Silaturahmi Organisasi Wanita

MATARAM – lombokjournal.com

Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua BKOW Provinsi NTB Hj. Syamsiah M. Amin, dan Ketua Dharma Wanita Provinsi NTB Hj. Siti Aisyah bersilaturrahim dengan seluruh pengurus TP. PKK dan organisasi wanita di Provinsi NTB. di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (16/7).

silaturahmiorganisasiwanita16juli2

Ketua Dharma Wanita Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin mengatakan, silaturahmi ini maknanya sangat besar. Menurutnya, dalam berorganisasi praktek beda pendapat selalu terjadi.

“Karena itu, dalam momen seperti ini marilah kita saling maaf-memaafkan. Manusia pasti ada kekhilafan. Jangan ada dendam diantara kira,” ujarnya pada saat Halal Bi Halal

Hj. Syamsiah M. Amin tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Ketua Organisasi Wanita beserta pengurus yang telah bekerja sama dalam usaha mendukung kegiatan pemerintah melalui kegiatan kemasyarakatan.

Rer

(Foto: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)




Kebanggaan Membangun Daerah

MATARAM – lombokjournal.com

Gubernur TGH M Zainul Majdi menyinggung pentingnya mencari soal marwah daerah.  Hal itu disampaikannya dalam acara hal bilhalal bersama Keluarga besar Ikatan Keluarga Sumbawa yang berlangsung di Gedung Graha Cipta Kota Mataram, Sabtu, (16/07).

Gubernurkeluargasumbawa16Juli3Gubernurkeluargasumbawa16Juli2

“Salah satu marwah yang kita miliki saat ini adalah banyaknya tokoh-tokoh nasional yang berasal dari NTB, khususnya Sumbawa,” jelas gubernur yang mendapat sambutan hangat keluarga besar Sumbawa.

Acara halal bilhalal penuh suasana kekeluargaan itu dihadiri Anggota DPR RI, Dr. Julkiflimansyaf dan Bupati Sumbawa, Husni Jibril, B.Sc. Selain itu juga hadir mantan Wagub NTB Badrul Munir.

Salah satu tokoh nasional asal Sumbawa, Dr. Zulkiflimansyah, mengaku mengagyumi kiprah Gubernur Majdi dalam membangun NTB, khususnya Pulau sumbawaa.  “Terima kasih Pak Gubernur telah mendukung pembangunan manusia NTB, khususnya Sumbawa. Kami akan merubah Indonesia ini dari Sumbawa.,” kata Dr Zulkifllimansyah.

Suk.

(foto: Biro Humasa dan Protokol Setda Pemprov NTB)

 

 

 




Gubernur TGH M Zainul Majdi Ajak Memuliakan Majelis Ilmu

MATARAM – lombokjournal.com

Ajakan untuk  memuliakan dan memakmurkan  madrasah  dan majlis ilmu disamp[aikan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, saat halal bil halal di Pondok Pesantren Darul  Abidin Grisak Smangglang Sakre, hari Kamis (14/07). Sebelum menyampaikan tauziyahnya, gubernur mengawali silaturrahminya dengan melakukan kegiatan ngurisan yang diikuti puluhan bayi hingga anak-anak.

gubernurhalalbilhlalponpes15Juli3

Dalam Tauziyahnya di ponpes itu, Gubernur Majdi mengajak seluruh masyarakat agar  memuliakan madrasah sebagai tempat belajar anak-anak.  Sebab anak-anak yang belajar di ponpes merupakan embrio lahirnya generasi yang akan membesarkan syiar agama.

“Siapa saja, kata Allah,  yang suka mensyiarkan,  memulikan dan membesarkan syiar agama, memakmurkan majlis majlis ilmu,dan memakmurkan masjid  dan musallah, itu tanda di dalam hatinya ada ketakwaan,” ungkap gubernur.

Dan Taqwa merupakan modal yang paling pokok dalam kehidupan ini adalah Taqwa. Dalam keadaan apapun mau bawalah iman dan Takwa, pesannya.

Hari Kamis, Gubernur TGH. HM. Zainul Majdi mengahdiri  undangan Halal Bihalal yang diselenggarakan dua lembaga  sekaligus. Setelah mengunjungi Yayasan Pondok Pesantren Al Baqiyatussolihat NW Sikur  Pimpinan Tuan Guru Kiyai  Muhammad Husnan, SS, dilanjutkan ke Yayasan Pondok Pesanteren Darul  Abidin Grisak Smangglang Sakre Barat  yang dipimpin oleh  TGH Zainal Abidin QH,SH.

