Ribuan Anak Dari Berbagai Daerah Rayakan Puncak HAN 2016 di Mataram.
MATARAM – lombokjournal.com
Sekitar 3000 anak, dari berbagai forum anak, anak-anak berkebutuhan khusus, anak yatim piatu, anak jalanan, bahkan anak yang tengah menjalani proses hukum, meramaikan puncak kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, NTB, Sabtu (23/7). Sayangnya, di tengah kemeriahan acara HAN itu, keikutsertaan anak dari NTB justru sangat sedikit.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise,”Terimakasih Kota Mataram.”
“3.000 anak dari seluruh penjuru nasional memeriahkan puncak HAN 2016 yang dilaksanakan di Kota Mataram,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, saat memberi sambutan.
Rangkaian kegiatan HAN tahun ini tidak hanya diselenggarakan di Kota Mataram, namun juga berlangsung di seluruh daerah.Bahkan perwakilan anak di luar negeri juga turut memeriahkannya.
Namun ada yang istimewa bagi Kota Mataram. Baru kali ini kegiatan HAN diselenggarakan di luar Istana Negara. Dan Kota Mataram menjadi tuan rumah yang pertama dalam puncak perayaan HAN. Karena itu, Menteri Yohana Susana Yembise mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Mataram sebagai tuan rumah.
Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani naik Cidomo bersama Hj Erica Zainul Majdi
“Terima kasih kepada Kota Mataram, khususnya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh telah memberikan fasilitas dan mendampingi kegiatan HAN 2016 hingga pelaksaan hari puncak,” ucap Menteri Yohana..
Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan dalam kesempatan sama menyampaikan kegiatan HAN di Kota Mataram tidak hanya sekadar seremonial saja. HAN menjadi memotivasi bagi orang tua untuk melindungi anak-anaknya.
“Sehingga anak-anak memiliki hak untuk dilindungi serta berpatisipasi sesuai dengan harkat dan martabatnya,” kata Puan yang sempat diajak naik cidomo (dokar khas Lombok) bersama isteri Gubernur NTB, Ny Hj Erica Majdi..
Kecewa Penyelenggaraan
Di tengah kemeriahaan acara perayaan puncak kegiatan Hari Anak Nasional (HAN), muncul kekecewaan acara tersebut. Kekecewaan itu justru muncul dari Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PAI), Aris Merdeka Sirait.
Pasalnya, partisipasi anak-anak dari NTB sebagai tuan rumah, justru sangat sedikit.\ dilibatkan pemerintah. Padahal perayaan HAN menjadi momentum anak-anak untuk menyampaikan prsoalannya.
Padahal ada alasan khusus kenapa puncak acara HAN berlangsung di Lombok. “58 persen kekerasan terhadap anak terjadi di Lombok. Karena itu Lombok (Kota Mataram, red) menjadi tuan rumah,” ujar AristMerdeka Sirait.
Lebih dari itu, Ketua Komnas PAI juga menyesalkan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam acara Puncak HAN itu. “Ini menandakan, pemerintah belum memprioritaskan perlindungan terhadap anak,” tegas Aris.
Suk
(Foto: Humas Setda Pemprov NTB)
Kuliah Umum Wapres Jusuf Kalla di Sumbawa
SUMBAWA – lombokjournal.com
Wakil Presiden (Wapres) RI H. M. Jusuf Kalla memberikan kuliah umum dengan tema “Strategi Membangun Dunia Kewirausahaan”, di Universitas Samawa (Unsa). Kuliah umum itu menjadi salah satu rangkaian kunjungan kerja Wapres di Provinsi NTB, Rabu (20/7). “Kesempatan yang paling luas adalah menjadikan orang sebagai wirausaha,” ujar wapres.
Jusuf Kalla di hadapan Civitas Academica UNSA mengatakan, untuk mewujudkan hidup yang sejahtera dibutuhkan pendapatan, bisa dalam bentuk gaji atau pendapatan lain dari usaha. Namun untuk menjadi pengusaha, dibutuhkan semangat dan keberanian memulai.
Menurutnya, dukungan yang dapat diberikan pemerintah bagi para pengusaha adalah melalui kredit usaha kecil.”Alhamdulillah, tahun 2016 ini total anggaran untuk kredit usaha kecil sebesar Rp. 120 triliun,” jelasnya Wapres.
Jusuf Kalla sempat mengungkap salah satu teori wirausaha, yakni mampu menambah nilai bagi pihak lain. “Pergunakan ilmu dan teknologi untuk mengolah sesuatu menjadi hal yang bermanfaat atau mengandung nilai bagi orang banyak. Menjadi pengusaha juga banyak pahalanya, karena bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” katanya.
Menjadi wirausaha yang mandiri penting. Karena, menurutnya, ada ketidakseimbangan jumlah lowongan pekerjaan dengan jumlah sarjana atau tenaga terdidik, Namun diyakinkannya, masalah ini tidak hanya dialami oleh Indonesia. Tapi dialami juga oleh negara-negara maju di dunia.
