Siang Hari di Mataram, Lobar, KLU Aktivitas Petir Meningkat

MATARAM.lombokjournal.com — Aktivitas petir tercatat meningkat signifikan selama hujan, Rabu siang (19/4), di sejumlah wilayah di Lombok, NTB.

BMKG NTB mencatat aktivitas petir terjadi di sebagian wilayah Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara sejak pukul 14.00 Wita.

“Masyarakat kita imbau waspada,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Mataram, Semwilar, Rabu siang.

BMKG memperkirakan petir masih akan terjadi hingga usai hujan di Lombok Rabu malam.

AYA




Snorkling di Gili Air, Mahasiswa Ditemukan Tewas

Hilmy Andalan Syafriansyah, mahasiswa asal Pasuruan, Jawa Timur, ditemukan tewas, Selasa siang (18/4) di perairan Gili Air, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

MATARAM.lombokjournal.com — Korban diduga kehabisan oksigen saat melakukan snorkling di kawasan wisata tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal Selasa siang di perairan Gili Air,” kata Humas Basarnas Mataram, I Putu Cakra Negara, Rabu (19/4) di Mataram.

Berdasarkan laporan yang diterima, kronologis kejadian bermula Selasa pagi sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama temannya Anika Kristin dan Frida Vhile (Warga Negara Asing) yang menginap di hotel Osion Vive berangkat menuju perairan Gili Air untuk snorkling.

“Saat snorkling sekitar pukul 12.00 Wita, korban tidak muncul lagi ke permukaan,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan berada di dalam air dengan kondisi telungkup dan sudah tidak bernyawa.

“Korban dinyatakan meninggal dunia berdasar pemeriksaan Puskesmas Pembantu di Gili Air, dan jenazahnya langsung dibawa ke RS Kemala Hikmah di Mataram,” kata Cakra.

AYA




Siap Mundur Dari TNI; Kolonel Rudy Srigede Serius Maju di Pilgub NTB

Kolonel TNI Lalu Rudy Ilham Srigede menyatakan siap mundur dari TNI sebagai bentuk keseriusan untuk maju dan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur NTB 2018 mendatang.

MATARAM.lombokjournal.com  — Mantan Danrem 162 Wirabhakti Mataram, Kolonel TNI Lalu Rudy Ilham Srigede menegaskannya, Rabu (19/4), saat mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Gubernur di Kantor DPW PPP NTB.

“Saya siap mengikuti semua prosedur dan mekanisme dalam pencalonan termasuk siap untuk mundur dari TNI jika sudah mendapatkan dukungan dari partai,” kata Rudy.

Menurut dia, konsekwensi itu harus diambil sesuai dengan UU Pilkada dan Peraturan KPU bahwa ASN, anggota DPR, TNI, Polri harus mundur jika ingin menjadi calon dalam Pilkada.

Rudy menjelaskan, kesiapannya untuk mundur dari TNI tersebut juga sebagai jawaban atas  apa yang sedang berkembang di tengah masyarakat NTB, yang menanyakan tentang masih aktifnya dirinya sebagai anggota TNI.

“Bagi saya, maju di Pilkada NTB ini juga sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat, bukan hanya menjadi TNI,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desk Pilkada DPW PPP NTB, M Akri mengatakan, pengembalian formulir yang dilakukan oleh Lalu Rudy merupakan yang pertama dari enam orang yang telah mengambil formulir.

“Ini yang pertama mengembalikan formulir dari enam orang yang ambil formulir dan baru satu yang kembalikan,” ucapnya.

Menurutnya, Desk Pilkada PPP akan menunggu pengembalian formulir dari para bakal calon yang sebelumnya telah mengambil formulir hingga tanggal 12 Mei 2017 mendatang.

“Kita akan tunggu hingga nanti 12 Mei mendatang,”terangnya.

Akri juga mengingatkan agar semua bakal calon yang ingin mendapatkan dukungan dari PPP maka diharapkan untuk mengikuti mekanisme yang telah ditentukan karena jika tidak maka tim desk Pilkada tidak akan mengeluarkan rekomendasi.

