Pelapor Kasus ITE Dirut Tripat Bantah Laporannya Terkait Piutang

Pihak pelapor kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Lalu Dede Apriyadi, membantah kasus yang dilaporkannya ke Mapolda NTB itu berkaitan dengan masalah hutang-piutang.

MATARAM.lombokjournal.com — Menurutnya kasus tersebut adalah kasus penghinaan dari pihak terlapor kepada dirinya, yang dilakukan melalui akun messenger facebook oleh terlapor Dirut PT. Tripat Lalu Azril Sopandi.

“Saya perlu menegaskan, pengaduan atau laporan yang saya ajukan pada Kepolisian Daerah Nusa Tenggar Barat, cq Diresskrimsus Cyber Crimes polda NTB adalah dugaan tindak pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 315 KUHP tentang Penghinaan Jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Lalu Dede Apriyadi saat ditemui wartawan di Kantor Pengacaranya di Mataram, Minggu  (19/3).

Ia mengaku, sangat keberatan atas perbuatan yang dilakukan oleh Lalu Azril Sopandi karena telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik serta telah menyerang kehormatannya.

“Yang mana hal tersebut dilakukan oleh Lalu Azril Sopandi melalui media elektronik (akun Facebook),” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Lalu Dede Apriyadi, Imam Sofyan menjelaskan, pihaknya perlu mengklarifikasi pemberitaan dan isu yang beredar beberapa waktu terakhir, bahwa laporan yang dibuatnya itu terkesan mengarah pada urusan hutang-piutang.

Imam menjelaskan bahwa kliennya merasa terganggu dengan maraknya informasi yang mengaitkan kasus ini dengan urusan hutang tersebut.

“Kasus yang dilaporkan klien kami ini tidak ada kaitannya dengan urusan hutang, isi pesan yang dikirim pihak terlapor melalui facebook-nya yang kami jadikan alat bukti pun sama sekali tak menyinggung masalah itu,” jelas Imam.

Sementara urusan hutang yang terkait dengan pihak terlapor, disebutnya tak bersinggungan langsung dengan pelapor.

Adanya urusan piutang tersebut, sejatinya adalah antara terlapor dengan pihak lain bernama Mudjitahidin. Pihak pelapor sendiri mengaku terlibat sebagai penjamin dalam urusan hutang-piutang ini.

Kasus ini sendiri kini sudah dalam penanganan Kepolisian di Direktorat Kriminal Khusus Mapolda NTB.

Meski demikian, pihak pelapor masih tetap membuka diri untuk berkomunikasi dengan piham terlapor. Jika masih ada niat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.

“Sempat kami bertemu dan berkomunikasi. Janjinya akan ada pertemuan lanjutan. Tapi sampai saat ini masih belum terjadi. Saya tetap open kok,” tukas Lalu Dede.

AYA




Standarisasi Pelayanan, TNGR Latih 100 Porter Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melatih sekitar 100 orang porter dan pemandu wisata di jalur pendakian Rinjani guna standarisasi pelayanan di kawasan wisata tersebut.

MATARAM.lombokjournal.com –– Kepala Balai TNGR, Raden Agus Budi Santoso  mengatakan,  untuk gelombang pertama sudah dilakukan pelatihan untuk 100 orang. “Gelombang selanjutnya akan menyusul,” katanya, Minggu (19/3) di Mataram.

Agus menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Forum Citra Wisata Alam Rinjani saat ini tercatat sedikitnya 860 orang porter dan pemandu wisata  yang sudah terdaftar menjadi pemandu wisata di jalur pendakian Rinjani.

“Jadi mereka ini akan kami latih bertahap, kami ingin dari situ dulu basicnya. Jadi kalau sudah ikut standarisasi pelayanan diantara mereka nanti pengunjung akan teredukasi dengan sendirinya oleh mereka,” katanya.

Menurut Agus, pelatihan standarisasi pelayanan dilakukan untuk memenuhi standar dasar bagi pemandu wisata minat khusus berupa pendakian gunung, khususnya Rinjani.

“Menjadi pemandu wisata untuk pendakian itu harus punya kompetensi misalnya kemampuan dan skil mendaki, termasuk juga  dalam mengelola sampah,”katanya.

AYA




Istri Sabar Mengaku Suaminya Stress Sepulang Kuliah di Denmark

Istri Sabar Nababan, warga BTN Kodya Asri, mengaku suaminya mengalami gangguan jiwa dan stress, sejak 2012 silam sepulang mengambil pendidikan S3 di Denmark.