Kehadiran gubernur di kedua tempat itu disambut suka cita masyarakat  yang ada di lingkungan pondok pesantren. Kedatangan gubernur disambut santri dengan berebutan untuk sekedar bersalaman.   Kerinduan para santri di kedua pondok itu untuk bertemu dengan idolanya  tertepenuhi dengan hadirnya   TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang  (TGB).

Di Pondok Pesantren Al Baqiyatussolihat NW Sikur, gubernur memberikan Tauziyah  tentang pentingnya   hablumminallah dan hablumminannas, serta menjaga serta memperkuat pondasi silaturrahmi. “Kemudiam memhohon kepada Allah swt agar di berikan petunjuk dan pedoman supaya tidak tersesat sebagaimana dalam surat al fatehah ”Ihdinssirotal Mustaqin”, pungkasnya.

Dalam silaturahmi di kedua ponpes itu Gubernur NTB menyerahkan  bantuan  kepada Pimpinan Ponpes baik  di Yayasan Pondok Pesantren Al Baqiyatussolihat NW Sikur  Pimpinan Tuan Guru Kiyai  Muhammad Husnan, SS. dan Yayasan Pondok Pesanteren Darul  Abidin Grisak Smangglang Sakre Barat  yang dipimpin oleh  TGH Zainal Abidin QH, SH.

Rer

(Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)

 




Silaturrahmi Purna Praja NTB

MATARAM – lombokjournal.com

Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Nusa Tenggara Barat menjadikan momentum Bulan Syawal 1437 H sebgaai ajang mempererat silaturrahmi segenap  keluarga besar Praja dan Purna Praja STPDN/IPDN dari Nusa Tenggara Barat. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Moh Amin., SH, M.Si menjadi tamu kehormatan dalam kegiatan tradisi Korps Purna Praja sekaligus acara Halal Bihalal tersebut.

wagubpurnapraja14Juli2

Wagub Muh Amin memberikan arahan dan motivasi kepada Purna Praja yang telah menjadi Aparatur di Pemerintah Provinsi maupun kabupaten/Kota di NTB. Arahan dan motivasi juga ditujukan kepada Praja yang masih menempuh pendidikan di IPDN.

Dengan penuh bangga, Amin mengungkapkan apresiasi kepada seluruh alumni yang selalu menjalin kekompakan dan terus menjaga silaturrahminya.  Menurutnya, kekompakan merupakan modal utama membangun daerah.

wagubpurnapraja14Juli3

“Hubungan Alumni sebagai perekat bangsa dapat memudahkan koordinasi antar pemerintah daerah” ungkap Wagub Muh Amin.

 

Rer

(Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)

 




KH Said Aqil Siradj Puji Toleransi Antaragama di NTB

MATARAM – lombokjournal.com

Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, mengagumi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai daerah yang kerukunan dan toleransi antar umat beragama terbina baik. Said mengajak umat Islam di NTB mencintai dan memperjuangkan tanah air, mencontoh para ulama pendiri organisasi-organisasi Islam Indonesia

KH Said Aqil Sirodj menyampaikan itu saat silaturrahmi dan halal bil halal bersama Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Rabu (13/07). Acara tersebut dihadiri para Pimpinan Podok Pesantren di NTB, Tokoh Agama dari berbagai organisasi dan Tokoh Etnis di NTB.

AqilsiradjNTB13Juli12

“NTB merupakan kemah besar bagi penduduknya, sebagai daerah mayoritas Muslim kita memiliki misi tatanan hidup harmonis dan saling melengkapi,” kata Said Aqil Sirodj

Di hadapan tamu undangan dan seluruh masyrakat, Said Aqil Siradj mengajak untuk mencintai dan memperjuangkan tanah air, mencontoh para ulama pendiri organiasi-organisasi Islam Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah dan Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri Nahdatul Wathan (NW) yang tidak lain merupakan organisasi Islam terbesar di NTB.

Ditegaskannya, memperjuangkan tanah air sama dengan memperjuangkan agama. “Demikian sebaliknya, memperjuangakan agama sama dengan memperjuangkan tanah air,” ujar Said yang saat itu mengungkapkan dukungannya pada kepemimpinan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang dinilainya sebagai pemimpin yang bersih dan jujur.

Pada kesempatan sama, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi mengatakan, kunjungan Said Aqil Sirodj mengokohkan nilai-nilai kemanusian agar hidup rukun.

“Kehadiran beliau memberikan dorongan moril bagi masyarakat NTB. Ini menunjukkan bahwa kita dapat dukungan tokoh-tokoh untuk membangun NTB,” kata Gubernur Majdi.

