy.

AYA




Bank BJB Siap Dukung Program JKN-KIS Melalui Supply Chain Financing (SCF)

Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim

lombokjournal.com –

JAKARTA – BPJS Kesehatan melakukan penandatanganan dengan Bank BJB dalam Kerja Sama Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan Mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing).

Kerjasama itu untuk meningkatkan kemudahan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, serta pemanfaatan jasa dan produk juga layanan perbankan dalam rangka pembayaran tagihan pelayanan kesehatan fasilitas kesehatan (Faskes).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut dilakukan pada hari ini oleh Direktur Keuangan & Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso dan Direktur Komersial Bank BJB Suhartini di Jakarta Rabu (22/11).

Program Pembiayaan Tagihan Faskes mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambil alihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menjelaskan, kondisi saat ini, sesuai dengan peraturan yang berlaku BPJS Kesehatan melakukan pembayaran tagihan pelayanan kesehatan maksimal 15 hari kerja setelah berkas lengkap.

“Namun melihat kondisi yang terus berkembang dan untuk terus menjaga cashflow dari rumah sakit, kami bekerjasama dengan Bank BJB menawarkan program SCF ini, dengan harapan likuiditas dari faskes khususnya faskes swasta tetap terjaga serta memastikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS tetap berjalan, sambil menunggu verifikasi tagihan dari BPJS Kesehatan selesai,” ujar Kemal.

Sesuai dengan peraturan yang ada, BPJS Kesehatan berkewajiban membayar tagihan Faskes tingkat lanjutan maksimal N+15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap sesuai Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016, Pasal 38.

Faskes tingkat lanjutan dalam hal ini rumah sakit membutuhkan dana pembayaran klaim BPJS Kesehatan segera untuk belanja obat, alat medis, jasa medis dan operasional lainnya.

“Semoga Supply Chain Financing ini dapat segera kita realisasikan agar dapat membantu likuiditas keuangan Faskes tingkat lanjutan, sehingga pelayanan kesehatan terhadap peserta JKN-KIS di Faskes tingkat lanjutan juga dapat ditingkatkan secara berkesinambungan,” ujar Kemal.

Ka-eS (*)

(Sumber: Humas BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Kantor Pusat)




Presiden Joko Widodo Buka Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU

Rekomendasi-rekomendasi para ulama NU ditunggu pemerintah, apa yang harus dikerjakan, terutama terkait radikalisme dan redistribusi aset demi pengembangan ekonomi

MATARAM.lombokjournl.com — Presiden Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk pada upacara yang berlangsung di pelataran Islamic Center NTB, Kota Mataram, Kamis (23/11), pukul 15.09 WITA.

Pemukulan kendang dilakukan di atas panggung secara serentak bersama Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Panitia Robikin Emhas, dan Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Manshur.

“Dengan bismillahirrahmanirrahim, saya buka secara resmi Munas dan Konbes NU 2017,” kata Jokowi sesaat sebelum menabuh beduk.

Di hadapan peserta Munas-Konbes NU dan tamu undangan, Jokowi atas nama pemerintah mengapresiasi atas terselenggaranya Munas-Konbes NU 2017.

Pihaknya menunggu rekomendasi-rekomendasi dari para ulama NU, tentang apa yang harus dikerjakan oleh Pemerintah, terutama terkait radikalisme dan redistribusi aset demi pengembangan ekonomi.

Forum tertinggi kedua di NU setelah Muktamar ini mengusung tema “Menguatkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”. Tema ini dipilih atas dasar kegelisahan NU terhadap perkembangan kondisi terkini di Tanah Air.

“Pemilihan tema ini dilandasi oleh situasi kebangsaan kita yang diwarnai gejala erosi nasionalisme, akibat berseminya ideologi fundamentalisme agama yang memupuk radikalisme.  Serta dominasi ideologi fundamentalisme pasar yang memproduksi ketimpangan dan frustasi sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam situasi ekonomi di mana yang kuat memangsa yang lemah, sindrom kalah dan tersingkir, akan memicu radikalisme dan amuk sosial, yang bisa dibungkus dengan jargon-jargon agama.

Selain faktor paham keagamaan, deprivasi sosial-ekonomi jelas berperan penting di dalam tumbuhnya radikalisme.

Selain di Islamic Center NTB, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Qur’an, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Upacara pembukaan Munas-Konbes NU dihadiri ribuan orang, termasuk peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU.

Turut diundang pula para petinggi lintas partai politik, pimpinan ormas Islam, pejabat tinggi negara, peneliti, dan duta besar negara-negara sahabat.

Musyawirin (sebutan untuk peserta forum ini) akan tersebar di enam sidang komisi, yakni Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qanuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi.

AYA

 

 




Muslimat NU Diajak Jauhi Narkoba dan Tolak Radikalisme

Kofifah bertemu para Muslimat NU se-NTB, mengajak perbanyak amal soleh, karena amal soleh itu tidak bisa diambil siapa pun

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga sebagai Menteri Sosial RI, Hj Kofifah Indar Parawangsa, meminta seluruh Muslimat menjaga keamanan dan melarang ikut pergerakan apalagi kekerasan atau radikalisasi.

Kofifah menyampaikan itu saat menghadiri Munas dan Konbes NU di NTB, sekalian bertemu dengan para Muslimat NU se-NTB di Islamic Center NTB di Mataram, Kamis (23/11).

“Jangan sampai ada muslimat berniat ganggu NKRI, termasuk membuat gerakan yang merusak Pancasila,” ajaknya di Islamic Center di Mataram.

Menurutnya, tidak ada manfaatnya membuat pergerakan yang merugikan orang banyak apalagi negara. Lebih baik para kaum hawa perbanyak amal soleh karena, amal soleh itu tidak bisa diambil oleh siapapun termasuk Allah SWT

“Kalau harta kekayaan dikumpulkan, kapan saja bisa diambil karena itu barang titip, ” kata dia.

Selain menjaga keamanan, Muslimat jangan pernah mengenal yang namanya Narkotika, karena barang itu sangat membahayakan bagi kesehatan dan dapat menjatuhkan seseorang.

“Jika sudah masuk dalam genggaman atau pecandu narkoba, selain merusak akal sehat, bisa menjatuhkan dari kemiskinan, ” ujarnya.

Ketua Muslimat Pusat sekaligus Menteri Sosial itu memaparkan, Narkoba bukan hanya yang dijual berbungkus benih dengan harga selangit. Akan tetapi, ada juga jenis buah biasa, ada diperkampungan yang memiliki zat cetropika disebut “kecubung”.

Jika itu digoreng dibuat layaknya kopi, sama artinya dengan konsumsi narkoba yang dapat memabukkan.

“Jangan biarkan Otak dan pikiran terkontaminasi  zat adiktif. Hal itu dapat mengakibatkan kita jadi gila. Berikan hikmah yang baik kepada generasi penerus kita,” tutupnya.

AYA

BACA JUGA :