“Untuk itu, kita harus mengajak para generasi muda untuk lebih kreatif menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Jusuf Kalla.
Kualitas Pendidikan
Menurut Wapres Jusuf Kalla, pemerintah berkewajiban meningkatkan pendidikan, salah satunya melalui peningkatan jumlah alokasi anggaran. “Tidak banyak negara di dunia ini yang memiliki anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan,” katanya.
Tingginya anggaran untuk pendidikan Indonesia, sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar. Soal kualitas lembaga pendidikan Wapres menegaskan, tidak selamanya mutu pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), lebih baik dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sebaliknya, PTS harus siap berkompetisi dan bersaing secara positifdengan PTN.
”Jangan berkecil hati dengan status Perguruan Tinggi Swasta,” ucap pria kelahiran Bone ini.
Hadir dalam kuliah umum itu Menteri PU, Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Wakil Ketua DPR RI dan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, dan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi.
Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB
Membangun Peradaban Dunia Dari Desa
SUMBAWA – lombokjournal.com
Pondok Pesantren (Ponpes) bertaraf internasional sedang dibangun di Desa Pamangong, Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa NTB, Rabu (20/7). Ponpes ini dirancang sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. H. M. Jusuf Kalla didampingi Gubernur Nusa Tenggara, TGH M Zainul Majdi, melakukan Peletakan Batu Pertama dalam pembangunan Masjid Saidah, Rumah Kyai Bait Kalla, dan Wisma Ustadzah Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela Desa Pamangong itu.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, MA.melaporkan, di atas tanah seluas 20 hektar akan dibangun Ponpes , Masjid dan perumahan guru putra dan putri. Banyak Ponpes taraf internasional ada di kota besar, namun Din Syamsuddin punya pemikiran ponpes bertaraf seperti ini yaitu harus ada di desa seperti Desa Pamangong
“Saya ingin buktikan bahwa dari desa pun kami bisa berkiprah membangun peradaban dunia. Kami rancang ponpes ini sebagai pusat pendidikan islam yang bertaraf internasional”, ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Majdi berterima kasih atas kedatangan Wapres ke Ponpes di wilayah Pamangong yang membuktikan kepedulian PemerintahPusat terhadap kemajuan NTB.
“Kita tahu selain menjadi orang penting di Pemerinrahan RI, bapak Jusuf Kalla juga seorang pengusaha Indonesia yang sangat sukses. Tapi ada satu sisi kepedulian beliau terhadap pendidikan. Hal ini bisa kita lihat dengan hadirnya beliau ditengah-tengah kita”, ucapnya.
Gubernur juga mengingatkan kepada putra daerah yang telah sukses untuk ikut membangun tanah kelahirannya. “Bila beliau (wapres) yang dari luar NTB saja memiliki kepedulian dan kontribusi besar di Pamangong ini, maka kita putra daerah tidak boleh ketinggalan untuk berperan serta dalam kemajuan peradaban pendidikan islam,” harapnya.
“Allah telah siapkan kebaikan luar biasa di sumbawa dengan kekayaan alamnya yg berada di perut bumi, maka PR kita sebagai punggung untuk mengelola dan mengolah dengan iman, ilmu dan akhlak serta tanggung jawab. Allah Swt telah memberikan kekayaan yang melimpah untuk kesejahteraan masyarakatnya mari kita jaga bersama-sama atas rahmat ini,” pungkas orang nomor satu NTB ini.
Wapres Jusuf Kalla dalamsambutannya menilai, Din Syamsuddin adalah sosok putra daerah yang berjuang dan ingin membangun tanah kelahirannya dalam bidang pendidikan. “Tantangan kita berbeda dengan luar negeri. Di indonesia kalo kita bicara kaya dan miskin itu, 10% orang kaya dan 90% orang miskin. Kita patut berbangga melalui dunia pendidikan ini kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ucapnya.
Ditegaskan Wapres, seluruh yang hadir diharapkan bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan khususnya pendidikan islam.
“Apa yang kita cita-citakan ini pasti ada tantangannya karena pesantren ini bertaraf internasional. Ini merupakan tanggung jawab kita mengisi kepala anak-anak kita dengan ilmu yg bermanfaat yang nantinya bisa mereka pergunakan 10 atau 20 tahun ke depan, dalam membangun daerahnya dengan penuh tanggung jawab”, pesannya.
Dalam peletakan batu pertama itu, Wapres Jusuf Kalla selain didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH. M. Zainul Majdi, juga tampak hadir Menteri Pekerjaan Umum, Dr. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M. Sc., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, ME., Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah, S.E., Ketua DPD RI Prof. Dr. Farouk Muhammad dan pejabat Pemkab Sumnbawa. Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB
Ny Yusuf Kalla Kagumi Tenun NTB
SUMBAWA – lombokjournal.com
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional RI, Hj Mufidah Jusuf Kalla, mengagumi tenun NTB. Karena itu ia mengingatkan, NTB harus mengembangkan motif yang berakar dari budaya setempat. “Mari kembali ke akar budaya asli NTB yaitu tenun,” kata HJ Mufidah Yusuf Kalla di Mataram, Rabu (20/7), yang datang mendampingi Wapres RI, Jusuf Kalla dalam kunjungan kerja ke Provinsi NTB.