Suk (Foto: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)

 




Wagub Muhammad Amin Ikut Merayakan Lebaran Topat

MATARAM – lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si beserta istri, Hj. Syamsiah Muh. Amin menghadiri acara perayaan “Lebaran Topat” yang digelar Pemkab Lombok Barat di Pantai Duduk, Sanggigi, Batu Layar, Lombok Barat, Rabu (13/07). Tradisi Lebaran Ketupat atau oleh masyarakat Sasak di Lombok biasa disebut “Lebaran Topat” berlangsung turun-temurun.

wagublebarantupat13juli2

Dalam perayaan “Lebaran Topat” untuk merayakan kemenangan puasa sunat di bulan Syawal itu, Wagub Muhammad Amin  diberikan kehormatan untuk menyantap pertama gunungan ketupat yang disiapkan panitia.

Perayaan Lebaran Topat tersebut dianggap sebagai rangkaian kegiatan merayakan Idul Fitri. Selain itu, dalam perayaan itu juga terkandung maksud mempertahankan tradisi bernuansa agama bagi masyarakat Sasak di Lombok.

Seperti diketahui, usai perayaan Idhul Fitri, masyoritas umat Islam di Lombok melanjutkan puasa seminggu setelah puasa Ramadan yang biasa disebut sebagai puasa Syawal. Untuk mensyukuri berakhirnya puasa sunah tersebut, masyarakat di Lombok melaksanakan lebaran kedua setelah Idul Fitri yang disebut dengan nama Lebaran Ketupat atau Lebaran Topat.

Perayaan Lebaran Topat di Lombok sangat meriah, khususnya di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Kemeriahaan perayaan usai puasa sunat itu karena ada keutamaan puasa di bulan Syawal. Ritual keagamaan secara simbolik dalam tradisi Lebaran Topat, di antaranya mencukur rambut bayi yang biasa disebut ngurisan. Tradisi ini diyakini, kelak anak tersebut menjadi manusia yang saleh.

Selain itu, dalam perayaan Lebaran Topat umumnya dibarengi dengan kegiatan berziarah ke makam para wali /ulama yang berjasa membawa agama Islam ke Pulau Lombok. Di Kota Mataram, masyarakat biasanya akan datang merayakan Tradisi Lebaran Ketupat ke dua tempat bersejarah, yaitu Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq di Tanjung Karang.

loangbaloq2
Di makam Loang Baloq

loangbaloq1

Pada kegiatan perayaan Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berlokasi tepat di sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak penuh sesak oleh peziarah sejak pukul pagi hari hingga menjelang petang. Selain memanjatkan doa, mereka juga berebutan untuk mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat tersebut.

Suk. (Foto: Bro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)




Matangkan Persiapan MTQ Nasional, Gubernur Tinjau Islamic Center

MATARAM – lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi dan Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH.M.Si meninjau Islamic Center yang dijadikan venue utama perhelatan MTQ Nasional ke XXVI, tanggal 27 Juli 2016 mendatang. “Insya Allah, kita akan terus evaluasi persiapan MTQ sedetail-detailnya,” ungkap gubernur.

GUBERNUR DAN WAGUB TINJAU ISLAMIC CENTER,13Juli1 GUBERNUR DAN WAGUB TINJAU ISLAMIC CENTER,13Juli3

Gubernur dan Wagub meninjau beberapa lokasi seperti lokasi untuk mimbar tilawah, lokasi panggung, lokasi untuk tempat duduk VIP, lokasi Pameran Peradaban Islam, lokasi yang dijadikan tempat parkir serta instalasi listrik yang dibutuhkan.

Sedang Wakil Gubernur NTB, sebagai Ketua Umum MTQ Nasional tersebut, menjamin persiapan venue tersebut akan rampung paling lambat tanggal 20 Juli 2016 mendatang.

“Saya optimis, MTQ ini akan berjalan lancar dan sukses sesuai harapan kita semua. Apalagi MTQN di NTB kali ini memiliki kegiatan yang berbeda dengan MTQN di daerah lain sebelumnya,” jelas wagub saat diwawancara media.

Wagub minta SKPD terkait segera merampungkan secara detail tanggung jawab masing-masing SKPD. Diharapkan, pada hari pelaksanaan kegiatan tidak terdapat kendala.

Tampak mendamping gubernur dalam tinjauan lapangan tersebut, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, .Ph.D. Turut hadir juga saat itu kepala SKPD terkait untuk melihat langsung perkembangan Islamic Center .