AYA




Success story NTB Dalam Penyelenggaraan Event Besar, Menginspirasi PKK Sumbar

Succes Story Provinsi NTB dalam penyelenggaraan event-event skala nasional dan international seperti HPN atau Perhelatan MTQ tahun 2016 yang dinilai MTQ terjujur menginsiprasi daerah lain.

MATARAM.lombokjournal.com — Tak terkecuali Ketua TP. PKK Sumatera Barat Hj. Nevi Irwan Prayitno, melakukan serangkaian kunjungan kerja koordinasi penyiapan pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak PKK yang akan diadakan di Sumatera Barat tahun 2019.

Rombongan TP PKK Sumbar itu berkunjung ke NTB, Selasa, (18/4), diterima Ketua Tim Penggerak PKK Prov.NTB, Hj.Erica Zainul Majdi di Kantornya.

Hj. Erica Zainul Majdi, didampingi Ketua BKOW, Hj. Syamsiah Muh. Amin  dan Ketua Dharma Wanita  Prov.NTB, Hj.Rosiyadi Sayuti bangga, NTB dipilih sebagai daerah untuk berkoordinasi. Kunjungan koordinasi itu diapreasiasi.

“Acara HKG PKK  masih dua tahun lagi tapi persiapannya sudah dari sekarang,” ucapHj Erica saat menerima silaturrahmi Ketua TP. PKK Sumatera Barat di Pendopo Gubernur NTB.

Hj Erica yang juga Bunda PAUD itu menceritakan, Presiden RI memberikan memuji pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) di NTB tahun 2016 lalu. Hal ini bisa menjadi masukan pemilihan lokasi acara untuk HKG PKK tahun 2019 di Sumatera Barat.

HPN di NTB saat itu merupakan HPN terindah yang pernah ada. “HPN diadakan di pinggir pantai, yaitu pantaikuta Lombok Tengah dengan dukungan panorama alamnya yang sangat luar biasa,” ujar Hj. Erica.

Diceritakan juga pengalamannya saat persiapan pelaksanaan HKG PKK di NTB tahun 2016. Namun, diundur tahun 2017 karena adanya kebijakan anggaran. Di tahun 2017, persiapan dan koordinasi juga telah dilaksanakan dan dipersiapkans ecara matang namun kebijakan pemerintah pusat, HKG PKK tak jadi berlangsung di NTB.

Ketua TP. PKK Sumatera Barat dan rombongan mengaku mendapat informasi dan masukan-masukan penting yang diberikan oleh Ketua TP. PKK NTB beserta jajarannya.

“Walaupun kunjungan silaturahmi kami ini hanya setengah hari tetapi ilmu yang kami peroleh di NTB sangat luas,” tutupnya.

Rr.




PERSIT Chandra Kirana Berkontribusi Kesejahteraan Ibu Anak

Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi menilai, PERSIT Chandra Kirana berkontribusi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak di NTB.

MATARAM.lombokjournal.com – Selain itu, PERSIT juga bersinergi dalam pelaksanaan program-program kerja organisasi wanita di NTB.  Hj Erica memberikan apresiasi pada PERSIT yang program kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak,  terkoordinasi dengan baik.

Apresiasi atas komitmen dan kekompakan tersebut, disampaikan Hj. Erica saat menghadiri peringatan HUT ke -71 PERSIT Kartika Chandra Kirana diGedung Jenderal Soedirman KOREM 62 Whira Bhakti, Selasa(18/4).

Hj. Erica yang  hadir bersama Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, menegaskan PERSIT selama ini secara nyata memberi warna tersendiri bagi sumbangsih peran perempuan dalam pembagunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Selama ini PERSIT telah menjalankan fungsinya dengan sangat baik. Kalau kita melihat dari visi misinya, PERSIT sudah sangat baik di NTB,” ujar Hj Erica yang juga mengapresiasi organisasi wanita NTB yang punya tiga program inti, yaitu kesehatan ibu dan anak, kesejahteraan ibu dan anak, serta pendidikan ibu dan anak, yang semuanya terkoordinasi baik.