HJ Mufidah Yusuf Kalla
HJ Mufidah Yusuf Kalla yang tiba di Bandara International Lombok pukul 10.20 Wita bersama para istri menteri kabinet kerja, datang di kediaman resmi Gubernur NTB didampingi Ketua Dekranasda Prov. NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dan para istri anggota FOrum Koordinasi Pimpinan Daerah prov NTB.
Dalam sambutan selamat datangnya, Ketua Dekranasda NTB, Hj Erica Zainul Majdi menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kunjungan Ketua Umum Dekranas RI ke pulau Lombok.
“Kunjungan ibu Ketua Umum Dekranas merupakan suatu kebahagiaan bagi kami, karena bertepatan dengan pergantian ketua dekranas empat kabaupatan dan kota di pulau Lombok, seiring pergantian kepala daerah beberapa waktu lalu,” ungkap Hj Erica.
Ny Erica Zainul Majdi
Dalam kesempatan itu Hj Mufidah memberi arahan bagi kemajuan kerajinan daerah NTB. Hal penting yang disampaikannya pada jajaran dekranas se pulau Lombok, agar kita NTB tidak turut latah meributkan tentang motif batik.
“Batik kan milik Jawa, jadi tidak usah ikut ikutan daerah lain. Tenun NTB dari dulu sudah bagus, silahkan terus dikembangkan,” kata Hj Mufidah dalam pesan singkatnya.
Rer
Wagub NTB Terima Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kalsel
MATARAM – lombokjournal
Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin., SH, M.Si didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB, H. Lalu Syafi’I., MM, menerima rangkaian Kunjungan Kerja Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kalimantan Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, Kamis (21/7).
Drs. Hermansyah Manaf., M.Si pimpinan rombongan itu menyampaikan, kedatangan FKDM Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke NTB bermaksud sama-sama menciptakan daerah menjadi aman, nyaman, tentram serta pembangunan yang dihasilkan menjadi lebih baik.
“Sesuai dengan harapan kita bersama, FKDM ini saya harapkan dapat menjadi forum yang benar-benar bermanfaat bagi kita didaerah. Kita juga mampu memiliki kewaspadaan yang lebih baik lagi bagi daerah kita”, ungkap Hermansyah Manaf.
Sasambo
Kepada Rombongan dari kalsel itu, Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin mengatakan, NTB kini sedang giat-giatnya memajukan daerah, meningkatkan daya saing daerah, mengelola semua potensi yang dimiliki dengan baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Pembangunan Infrastruktur yang menunjang sektor-sektor lainnya terutama sektor kepariwisataan.
Menyinggung soal FKMD, Wagu mengatakan forum ini mempunyai manfaat yang sangat baik, yang akan menjadi ladang saling berbagi pengalaman terkait berbagai aspek kehidupan yang ada di daerah masing-masing terutama beragamnya suku bangsa, agama, etnik dan budaya.
“Di NTB hampir semua suku di Indonesia hidup di NTB tetapi suku yang terbesar adalah suku Sasak, Samawa, Mbojo atau disingkat Sasambo, Sasambo inilah juga yang mengikat kami hidup damai dalam keberagaman. Dan itu diaplikasikan dalam berbagai bentuk kerajinan,”jelas Wagub.
Suk
Iwa (Photografer), Windi (Release)
Pesan Damai Dalam Deklarasi Anti Terorisme
BIMA – lombokjournal.com
Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si menyampaikan pesan perdamaian kepada seluruh masyarakat pada Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme, di Lapangan Serasuba, Kota Bima, Selasa (19/07). Acara Deklarasi itu diikuti ratusan tokoh agama, tokoh masyarakat, PNS, pemuda dan pelajar tersebut merupakan kegiatan pertama di Indonesia.
Dalam kesempatan sama, Kepala Deputi Pencegahan, Pendidikan Perlindungan dan Deradikalisasi, BNPT, Mayor Jenderal Abdurrahman mengapresiasi kegiatan yang berlangsung di kabupaten paling timur di NTB itu.
Menurut Abdurrahman, kegiatan itu baru pertama terjadi di Indonesia. “Terima kasih kepada seluruh Jajaran Perintah Provinsi NTB yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan luar biasa dan pertama di Indonesia,” ungkapnya.
Suk
(Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)
Gebyar Pembenihan Tanaman Pangan
LOTENG – lombokjournalcom
Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi membuka Gebyar Pembenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional IV Yang diselenggarakan di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, Selasa pagi (19/7). “Indonesia berikhtiar memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, dan mengurangi impor dari luar,” kata gubernur.