Rer

(Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)




Seni Dari Kolaborasi Sosial

Dari Workshop Kelas WAH – Pasir Putih

LOMBOK UTARA – lombokjournal.com

 Kolaborasi antar seniman dan masyarakat dalam proses kreatif, menjadi topik workshop kelas WAH yang diselenggarakan komunitas Pasir Putih di Pemenang Lombok Utara,  7 – 9 Juli lalu. Empat orang ‘seniman-aktivis desainer sosial’ dari Polandia, berdiskusi dengan seniman dan pegiat seni di Lombok. “Seniman harus membuka diri, dan mampu menjawab tantangan kreatifnya,” kata Marriana Dobskowska.

Polandia, workshop1polandia,workshop6

Selain Marriana Dobskowska, seorang kurator untuk program-program residensi, proyek-proyek seni dan pameran, ada empat orang lainnya juga dari Polandia. Mereka adalah Iza Rutkowka, seniman, desainer dan aktivis sosial, dan Krzysztof Lukomski, dosen dengan gelar PhD di University 0f Art, Poznan Polandia, dan art director  di ShortWave Film Festival.

Kemudian Alicia Rogalska, seniman fotografi yang lahir di Polandia tapi saat ini berbasis kerja di London, yang menekuni  proyek-proyek seni yang melibatkan partisipasi dan kerjasama masyarakat. Ada lagi Maciej Siuda, arsitek yang meraih sarjana Cum Laude dari Universitas Teknologi Wroclaw.

Bulan Juni lalu, kelima orang itu mengambil bagian dalam kegiatan ‘Pameran dan Program Publik’ di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, serta di beberapa lokasi di sekitar Galeri nasional, yang dikuratori Marriana Dobskoska. Pameran itu dalam proyek ‘Desain Sosial Bagi Kehidupan Sosial’.  Maciej Siuda, yang tahun 2015 pernah berkolaborasi dengan Jatiwangi Art Factory (JAF), dalam pameran itu memberi workshop ‘kekuatan berbagi sebagai alat evolusi’.

Kehadiran lima orang dari Polandia di komunitas Pasir Putih di Pemenang itu membuka kesempatan berbagi pengetahuan dan pengalaman, baik bagi tamu dari Polandia itu sendiri maupun seniman-seniman Lombok, termasuk warga setempat.  Selama tiga hari, mulai Kamis, 7 Juli 2016, sampai Sabtu, 9 Juli 2016, berlangsung mulai pukul 2 siang hingga pukul 5 sore (diskusi sering hingga larut malam). Diskusi intens terbagi menjadi tiga kelas, yaitu ‘Kelas Ruang Publik’ dengan pemateri Iza Rutkowka dan Kris Lukomski, ‘Kelas Photografi’ oleh Alicia Rogalska dan ‘Kelas Ruang dan Teater’ oleh Mariana Dobkowska dan Maciej Siuda.

Mengingat pengalaman dan latar belakang para seniman dari Polandia itu, sebenarnya bisa menjadi kawan diskusi intens bagi para seniman atau pengiat seni di Lombok.  Tapi memang sayang, mungkin waktunya yang dekat  lebaran Idhul Fitri, kegiatan itu ramai diikuti pada awal kemudian pesertanya menyusut di hari berikutnya.  Apalagi  seniman-seniman Lombok (di luar Lombok Utara) yang telah banyak bekerja dengan masyarakat,  tidak tampak terlibat.

polandia,workshop4

Kehadiran seniman Polandia untuk mengisi kegiatan ‘KelasWah’ yang berlangsung tiap bulan dari komunitas Pasir Putih ini memang penting untuk berbagi (sharing), khususnya konteks seni kontemporer yang peduli sosial yang tak mengabaikan konteks historis dan pemahaman kenyataan kemasyarakatan. Diskusi yang intens akan menghasilkan gagasan yang bisa menjadi pijakan atau dasar proses kreatif dan berkarya.

Maciej Siuda, yang punya pengalaman memberi konsultasi arsitek untuk publik, memandang kekuatan ‘berbagi’ (sharing) menjadi alternatif positif dari trend global yang memandang kompetisi semata-mata sebagai bahan bakar kemajuan. Filsuf Polandia, Zygmunt Bauman, pernah memandingkan, bila dia memberi seseorang satu dolar dan sebaliknya orang itu memberinya satu dolar, masing-masing hanya memiliki satu dolar. “Jika saya memberimu ide dan kamu memberikan idemu, maka kita masing-masing akan memiliki dua ide,” kata Zygmunt Bauman yang dikutip Maciej Siuda.