Lambang Agama Angkasa Nauli (foto: NET)

MATARAM.lombokjournal.com —  “Jemaat HKBP dan tetangga disini juga sudah memahami kalau suami saya itu ada gangguan, agak stress,” kata istri Sabar, Rawato Purba, Minggu (19/3) di kediamannya di BTN Kodya Asri.

Menurutnya, meski tetap aktif mengajar sebagai dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram, namun Sabar hingga saat ini masih menjalani pengobatan rawat jalan di RSJ Mataram untuk gangguan jiwa yang dideritanya.

Rawato mengaku mengetahui apa yang diposting suaminya itu dalam akun Facebook Sabar Nababan. Tapi, sebagai istri yang sudah bertahun-tahun mendampingi Sabar, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak.

“Orang lain bisa bilang apa saja, karena mereka tidak tahu apa yang diderita suami saya. Mereka tidak berada dalam posisi saya sebagai istri,” tukasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian sudah meminta keterangan dirinya dan suaminya. Mereka juga sudah menyerahkan dokumen medis terkait kondisi kejiwaan Sabar Nababan.

GRA

 




Deklarasi Agama Baru, Polisi Minta Keterangan Sabar Nababan

    Pihak Kepolisian Sektor Ampenan, Kota Mataram, Minggu (19/3) meminta keterangan klarifikasi dan konfirmasi terhadap Sabar Nababan (46), warga BTN Kodya Asri, Mataram.

MATARAM.lombokjournal.com —  Sabar yang masih aktif sebagai dosen Fakultas Teknik di Universitas Mataram, ini dimintai keterangannya terkait deklarasi agama baru melalui akun Facebook miliknya.

“Kami sudah melakukan konfirmasi pada yang bersangkutan terkait status di akun FB itu,” kata Kapolsek Ampenan, Kompol R Sujoko Aman, Minggu sore (19/3).

Ia mengatakan, sebelumnya pihak kepolisian mendapat laporan dari masyarakat tentang status FB dengan akun bernama Sabar Nababan.

Melalui akun itu, Sabar menyatakan dirinya  mendeklarasikan agama baru, yaitu Agama “Angkasa Nauli”.  Sabar juga memposting dogma Agama Angkasa Nauli dan hal-hal yang berhubungan dengan aturan, peraturan, serta Tata Ibadah agama baru itu.

“Ada laporan masyarakat yang ditindaklanjuti Babinkamtibmas kami, dan kami coba klarifikasi,”katanya.

Menurut Sujoko, dari hasil konfirmasi dan klarifikasi itu diketahui bahwa Sabar Nababan yang masih aktif sebagai dosen di Universitas Mataram, itu diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Hal di diperoleh dari keterangan istri Sabar Nababan yang menyatakan suaminya masih menjalani pengobatan di RSJ Mutiara Sukma Mataram.

“Ya kami masih dalami. Keterangan istrinya itu yang bersangkutan ada gangguan kejiwaan,”katanya.

Menurut Sujoko, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Ampenan terkait masalah ini.

BACA : Istri Sabar Mengaku Suaminya Sress Sepulang dari Kuliah di Denmark

GRA




Napi Kasus Penipuan Kabur Dari Rutan Selong

Narapidana kasus penipuan dan penggelapan, Frengky Ardiyanto (30), kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Selong, Lombok Timur. Saat ini jajaran Lapas dibantu pihak kepolisian tengah memburu Frengky.

Frengky Adriyanto, narapidana yang kabur dari Rutan Selong.(Dok.Rutan Selong)

MATARAM.lombokjournal.com — Informasi yang diterima Lombok Journal menyebutkan, Frengky melarikan diri dari Rutan Selong pada Jumat sore (17/3), sekitar pukul 17.00 Wita.

Sebelumnya Frengky blok tahanannya untuk kerja di bengkel di dalam Rutan pada pukul 14.00 Wita. Namun saat petugas hendak mengembalikan ke blok tahanan sekitarpukul 17.00 Wita, Frengky ternyata sudah kabur.

Diperkirakan dia melarikan diri  melewati tembok keliling yang ada di bagian belakang dengan menggunakan kayu usuk sekitar 4 meter untuk memanjat tembok,” kata Kepala Rutan Selong, Kurnia Panji Pamekas, Sabtu (18/3).

Menurutnya, hingga kini petugas Rutan sedang melakukan pencarian, dan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian LombokTimur untuk memburu Frengky.