Dalam pembukaan itu, Gubernur NTB hadir didampingi Hj Erica Zainul Majdi selaku Ketua TP PKK NTB, menyampaikan pentingnya peran seluruh pelaku pertanian dari Mentri, Dirjen, Para pengusaha benih, pemulia dan seluruh yang terkait dengan tanaman pangan.
“Jangan lupa, negara yang mengekspor kepada kita penduduknya akan bertambah. Kebutuhan domestiknya juga meningkat, sehingga pada masa tertentu, uang belum tentu menjamin bisa memenuhi kebutuhan pangan. Maka tidak ada jalan lain kita harus penuhi kebutuhan pangan kita sendiri yang diperankan oleh bapak ibu semua,” kata gubernur.
Dikatakannya, agenda-agenda pembangunan dapat berjalan baik jika adanya kedaulatan pangan. “Saya berharap melalui kegiatan ini benih-benih yang dimuliakan harganya diturunkan. Yang bagus-bagus itu jangan mahal, kita dekatkan dengan masyarakat dengan harga yang semakin terjangkau,” ujarnya.
Selanjutnya ia mengingatkan, untuk tidak berlebih-lebihan sesuai ayat alqur’an yang memerintahkan manusia untuk memakan, manfaatkan hasil bumi Allah dengan jangan berlebih lebihan termasuk menggunakan pupuk dan obat-obatan, karena dapat merusak lingkungan.
“Intervensi teknologi penting, tetapi ketika melebihi kadarnya, ada proses rekayasa yang melebihi apa yang pantas dan patut. Maka itu adalah awal dari proses destruksi kita sebagai manusia,” ungkapnya.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI ini dihadiri langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Hasil Sembiring. M.Si.
Sebagai tuan rumah hadir juga, Wakil Bupati Lombok Tengah, Kepala BPSB NTB, serta para peserta dari Balai Penelitian Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Lingkup Kementerian Pertanian, Balai Besar PPMBPTH, Dinas Pertanian se NTB, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih se Indonesia, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Produsen Benih Tanaman Pangan, dan Kelompok Tani dengan jumlah total peserta seribu orang.
Pertemuan Stakeholder
Ketua Panitia, Kadis Pertanian NTB, Husnu Fauzi, melaporkan acara Gebyar Pembenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional kali ini bertujuan untuk mempertemukan produsen dan konsumen benih, pertukaran informasi perbenihan tanaman pangan yang terkini, mensosialisasikan teknologi tanaman pangan yang adaptif dan inovatif termasuk sarana pendukung terhadap penggunanya.
“Acara ini mempertemukan langsung pemangku kepentingan, praktisi, perekayasa, pelaku bisnis perbenihan tanaman pangan”, jelasnya.
Acara ini berlangsung selama 4 hari hingga Jumat 22 Juli 2016, dengan rangkaian kegiatan seperti display paritas tanaman pangan padi, jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan lobak. Selain itu, ada juga unjuk tangkas, sarasehan perbenihan tanaman pangan dan pameran pembangunan pertanian, pertemuan Kepala Balai Pengawasan Dan Sertifikasi Benih (BPSPTPH) seluruh Indonesia, aneka lomba, gelar teknologi dan wisata agro.
Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Hasil Sembiring. M.Si, dalam sambutannya menyampaikan gebyar perbenihan dilakukan untuk menunjukkan benih-benih terbaru kepada masyarakat . Ia juga mengapresiasi peningkatan produksi pangan NTB.
“NTB pada tahun 2014 produksi padinya 2,1 juta ton, pada tahun 2015 meningkat menjadi 2,4 juta ton dan pada tahun 2016 berdasarkan laporan Pak Kadis Pertanian NTB optimis mencapai target,” papar Dirjen.
Menurut dirjen, Peningkatan produktifitas dengan benih sangat memungkinkan dengan perkembangan banyaknya penemuan paritas baru. Sampai saat ini terdapat 303 paritas Padi, 267 paritas jagung dan 87 paritas kedelai. Dijelaskannya, suatu paritas akan menampakkan hasil maksimal jika ditanam pada waktu dan lahan yang cocok.
“Jika ditanam, waktu, tanah dan iklim yang pas maka potensi genetik suatu paritas bisa keluar. Karena itu, kepada Kepala BPTP dan penyuluh, agar betul-betul memetakan dimana paritas itu cocok untuk ditanam,” pungkasnya.
Rer
(Biro Humas dan Protokol Setda pemprov NTB)
Presiden Edoran ‘Bersih-bersih’ Pasca Percobaan Kudeta; Ribuan Polisi Dipecat
EDORAN MENJURUS OTORITER
Lombokjurnal.com
Hampir 8.000 polisi di Turki dipecat. Pembersihan besar-besaran elemen yang diduga pendukung kudeta menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan, 8.777 orang dicopot dari jabatannya, termasuk 7.899 anggota polisi dan pasukan keamanan. Kantor Berita Anadolu yang dikelola pemerintah melaporkan, hari Senin.