Marriana Dobskowska, dalam percakapan di akhir workshop menambahkan tentang pentingnya seniman membangun kolaborasi dengan masyarakat untuk menumbuhkan kepekaan sosial. “Hubungan dengan kehidupan sosial menjadi bagian kreativitas seni,” katanya.

Menurutnya, seni kontemporer tak membatasi ruang kreativitasnya, semata-mata di media kanvas, galeri, studio atau panggung. Berdedikasi untuk kesenian, berarti harus selalu mengerjakan praktis sosial. Dengan membuka diri, seniman akan makin terbuka wawasan pengetahuannya.

Marriana Dobskowska dan Muhammad Sibawaihi
Marriana Dobskowska dan Muhammad Sibawaihi

“Seniman seharusnya tak berhenti di zona aman. Seniman harus menjawab tantangan kreativitasnya,” kata Marriana.

Ka-eS.

 

 

 

 




Gubernur, “Saling Memaafkan Merupakan Energi Besar.”

MATARAM – lombokjournal.com

Halal bil halal seluruh SKPD lingkup Provinsi  NTB di hari pertama masuk kantor, berlangsung di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (11/7). Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi pada kesempatan itu menekankan arti penting saling memaafkan.

Momentum Idul Fitri  menjadi kesempatan yang baik untuk saling memaafkan, antara pimpinan dan seluruh jajarannya. “Saling memaafkan merupakan energi besar bagi pemerintah untuk mensukseskan Visi Nusa Tenggara Barat ke depan,” kata gubernur. Semangat hari pertama masuk kantor bagi yang mulai bekerja setelah libur lebaran.

Gubernurhalalbilhalal12Juli2Gubernurhalalbilhalal12Juli1

Usai acara Halal Bil Halal, Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin,SH. M.Si bergerak cepat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa SKPD Lingkup Pemprov NTB, Senin, (11/07). Dalam sidak itu wagub hendak memastikan, pelayan berjalan lancar setelah enam hari libur dalam rangka Idul Fitri 1437 H.

“Alhamdulillah, rata-rata 100 persen tingkat kehadiran ASN di setiap SKPD,” ungkap Wagub saat itu.

(Biro Humas dan Protokol Sekda PemprovNTB)




Sembako BKOW Untuk Kaum Dhu’afa

MATARAM – lombokjournal.com

Menjelang Idhuel Fitri, Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan Bakti Sosial (Baksos) dengan membagikan sejumlah paket sembako secara gratis kepada lansia dan fakir miskin.  300 paket sembako di jalan-jalan raya.

BKOW bagi2sembako3Juli4BKOW bagi2sembako3Juli3

 

Ketua BKOW Provinsi NTB HJ. Syamsiah M. Amin saat ditemui di sela-sela kegiatan bakti sosial bagi-bagi sembako, hari Minggu (03/7), mengatakan pembagian sembako sengaja di lakukan di jalan raya. Paket Sembako yang dibagikan berisikan  beras, gula, kopi, tepung terigu, minyak goreng dan mi instan.

‘’Alhamdulillah, tahun ini kami menyalurkan  sekitar 300 paket  sembako, kepada fakir miskin dan anak yatim melalui pondok-pondok pesantren,’’ jelas Hj Syamsiah.

Hari Minggu, sasaran pembagian yang terakhir sengaja mengambil lokasi di beberapa jalan raya di Kota Mataram, karena banyak ibu-ibu lansia yang tidak terduga mungkin jarang diberikan oleh orang

Menurutnya, kaum dhua’fa adalah golongan manusia yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan, kelemahan, ketidakberdayaan, dan penderitaan yang tiada putus. Hidup mereka yang seperti itu bukan terjadi dengan sendirinya, namun ada faktor yang menjadi penyebab.

Menurut Hj. Syamsiah, pemberian sembako itu ditujukan kepada kaum ibu yang sudah lansia dan fakir miskin yang sudah bekerja namun belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

‘’Kita sengaja memberikan kepada mereka, karena mereka saya rasa sasaran yang paling tepat  yang harus kita berikan dan kegiatan ini sangat bagus yang harus dilaksanakan bagi siapa saja yang punya kelebihan. Setiap tahun diberikan kepada fakir miskin anak yatim dan lansia’’ katanya

Bakti sosial memang sudah menjadi program rutin dan bentuk peduli BKOW terhadap masyarakat yang kurang mampu, fakir miskin dan anak yatim untuk meringankan kebutuhan mereka, khususnya dalam menghadapi hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

Suk

(foto: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)