AYA




Fun Run 7 Km, Promosikan Event Rinjani 100

KONI NTB bersama, Dinas Pemuda dan Olahraga, dan manajement Rinjani 100,  Minggu (19/3) menggelar lomba lari matrahon amatir Fun Run 7 Km, di kawasan jalan utama Gunungsari hingga Pusuk Pass, Lombok Barat.

 

Ketua KONI NTB, H Andi Hadiyanto. (foto: AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal — Pantauan Lombok Journal, lebih dari 120 orang peserta turut meramaikan Fun Run 7 Km ini, Minggu pagi.

Lintasan Fun Run mengambil garis start di depan pasar Kekait, Kecamatan Gunungsari, dan terus menuju lintasan mendaki di jalan pusuk, hingga finish di Pusuk Pass, destinasi wisata yang juga menjadi pembatas wilayah Lombok Barat dan Lombok Utara.

Ketua KONI NTB, H Andy Hadianto mengatakan, selain untuk menumbuhkan minat dan bakat olahraga lari, Fun Run 7 Km itu juga digelar untuk mempromosikan event Rinjani 100 yang akan dilaksanakan pada 5-7 Mei mendatang.

“Event ini juga sekaligus pencanangan Rinjani100 untuk menjadi event sport tahunan di NTB dengan tajuk Lomba Lari Ultra Trail Internasional ,” kata Andi, Minggu (19/3).

Rinjani 100 merupakan marathon internasional yang sudah beberapa tahun ini digelardi kawasan Rinjani, Lombok.

Menurut Andi, pihaknya ingin mendorong RInjani100 menjadi salah satu event bergengsi olahraga lari dunia yang berpusat lokasi di Lombok.

“Kami ingn Rinjani 100 menjadi titik tolak Indonesia Sport Tourism, yang lokasinya di NTB,” katanya.

AYA




Wagub NTB: Jangan Ada Lagi Pemadaman Listrik

Wagub Amin meminta agar jangan ada lagi pemadaman listrik PLN di wilayah NTB, apalagi dengan alasan kekurangan daya.

LOMBOK BARAT .lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengapresiasi kinerja PLN yang terus melakukan peningkatan sistem kelistrikan di NTB.  Dengan daya mampu PLN NTB yang mencapai 318 MW dengan cadangan mencapai 61 MW, tak boleh lagi ada pemadaman listrik PLN di wilayah NTB, apalagi dengan alasan kekurangan daya.

“Jangan ada lagi pemadaman karena kurang daya. Ya kalau padam karena ada pemeliharaan atau kerusakan atau akibat gangguan bencana ya bisa dimaklumi,” kata Wagub Muhammad Amin, Sabtu (18/3) usai konferensi video peresmian MPP Jeranjang di Lombok Barat.

Amin mengatakan, kemampuan daya PLN saat ini akan menjadi katalisator yang baik bagi iklim investasi di wilayah NTB yang saat ini tengah bergiat membangun sektor pariwisata.

“Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dibutuhkan selain air dan jalan. Jadi dengan kesiapan listrik saat ini, kita punya cadangan 61 MW saya pikir NTB siap menerima kehadiran investor lebih banyak lagi,” katanya.

Ketersediaan listrik ini, menurut Amin, akan mengimbangi angka pertumbuhan industri pariwisata di NTB yang rata-rata mencapai 21 persen pertahun.

GRA




Rasio Kelistrikan di NTB Meningkat Jadi 77 Persen

Meski masih di bawah angka rata-rata nasional, namun rasio kelistrikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat  meningkat dari 73,83 persen di tahun 2015 menjadi 77,68 persen di tahun 2016.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Ada peningkatan rasio kelistrikan cukup baik di NTB dari 73,83 persen menjadi 77,68 persen. “Tapi memang masih dibawah rata-rata nasional yang mencapai lebih dari 80 persen,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, Sabtu (18/3) usai konferensi video peresmian MPP PLN Jeranjang di Lombok Barat.

Rasio kelistrikan merupakan prosentase masyarakat pelanggan listrik PLN dibanding jumlah penduduk di suatu daerah, yang menggambarkan seberapa luas masyarakat di daerah itu sudah bisa mengakses listrik PLN.

Machrizon menjelaskan, peningkatan rasio terjadi karena kemampuan daya PLN di wilayah NTB terus ditingkatkan, salah satunya dengan program 35 ribu MW listrik nasional dimana NTB mendapat jatah sekitar 500 MW hingga 2019 mendatang.