Presiden Erdogan berjanji pada pendukungnya, akan “membersihkan” lembaga negara “virus” kanker yang menggerogoti negara
Presiden Recep Tayyip Erdogan berjanji, “pembersihan” lembaga negara akan terus dilakukan, yang dikatakan seperti “viruus” kanker yang telah menyebar dan harus diberantas.
Di hadapan pendukungnya pada hari Minggu, setelah menghadiri pemakaman dari warga sipil yang tewas, Erdogan menegaskan bahwa pemerintahnya mempertimbangkan diberlakukannya kembali hukuman mati di Turki, Tahun 2004, Turki menghapus hukuman mati sebagai bagian dari reformasi untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan hari Senin, lebih 7.500 tersangka telah ditahan. “Sejauh ini 7.543 tersangka telah ditahan. Jumlahnya bisa berubah. Ini termasuk 100 polisi, 6.038 tentara, 755 hakim dan jaksa, serta 650 warga sipil,” kata Yildirim.
Komplotan kudeta militer yang ditahan termasuk 103 jenderal dan laksamana, kata media pemerintah. Hampir 3.000 hakim dan jaksa dipecat setelah peristiwa akhir pekan ini. Secara terpisah juga dibertakan, 30 gubernur dan lebih dari 50 pegawai negeri berpangkat tinggi juga dicopot dari jabatan mereka pada Senin.
‘Pembersihan’ Melebar
Langkah ‘pembersihan’ yang dilakukan Endorgan makin melebar. “Tanggapan pemerintah terhadap kudeta yang gagal melebar,” kata Zeina Khodr, koresponden Al Jazeera dari Ankara.
Awalnya hanya perwira militer serta jenderal yang ditahan. Selanjutnya ada hakim dan lembaga peradilan yang juga diciduk, termasuk Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, dan sekarang ribuan polisi. “Mungkin pemerintah tidak ingin mengambil risiko,” kata Khodr.
Derasnya operasi pembersihan terhadap hakim dan angkatan bersenjata, serta pemberhentian polisi, mendapat kritik dari di Brussels. Para pejabat Uni Eropa mendesak pemerintah Turki untuk menghormati aturan hukum.
Hukuman terhadap komplotan kudeta tidak harus mencakup “langkah-langkah yang dapat menyebabkan munculnya negara otoriter”, ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault kepada wartawan, Senin.
Pandangannya senada disampaikan Johannes Hahn, Komisaris Eropa yang mengurus permohonan keanggotaan Uni Eropa dari pihak Turki. Ia menyatakan keprihatinannya, pemerintah Turki telah mengeksploitasi kudeta gagal dengan menyingkirkan lawan-lawan poltiknya..
“Ini seolah-olah sesuatu yang sudah disiapkan. Daftar orang-orang yang akan dibersihkan sudah tersusun. Ini menunjukkan telah dipersiapkan dan akan digunakan pada momen yang tepat,” kata Hahn, Senin.
Di Turki, Partai Republik Rakyat (CHP) oposisi utama juga mengatakan, “pembersihan” harus dilakukan sesuai aturan hukum. Komplotan dan mereka yang membantu kudeta harus diadili di pengadilan. Dalam pernyataannya pada hari Senin, CHP juga menegaskan, militer tidak boleh digambarkan sebagai musuh.
Kudeta gagal
Upaya kudeta diketahui hari Jumat ketika tank tiba-tiba muncul memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat setidaknya di atas dua kota. Gedung parlemen dan markas besar intelijen diberondong tembakan dari helikopter.
Memberikan angka baru, Yildirim mengatakan pada hari Senin, 208 orang tewas oleh tawaran kudeta, termasuk 145 warga sipil, 60 polisi dan tiga tentara. Dan yang terluka sebanyak 1.491 orang.
Erdogan menyalahkan mantan sekutu yang kini menjadi musuh utamanya,, Fethullah Gulen. Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania di AS, membantah terlibat. Turki diperkirakan akan secara resmi meminta ekstradisi.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan ia tidak punya bukti bahwa Gulen berada di balik kudetsa, dan mendesak pemerintah Turki segera menyusun bukti secepat mungkin sehingga AS bisa memutuskan apakah Gulen harus dikirim kembali ke Turki.
Roman Emsyair
Source: Al Jazeera and agencies
TURKI ; Corong Masjid Menggerakkan Rakyat Turki Gagalkan Kudeta
Ribuan Masjid Melalui Serukan Lawan Kudeta Militer.
lombokjournal.com
ISTANBUL – Berdiri di atas bus di luar istana, Istanbul pada Sabtu malam, Presiden Recep Tayyip Erdogan, berhasil menumpas upaya kudeta oleh faksi-faksi pemberontak militer, mengatakan kepada para pengikutnya, “Kami hanya tunduk kepada Allah.”