Dalam kesempatan sama, Hj. Syamsiah M. Amin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-71 kepada PERSIT Chandra Kirana berharap,  organissi ini eksis dalam meningkatkan program kerja yang berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“PERSIT Chandra Kirana berada di bawah BKOW, jadi tidak jauh beda dengan organisasi wanita lainnya, marilah kita terus bekerja sama dan bersinergi,” Harap Hj. Syamsiah.

Peringatan HUT Persit tahun ini mengangkat tema  “Semangat bhinneka Tunggal Ika, toleransi & kepedulian sosial guna mendukung tupoksi TNI AD”.

“Kami berharap, bertambahnya usia harus diikuti pula dengan kualitas pengabdian dari PERSIT Chandra Kirana,” harap Ketua Persit, Ny. Shally Farid Makruf.

Pembina PERSIT Chandra Kirana, Kolonel (Inf) Farid Makruf, MA, menitipkan harapan  kepada ibu-ibu, di luar kiprah sebagai anggota PERSIT Chandra Kirana, harus tetap disadari tugas mulia sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak-anak menjadi harapan bangsa dalam mendukung pembangunan.

“Ibu-ibu harus lebih kreatif dalam bekerja dan berkarir dalam membantu peningkatan kualitas kehidupan keluarga di daerah dan negeri ini,” kata Farid.

Rr




Keunikan “Tradisi Tarung” Peresean

Wagub NTB, Muh Amin menghimbau kepada para pepadu se-Pulau Lombok segera membentuk forum organisasi sebagai wadah mengekspresikan hobi menjadi petarung Peresean

MATARAM.lombokjournal.com – Peresean merupakan olahraga tradisi yang menjadi kebanggaan warga NTB, sehingga perlu dilestarikan. Masyarakat yang menjadi lini terdepan melestarikan budaya tersebut.

“Ketika masyarakat sudah tidak mau perduli lagi untuk menjaga kelestarian budaya, maka budaya itu akan tercabut dari akar rumput atau hilang dan tinggal sejarah saja,” ungkap Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin,SH.M.Si saat membuka Tarung Pepadu se Nusa Tenggara Barat (NTB) di Desa Parampuan, Kabupaten Lombok Barat, Senin (17/4).

Tradisi Peresean bagian dari kekayaan budaya yang unik. NTB selain sumber daya alam yang mempesona, juga memiliki daya pikat seni budaya dan tradisi. Ragam kekayaan itu menambah sempurnanya keindahan dan  keragaman wisata di Pulau Seribu Masjid.

Wagub berharap, tradisi Peresean harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai budaya yang sudah dikenal sebagai olah raga tradisional khas suku Sasak ini tercabut dari akar rumput.

“Mari kita kenalkan kepada generasi muda, olah raga yang keras namun penuh dengan nilai persahabatan,” ujar pria kelahiran Sumbawa itu.

Wagub berharap melalui sebuah wadah yakni Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarat Indonesia (FORMI), Kabupaten Lombok Barat mampu berkiprah dalam melestarikan olah raga di tengah-tengah masyarakat.

Ditegaskannya, pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya untuk kesejahteraan masyarakat.

Rr




Merawat Semangat Kebangsaan Dimulai Dari Sekolah

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH.M.Zainul Majdi  yang akrab disapa TGB membekali wawasan kebangsaan bagi siswa-siswi dan staf pengajar di SMA- Kesuma (SMA-K) di Cakranegara Kota Mataram, Selasa (18/4).

Mataram.lombokjournal.com —  TGB mengunjungi sekolah Katolik itu merupakan implementasi gagasan ideologis dalam menyuburkan nasionalisme dan kebhinekaan,  sebagai kekuatan membangun  NKRI melalui “Gerakan Merawat Semangat Kebangsaan”.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Drs.H.Suruji, kedatangan TGB disambut hangat Ketua Yayasan dan Kepala SMU-K, Rino bersama  Guru dan ratusan siswa-siswi yang mengelu-elukan kehadirannya. TGB yang datang terlambat menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya.