Ia menambahkan, hingga awal tahun 2017 ini tercatat pelanggan PLN di wilayah NTB mencapai 1,1 juta pelanggan, tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa. Saat ini, paparnya, dengan bertambah pasokan daya sebesar 50 MW dari MPP Jeranjang, maka kapasitas daya mampu PLN untuk wilayah NTB mencapai 318 MW, di mana beban puncak rata-rata berkisar 257 MW. “Kita masih memiliki cadangan sekitar 61 MW atau sekitar sepertiga dari beban puncak rata-rata,” katanya.

GRA




MPP PLN di Jeranjang Diresmikan Presiden

Mobile Power Plant (MPP) PLN berkapasitas 2×25 MW di Dusun Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Sabtu (18/3) menjadi salah satu dari MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Seremoni persemian 8 unit MPP tersebar dengan total kapasitas 500 MW dan 9 infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat, dipusatkan di lokasi MPP Mempawah 4 x 25 MW yang terletak di Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

Sementara di lokasi MPP Jeranjang, Lombok Barat, proses peresmian disaksikan melalui konferensi video langsung, yang dihadiri Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, didampingi  General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat, Mukhtar, dan sejumlah pejabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama,serta masyarakat sekitar kawasan.

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri menjelaskan, kehadiran MPP Jeranjang sebesar 2 x 25 MW berdampak positif pada keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok.

“Saat ini kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 318 MW dengan beban puncak mencapai 257 MW. Sehingga saat ini Pulau Lombok mengalami cadangan daya sebesar 61 MW,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan daya yang cukup besar ini dapat mendorong peningkatan investasi di Pulau Lombok. Mengingat Lombok adalah salah satu destinasi favorit wisatawan  baik asing maupun domestik.

Sehingga infrastruktur kelistrikan sangatlah penting untuk menarik investor. Investor tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Lombok, karena listrik di NTB sudah siap,” kata Machrizon.

Delapan unit MPP yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu siang (18/3) antara lain:

  1. MPP Jeranjang- Lombok, kapasitas ( 2 x 25 MW) yang telah beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.
  2. MPP Air Anyir- Bangka, kapasitas (2×25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016
  3. MPP Tarahan – lampung (4×25 MW) beroperasi sejak 29 september 2016
  4. MPP Nias (1×25 MW) Mulai beroperasi pada 31 oktober 2016
  5. MPP balai Pungut-Riau, kapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016
  6. MPP Suge- belitung (1×25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016
  7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3×25 MW) mulai beroperasi sejak 9 desember 2016.
  8. MPP Pontianak kapasitas (4×25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.

Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalu penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak di groundbreaking oleh Presiden pada semester awal 2016 lalu.

“Pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari 8 triliun rupiah. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW,”kata Machrizon.

GRA

 




Wagub; Perawat Ujung Tombak Kesehatan

Selain dokter dan bidan, perawat menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com — Wagub Amin meminta agar momentum hari peringatan PPNI tahun ini harus bisa dijadikan sebagai ajang Introspeksi dan evaluasi bagi PPNI, “Perawat juga ujung tombak kesehatan, terutama di sejumlah unit layanan kesehatan vital seperti puskesmas dan rumah sakit,” katanya, hari Jum’at (17/03)

Wagub mengatakan, salah satu tolak ukur keberhasilan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat adalah kualitas pelayanan tenaga medis kepada masyarakat. “Termasuk sejauh mana perawat kita memberikan kualitas pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Karena itu,  diharapkannya agar seluruh perawat khususnya di wilayah NTB, terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya, guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di bidang pelayanan kesehatan.

“Kualitas Pelayanan yang baik ditambah kompetensi yang bagus, menjadi bagian penting bagi perawat dalam rangka meningkatkan derajat dan kualitas hidup masyarakat” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi NTB,  Panca Yunita mengatakan, pihaknya  terus berupaya mendukung program pemerintah meningkat kualitas dan derajat kesehatan masyarakat di NTB.

“Baik melalui peningkatan kemampuan dan kompetensi tenaga perawat yang ada maupun penyeberangan tenaga medis secara merata terutama darah terpencil dan pedesaan,” katanya.

Dipaparkan, saat ini jumlah perawat di NTB yang tersebardi seluruh rumah sakit pemerintah maupun swasta termasuk klinik di 10 daerah Kota/Kabupaten sewilayah NTB mencapai 104.318 orang perawat.

AYA