Orang-orang menghentikan tank militer di Ankara. Kudeta gagal disebabkan para konspirator salah menilai tingkat dukungan publik untuk intervensi militer dalam politik. Turki terpolarisasi dengan sekitar setengah negara mendukung Erdogan dan setengah menentang. Penolakan terhadap kudeta menjadi salah satu pemersatu masyarakat Turki. Associated Press
Presiden Recep Tayyip Erdogan dengan pidato simbolisme itu yang dingin, kembali ke hari-harinya sebagai pemimpin populis dan Islamis. Ia bicara dari atap bus. Dan pesannya, diselubungi dengan bahasa Islam, menggarisbawahi betapa Turki telah berubah dalam beberapa dekade terakhir.
Aparat militer — setelah pengawal tradisi negara sekuler sukses menggagalkan tiga kudeta abad terakhir — dikumpulkan dan dijebloskan ke penjara. Dan elemen lainnya yang dianggap lawan dibersihkan dari birokrasi negara. Kelompok Islam, merayakan kegembiraan di jalanan.
“Minggu ini penting,” katanya kepada massa yang berkumpul di Masjid Fatih di Istanbul untuk pemakaman orang yang tewas kerusuhan menyusul kudeta yang dilancarkan tentara, akhir pekan ini. “Kami tidak akan meninggalkan lapangan umum,” katanya.
Dekat Fatih Sultan Mehmet Bridge selama bentrokan massa dengan pasukan militer di Istanbul, Sabtu dini hari. Sebuah titik balik di malam hari adalah ketika Erdogan mampu berkomunikasi dengan publik, dan para pendukungnya menanggapi panggilan keluar di jalanan dan memprotes kudeta. Sepanjang malam, pengeras suara masjid yang mendesak warga untuk bangkit dan menentang kudeta. Gurcan Ozturk / Agence France-Presse – Getty Images
Upaya kudeta secara meyakinkan digagalkan. Hampir 6.000 personil militer dalam tahanan. Hari Minggu, berlangsung pemakaman bagi setidaknya 265 orang yang tewas dalam bentrokan dengan tentara yang terjadi sepnajang Sabtu di Turki.
Apa dampak abadi dari pemberontakan itu?
Erdogan telah menggagalkan kudeta, pertanyaan yang paling mendesak : Apakah dia muncul sebagai pemimpin yang lebih kuat, atau sekarang hanyalah pemimpin lemah yang harus mengakomodasi lawan-lawannya yang ikut menggagalkan kudeta?
Di banyak negara, termasuk kelompok yang menentang pemerintahnya, bangkit melawan kudeta militer karena melanggar demokrasi. Dan ini membangkitkan harapan bahwa Erdogan akan memanfaatkan momen ini untuk menyatukan Turki yang mempunyai banyak perbedaan politik .
Namun jelas di akhir pekan ini, menjadi nyata bagi Erdogan dan kelompok agama konservatif, kemenangan politik Islam lebih dari apa pun.
Kalangan sekuler dan liberal di Turki umumnya menentang kudeta. Pendukung Mr Erdogan membanjiri jalan-jalan dan berkumpul di bandara Istanbul, Sabtu pagi, untuk mendepak keluar tentara yang mengambilalih pemerintahan. Mereka meneriakkan slogan-slogan keagamaan dan nyanyian mendukung Erdogan. Jarang terdengar yel-yel atau nyanyian dukungan bagi demokrasi itu sendiri.
Setelah pidato Erdogan pada hari Sabtu, ribuan pendukungnya berbaris di Jalan Istiklal di alun-alun Istanbul Taksim, sebagian besar melambaikan bendera Turki dan meneriakkan dukungan bagi presiden mereka.
Itu terasa seperti karnaval beramai-ramai di jalan-jalan. Perempuan berjilbab ikut memadati alun-alun, truk mendengarkan lagu tentang Erdogan, dan pengendara yang lewat membunyikan klakson dan melambaikan bendera.
Ketika kelompok lain, seperti gay dan organisasi lesbian atau serikat buruh, mencoba ikut berkumpul di ruang publik di pusat Istanbul, jalan-jalan ditutup. Kendaraan lapis baja dengan meriam air tiba-tiba muncul, seperti yang dilakukan polisi dengan gas air mata.
Peran masjid dalam menggalang warga untuk berkumpul di jalan-jalan menentang udeta sangat menentukan. Ribuan masjid yang ada di Istanbul, melalui corongnya menyerukan rakyat agar melawan kudeta militer.
Polisi Turki menangkap tentara Turki di Alun-alun Taksim, Sabtu. Para pejabat mengatakan komplotan utama adalah dari Gendarmerie, kekuatan polisi ala militer, angkatan udara dan beberapa elemen kekuatan darat. Beberapa jenderal dan kolonel ditangkap – tidak ada yang tokoh tingkat tinggi dikenalkan ke publik – dan ribuan petugas berbagai tingkatandan lain dan tentara ditangkap Sabtu dalam pembersihan yang mungkin berlangsung selama beberapa waktu. Sedat Suna / European Pressphoto Agency
“Sebagian orang mengatakan, agama Islam memainkan memainkan peran besar dalam kehidupan di Turki,” tambahnya. “Sebagian lainnya Islam dinilai tidak berperan.”