“Sebenarnya tadi pagi saya telah  janji hadir di sini jam 09.00 Wita, tapi ini lewat 30 menit, saya mohon maaf,”  kata gubernur  saat bicara di lembaga pendidikan yang berdiri sejak tehun 1965 itu.

“Ini tidak baik, jangan ditiru, ya,” pinta TGB, seraya mejelaskan keterlambatannya disebabkan karena ada tamu yang tak mungkin ditinggalkannya.

TGB mengaku sudah sejak puluhan tahun mengetahui yayasan pendidikan SMU-Kesuma itu. Eksistensi Sekolah  itu justru dikenalnya karena prestasi-prestasinya yang luar biasa. Sebelumnya, Kepala SMAK Kesuma banyak prestasi yang sudah dicapai.

“Kalau saat ini kalian berhasil menjadi Juara Basket, Gendang Beleq dan bahkan juara olimpiade sains Provinsi NTB, maka tahun depan jangan mau lagi juara provinsi, tapi jadilah juara nasional. Bahkan saya menantang kalian untuk menjadi duta Indonesia untuk menjadi juara internasional,” ujarnya menyemangati.

Cermin masa depan NTB dan Masa Depan Indonesia yang maju dan kuat, ada di Sekolah ini, tegasnya.  Sekolah ini mencerminkan keragaman yang lengkap. Semua suku, agama, adat istiadat, ras, warna kulit, dan semua perbedaan lainnya, namun Sekolah ini  tetap menjadi tempat belajar yang nyaman, aman dan berhasil meraih prestasi-prestasi yang hebat, ungkap TGB.

“Dari potret pahlawan kita di masa lalu kita dapat melihat keberagaman,” tutur TGB.

Dari segi pakaian, sisi agama, warna kulit dan semua keberagaman lainnya, namun mereka bekerja bersama untuk indonesia. Semua latar belakang yang berbeda tersebut, dikatakan gubernur sebagai modal membangun NTB dan indonesia.

Saat Gubernur menanyakan bagaimana sikap dan cara pandang para siswa menyikapi keberagaman, masing-masing siswa memberikan argumen berbeda. Misalnya, ada yang menekankan saling berhargai, toleransi, memahami dan saling mengerti.

Seorang siswa, bernama Edward, bertanya kepada gubernur bagaimana cara Gubernur menjaga NTB ini ke depan agar tetap aman. Dengan kondisi NTB yang beragam, pasti juga ada potensi chaos atau konflik antar warga.”Bagaimana caranya mencegah,” tanya Edwar.

Gubernur balik melempar untuk mendapat pandangan dari siswa, bagaimana cara mereka mengatasi jika terjadi konflik. Bagi siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya gubernur menyediakan hadiah khusus kepada mereka.

Gefi menjawab pentingnya sikap toleransi dan hati-hati serta menjaga sopan santun.  Dedit menambahkan  perlunya saling pengertian. Abre justru melihat pentingnya ada peraturan, karena dari peraturan itu akan menumbuhkan kesadaran disiplin sehingga tercipta keamanan.  Yeni menambahkan pentingnya kesadaran diri, serta sejumlah siswa lain berpendapat pentingnya musyawarah, saling memaafkan,  peran mediator dan menemukan akar permasalahannya.

Jawaban-jawaban siswa itu, menurut gubernur, saling melengkapi satu sama lainnya. Itulah hakekat keberagaman itu, menjadi modal kekuatan bersama.

“Memperbaiki diri dan peraturan, dua-duanya penting,” tegas gubernur..

Dialog wawasan kebangsaan diakhiri dengan penyerahan hadiah berupa beberapa paket buku, tentang Karya Anak Negeri yang memuat 25 kisah inspiratif dari NTB, “Ikhtiar tiada Henti” dan buku “Perempuan yang Hebat.”

Rr.