Pada hari Minggu, hampir 85.000 masjid di Turki, dari pengeras suara serempak menyiarkan pembacaan doa tradisional untuk martir yang tewas dalam perang dan menyerukan rakyat untuk terus menentang komplotan kudeta.
Namun itu menggelisahkan orang Turki yang sekuler. Mereka menyebutnya sebagai gerakan mengancam prinsip negara sekuler di Turki, yang memisahkan agama dari politik.
Bukan Bahasa Demokrasi
“Sebagian besar orang di jalanan yang menentang kudeta tidak menggunakan bahasa yang demokratis,” kata Ozgur Unluhisarcikli, direktur Kantor Ankara dari Jerman Marshall Fund dari Amerika Serikat, sebuah organisasi riset.
Sebagai besar orang Turki menunggu, ke arah mana pemimpin mereka mengarahkan negara itu setelah terjadinya upaya kudeta, Erdogan menyampaikan catatan damai pada hari Minggu. Namun, ia juga menegaskan kemungkinan Turki akan kembali memberlakukan hukuman mati. padahal hukuman mati telah dihapuskan sebagai bagian upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Nigar Goksel, Analis Senior Turki untuk International Crisis Group, mengatakan ada dua kemungkinan yang akan terjadi .
Namun sejarah Mr. Erdogan menunjukkan kemungkinan terakhir tidak. Tiap kali menghadapi tantangan untuk kekuasaannya, dari protes jalanan tiga tahun lalu untuk penyelidikan korupsi yang terjadi di lingkaran dalamnya, ia catat musuh-musuhnya dan perilakunya menjadi lebih otokratis.
“Jika mereka memiliki senjata dan tank, kita memiliki iman,” kata Erdogan, yang juga menghadiri pemakaman seorang temannya yang terbunuh, dan terlihat menangis. “Kami tidak akan balas dendam. Jadi mari kita berpikir sebelum mengambil setiap langkah. Kami akan bertindak yang masuk akal dan belajar dari pengalaman. ”
“Hari ini aku beruntung,” kata Ali Tuysuz, 19, pemuda penjaja semangka hari Sabtu di Taksim. “Orang-orang bahagia dan membeli semangka. Nampan saya triga kali habis . Presiden Erdogan akan melindungi negara. ”
Mereka berkumpul meneriakkan dukungan yang sama, ini membuktikan bahwa Turki hari ini untuk Erdogan dan para pendukungnya.
“Bisa jadi Erdogan memanfaatkan kejadian ini untuk mendesain ulang lembaga di Ankara untuk keuntungan sendiri,” katanya. “Atau sebaliknya, ia mengambil kesempatan dengan solidaritas yang diperpanjang kepadanya baik dari segmen oposisi maupun elemen lainnya yang berbeda, dengan berinvestasi lebih benar dalam aturan hukum dan bentuk sah dari perbedaan pendapat.”
Meskipun pemerintah telah menangkap ribuan tentara dan perwira yang diduga terlibat dalam kudeta yang gagal, ada tanda-tanda hal itu dijadikan kesempatan memperluas tindakan keras terhadap musuh politik. Di samping militer, pemerintah juga akan memberhentikan ribuan hakim, meskipun tidak memiliki peran dalam pemberontakan militer
.”Sekarang pemerintah memiliki kebebasan merancang birokrasi yang mereka suka, ,” kata Mr Unluhisarcikli. “Berikutnya, Turki akan menjadi negara di mana kekuasaan yang lebih terkonsolidasi, dan perbedaan pendapat akan lebih sulit.”
Dalam pembersihan militer, Minggu, salah satu dari yang ditahan adalah Jenderal Bekir Ercan Van, Kepala Incirlik Air Base. Tokoh ini membuka peluang militer Amerika Serikat saat menjalankan misi di Irak dan Suriah terhadap Negara Islam. General Van mendekati pejabat Amerika untuk suaka namun ditolak. Hal itu diungkapkan sumber secara anonim.
Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, mengatakan kepada Erdogan bahwa pemerintahnya siap membahas klaim suaka delapan petugas Turki yang melarikan diri dengan helikopter ke utara Yunani dan ditahan atas tuduhan masuk secara ilegal. Turki menuntut ekstradisi mereka.
Lolos Tanpa Sengaja
Drama kudeta berlangsung Jumat hingga Sabtu pagi, itu diketahui sesaat Erdogan akan digulingkan dari kekuasaan. Presiden berbicara melalui aplikasi FaceTime pada iPhone setelah ia lolos, nyaris ditangkap tentara pemberontak, yang tiba di dengan helikopter di sebuah hotel tepi pantai di mana ia berlibur. saat itu baru saja ia meninggalkan hotel.
Seorang wanita Turki yang terluka berbaring di tanah di Ankara. Perdana Menteri Binali Yildirim disebut pemberontakan “noda dalam sejarah demokrasi” dalam konferensi pers, Sabtu di Ankara, ibukota. Dikatakannya, korban tewas dari bentrokan untuk 265, dengan 1.440 orang terluka, dan 2.839 personil militer telah ditahan. Gokhan Sahin / Getty Images
Sekitar 03:30, ia mendarat di Istanbul setelah penerbangan berbahaya karena pemberontak memiliki jet tempur di udara. itu pertanda paling pasti bahwa pemberontakan itu gagal.
Kedatangannya yang dramatis di bandara Istanbul, pidato percaya diri pada hari Sabtu di atas bus, tampaknya tegas menyatakan bahwa ia lolos dari sergapan tentara pemberontak dan kembali memimpin.
Pendukungnya merayakan, Minggu, dengan banyak berpawai di jalanan Istanbul.
“Lihatlah di sekitar Anda,” kata salah satu pendukung, Eytan Karatas, 37, seorang mekanik, mengatakan. “Lihatlah orang-orang ini. Kami adalah tentara negara ini sesungguhnya, dan kami memiliki seorang kepala. ”
Roman Emsyair
(Sumber : New York Times)
Proyek Padat Karya Dusun Panggung Mangkrak, Bupati Najmul Diminta Turun Tangan
LOMBOK UTARA – lombokjournal.com
Masyarakat Dusun Panggung Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, mempertanyakan mangkraknya proyek Padat Karya Infrastruktur jalan desa yang menghubungkan Dusun Panggung Barat dan Panggung Timur. Proyek bernilai ratusan juta yang dimulai sejak bulan Juli 2015 itu hingga kini dibiarkan terlantar.
Proyek infrastruktur jalan desa sepanjang sekitar 500 meter itu, seharusnya bisa membuka akses jalan memudahkan petani setempat mengangkut hasil bumi untuk dipasarkan. Tapi jangankan memberi nilai tambah hasil pertanian, justru jalan tersebut membuat banyak pengguna jalan mengalami kecelakaan.
Proyek padat karya tersebut mendapat bantuan dari Kementerian Ketenagakerjaan dengan program PPTK tahun 2015 melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Lombok Utara. Dana yang dikucurkan untuk proyek padat karya tersebut diperkirakan sekitar Rp285 juta. “Proyek belum selesai, tapi ditinggalkan begitu saja,” tutur warga lainnya.
Menurut penuturan beberapa masyarakat Dusun Panggung, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar mengetahui proyek jalan itu dibiarkan terlantar. Entah kenapa, hingga kini tak ada penanganan untuk penyelesaiannya.
“Kita mohon bupati segera turun tangan, jangan sampai pengorbanan masyarakat justru merugikan masyarakat setempat,” tutur warga Dusun Panggung kepada Lombok Journal, Minggu (17/7).
Dugaan Penyimpangan
Menurut keterangan warga setempat, semula proyek tersebut diusulkan diserahkan pada pemborong. Namun pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Selengen mengarahkan, agar pengerjaannya melalui padat kerja.
Masyarakat menyambut baik, karena hal itu akan membuka kesempatan kerja baik bagi masyarakat Dusun Panggung Barat maupun Dusun Panggung Timur. Namun, sejak dimulai pengerjaannya bulan Juli 2015, sudah tercium dugaan penyimpangan.
Mestinya, tiap hari masyarakat yang dilibatkan untuk padat karya sebanyak 80 orang. Namun, kenyataannya saat itu Ketua LPM Selengen (saat itu), Saidi, hanya mengajak sekitar 30-40 orang per hari dengan upah Rp50 ribu per hari. Waktu pengerjaan direncanakan sebulan (30 hari), tapi masyarakat hanya dipekerjakan selama 2 minggu.
Waktu itu masyarakat mengiklaskan tanahnya untuk jalan selebar 3 meter. Ternyata, tanpa pemberitahuan jalan tersebut mengambil tanah masyarakat selebar 6 meter. Hingga kini ada masyarakat yang belum mendapat ganti rugi tanah tambahan yang diambil untuk jalan tersebut.
Mestinya disemen dengan fondasi batu, tapi hanya digali
Tentang parit atau talud di kiri kanan jalan yang seharusnya disemen dengan fondasi batu, ternyata hanya digali begitu saja. Akibatnya, tiap hujan turun membuat erosi di kiri kanan jalan. Apalagi pengerasan atau rabat tidak dilakukan dengan baik, yang membuat kondisi jalan makin memburuk setelah beberapa kali turun hujan.
Saat ini harapan masyarakat ditujukan pada Bupati Najmul Akhyar, agar ikut turun tangan menarikan jalan keluar pada proyek jalan desa yang mangkrak itu. Kalau proyek jalan itu tetap tak terselesaikan, dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan untuk menunjang kegiataan ekonomi masyarakat juga macet.