Kunjungi SMAK Kusuma, TGB Tekankan Semangat Kebangsaan

Saat berkunjung ke SMA Katholik (SMAK) Kusuma, Kota Mataram,   Selasa (18/4), Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menekankan pentingnya menumbuhkan dan merawat semangat dan nilai kebangsaan,

MATARAM.lombokjournal.com — Pesan itu disampaikan Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) di hadapan puluhan siswa SMAK Kusuma. Di sekolah swasta ini muridnya berasal dari etnis dan latar belakang yang beragam.

“Nilai kebangsaan itu kan perlu kita rawat sebagaimana kita merawat diri kita. Apalagi nilai kebangsaan adalah salah satu modal utama merekatkan Republik yang terdiri dari belasan ribu pulau, etnis dan agama yang beragam dari Sabang sampai Merauke,” kata TGB.

Gubernur mengatakan, lembaga pendidikan menjadi wadah paling strategis untuk memupuk dan merawat nilai kebangsaan, dan saling menghormati perbedaan dalam keberagaman antar etnis dan antar agama.

Dipaparkannya, para pelajar yang lulus dari sekolah dan nantinya keluar untuk bekerja akan memiliki dasar yang kuat tentang nilai Kebangsaan yang sudah ditanamkan di sekolah.

“Ketika di sekolah dia mendapatkan nilai kebangsaan yang kuat dan diingatkan untuk ber-Indonesia yang baik. Maka setelah keluarpun dia berkiprah pasti Nasionalisme dan Patriotismenya keluar akan jauh lebih baik dan lebih hebat lagi di masa depan,” katanya.

TGB juga mengingatkan semua pihak bahwa pertahanan dan ketahanan bangsa itu tidak semata menjadi milik pemerintah atau lembaga negara, melainkan tugas yang harus dilaksanakan oleh banyak pihak termasuk lembaga pendidikan dan para orang tua.

“Saya berharap  ketika lembaga pendidikan itu tersemaikan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, harus tulus menghargai satu sama lain. Tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain, semua kita sama. Inilah yang membentuk indonesia,” kata TGB.

AYA

 

 

 




NTB Butuh Inovasi BelajarYang Melibatkan Masyarakat

NTB membutuhkan program pembangunan seperti inovasi belajar (INOBEL) Australia yang menekankan pentingnya pelibatan dan pemberdayaan masyakat setempat.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH. M. Zainul Majdi menyatakan, di masa lalu banyak lembaga donor atau NGO yang membantu program di NTB. Namun, sebagian besar program itu tidak berkelanjutan.

“Selesai proyek, selesailah kegiatannya tanpa ada tindak lanjut,” kata Gubernur yang melihat tak adanya sustainable program bantuan seperti itu, sebab tidak adanya pelibatan masyarakat setempat.

Penegasan tersebut disampaikan TGB saat menerima kunjungan Team Leader Program Inovasi Belajar (INOBEL) Australia untuk NTB, Prof. Dr. Fasly Jalal yang juga mantan wakil Menteri Pendidikan RI di era Pemerintahan SBY, di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (17/4).

Fasly Jalal hadir didampingi seluruh Tim Project Manager untuk NTB dan Kadis Dikbud NTB, H.Suruji guna melaporkan progres Program inovasi belajar bagi para guru di seluruh Wilayah NTB  atas dukungan dari Program INovasi Indonesia-Australia.

“Saya sangat mengapresiasi dan melihat program ini beda dengan yang lain, yang sejalan dengan kebijakan daerah,” kata gubernur. Pelaksanaan proyek asing harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat, ujarnya.

Gubernur mengapresiasi pola Program  INOBEL Australia, karena mengedepankan peran sebagai stimulator dan fasilitator. Mereka tidak datang membawa ideologi baru tetapi berupaya memfasilitasi tumbuhnya berbagai inovasi dan kreasi dari guru-guru itu sendiri, mulai dari analisis masalah, penyusunan rencana dan strategi atau inovasi yang tepat.

Pelibatan dan penghargaan terhadap kreativitas setempat akan merangsang lahirnya inovasi-inovasi  baru sehingga tereflikasi secara  berkelanjutan.  Karenanya, gubernur menyatakan selalu welcome dan menyambut baik tiap program atau kerjasama dengan negara donor yang  bisa merangsang tumbuhnya inovasi masyarakat untuk kemajuan NTB.

“Tidak hanya infrastruktur yang perlu kita bangun,  tetapi juga sumber daya manusia dan masyarakat yang mengelola pembangunan itu perlu ditingkatkan”, tegasnya.

NTB membutuhkan kegiatan seperti ini yang hasil hasilnya nanti  bisa dikembangkan dan direplikasikan secara berkelanjutan oleh masyarakat secara mandiri.

Dijadwalkan, 25 Maret 2017 mendatang Gubernur NTB akan mencanangkan Temu Inovasi Daerah bagi Guru di NTB. Kegiatan itu dimaksudkan merangsang berbagai inovasi dan kreativitas mengatasi berbagai kendala pembelajaran yang masih dihadapi.

Setelah pencanangan Inobel, akan dilanjutkan dengan silaturrahim Gubernur dengan seluruh guru SMA/SMK dan SLB se-NTB.

Pada pertemuan tersebut, Prof. Fasly Jalal melaporkan hasil penelitiannya di seluruh kabupaten/kota se NTB , pendidikan di NTB dikatakan selangkah lebih maju dibandingkan di daerah lain, khususnya dalam menerapkan   metode perencanaan dan inovasi pembelajaran.

“Padahal program ini baru dalam tahap pengenalan,” papar Fasly Jalal.

Rr.

 

 

 




Memangkas Mental Korup Calon Politisi

Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) salah satu program pendidikan yang terjun ke dunia politik, mampu memberikan pemahaman yang baik tentang dunia politik bagi calon anggota legislatif. Sekaligus memangkas mental-mental yang koruptif.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si menganggap pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif.

“Sebagai mantan Ketua DPRD Sumbawa, saya melihat pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif,” ujar Wagub Amin saat menerima silaturrahmi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, di ruang kerjanya, Senin (17/4).

Harapannya, di masa depan terbentuk generasi politik baru yang lebih berintegritas.

Wagub menilai, program PCB sejalan dengan langkah Pempprov NTB yang berkomitmen mendidik generasi muda menjadi pemimpin di masa mendatang. Juga sejalan dengan upaya Pemprov NTB  mencegah berbagai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya kira lebih baik kita mencegah terjadinya kasus korupsi melalui pembinaan seperti ini,” tutur pria kelahiran Sumbawa tersebut.

Wagub juga menyampaikan berbagai program kerja instansi yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan korupsi mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif.

Ia mengapresiasi program PCB dan akan menindaklanjuti ke dinas terkait dalam hal ini Bakesbangpoldagri dan Dikpora.. Sebagai proyek revolusi mental yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo, pembinaan seperti ini patut dilakukan untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik.

KPK sejak tahun 2016 melaksanakan program pendidikan Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) untuk mendukung terbentuknya generasi politik baru yang lebih berintegritas. Tahap awal program ini baru dilaksanakan di 9 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sualwesi Selatan, dan Papua Barat.

Dari 9 Provinsi tersebut menghasilkan alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) berjumlah 434 orang. “Pada tahun 2017 ini, kami berencana menambah jumlah dan memperluas penyebaran alumni kelas Politik Cerdas Berintegritas,” ujar Sujanarko.

Berdasarkan data Tranparancy International Indonesia (TII) tahun 2017, DPR dipersepsikan sebagai lembaga terkorup dengan persentase 54%. Bisa dikatakan hampir separuh dari anggota DPR adalah koruptor. Sejak tahun 2016, tren calon kader partai politik (parpol) adalah pelajar dan mahasiswa. Program PCB ditujukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang berumur 15-25 tahun.

“Ini dimaksudkan agar ke depan generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik memiliki bekal yang cukup untuk menjadi politikus yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya.

Rr