NTB Berangkatkan 3000 Jemaah Calon Haji

MATARAM – lombokjournal

Jemaah Calon Haji (JCH) dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memberangkatkan JCH sekitar 3000 orang dengan 50 pendamping.  Jumlah keseluruhan, pemerintah Indonesia tahun ini kan memberangkatkan JCH sebanyak 157.115 orang dari 13 Embarkasi dan 387 kloter.

wagubembarkasi27Juli1
Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si saat melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji 1437 H/2016 M Embarkasi Lombok

Sekretaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Khazan Faozi, melaporkan itu pada Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si saat melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji 1437 H/2016 M Embarkasi Lombok, di Asrama Haji , Rabu (27/7).

Penyelenggaraan haji untuk kloter pertama tahun 2016 ini akan dimulai tanggal 9 Agustus 2016. Untuk Embarkasi Lombok diberangkatkan pada gelombang kedua.

”Alhamdulillah, untuk tahun 2016 ini ada perubahan rute penerbangan. Seluruh gelombang pertama akan diterbangkan langsung menuju bandara di Madinah,” jelas Khazan. Seluruh jamaah haji Indonesia akan melaksanakan Arba’in, tambahnya.

Sedang gelombang kedua atau kloter terakhir, diberangkatkan tanggal 5 September 2016 langsung menuju bandara King Abdul Aziz di Jeddah.  Kepulangan jamaah haji akan dimulai tanggal 17 September 2016 melalui bandara yang sama.

“Perubahan rute ini dimaksudkan agar lebih efisien biayanya, dan tidak mengurangi stamina para jamaah,” pungkasnya.

Wagub Bersyukur

Usai melantik, Wagub Muh Amin selain menyampaikan selamat bertugas pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), juga mensyukuri  layanan penyelenggaraan umroh dan haji semakin membaik.

Wagub berpesan kepada PPIH Embarkasi Lombok, agar bekerja sesuai tugas dan makin meningkatkan pelayanannya selama pelaksanaan haji dan umroh. “Melayani jamaah haji dan umroh adalah salah satu bentuk pengabdian pada bangsa dan Negara, khususnya kepada Allah SWT,” kata wagub.

Pelantikan PPIH 1437 H/2016 M Embarkasi Lombok dihadiri Asisten Administrasi Umum dan Kesra, Drs. Bacharudin, M. Pd dan Kepala SKPD terkait.
Suk




Seribu Hafiz Khataman Qur’an 166 Kali Sambut MTQ Nasional XXVI

MATARAM – lombokjournal

Sedikitnya 1000 santri pondok pesantren se-pulau Lombok melakukan Sima’an & Khotmil al qur’an. Berlangsung di depan Pendopo Gubernur NTB. Penyelenggaraan acara yang merupakan rangkaian MTQ Nasional XXVI ini, langsung dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi, Rabu (27/7) pagi.

gubernur,khataman27Juli1gubernur,khataman27Juli3

Sima’an dan khotmil Al Qur’an merupakan bentuk doa dan harapan, agar segala ikhtiar yang sedang kita laksanakan baik untuk agama, bangsa, Negara, khususnya daerah diberkahi Allah SWT. Provuinsi Nusa Tenggara Barat saat ini tengah disibukkan dengan penyelenggaraan MTQ Nasional, sekaligus muktamar IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori’-Qori’ah dan Hafiz – Hafizah.

“Insya Allah kalau seseorang dekat dengan Al Qur’an, maka jiwanya akan baik. Akan hidup di hatinya rasa cinta dan kasih sayang. Teruskan untuk menghafal, kalianlah kebanggan kita semua,” pesan Gubernur.

Dalam penyelenggaraan sima’an dan khotmil Al Qur’an itu, Pemprov NTB bekerjasama dengan IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori’ – Qiri’ah dan Hafiz – Hafizah). Kegiatan yang diikuti sekitar 1000 penghafal Al Qur’an (hafiz) dari ponpes se Lombok itu hanya pernah dilakukan di NTB, yang dilakukan sejak pukul 08.00 wita dan akan berlangsung selama 6,5 jam.

Dan itu juga berarti berlangsung khataman Al Qur’an selama 166 kali. Pihak IPQAH sudah menghubungi pencatat Rekor MURI. “Ini kegiatan khataman terbanyak yang diikuti 1000 penghafal Al Qur’an,” tutur Sekjend IPQAH NTB, DR Muhammad Zaidi Abdad.

Salah satu Deawan Hakam MTQ Nasional XXVI itu menuturkan, sekitar 1000 hafiz itu dibagi beberapa halaqah. Satu halaqah terdiri dari enam orang hafiz. Satu orang penghafal akan membacakan lima juz.

“Jika ada 1000 hafiz, maka selama acara itu akan khatam Al Qur’an sebanyak 166 kali,” kata Muhammad Zaidi yang malam harinya akan disibukkan dengan penyelenggaraan Muktamar IPQAH.

Menurutnya, Muktamar IPQAH yang pertama di Mataram itu rencananya akan dibuka Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, nanti malam di sebuah hotel di Mataram.

Suk.

 




Persiapan MTQ Digenjot, Gubernur Beri Semangat

MATARAM – lombokjournal

Seluruh persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional 2016 di Mataram (NTB) sudah rampung, tinggal menunggu saat pembukaan yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, Sabtu (30/7). Namun sebelum pembukaan itu sudah akan berlangsung keghhiatan ‘pra acara’ yang menguatkan nuansa MTQ Nasional.

Gubernur,Islamiccenter2

Rangkaian kegiatan sudah akan berlangsung sejak hari Rabu (27/7), yaitu khataman Al-Qur’an oleh 1000 penghapal qur’an yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB. Khataman Qur;an itu akan berlangsung sejak pukul 07.30 wita yang diperkirakan akan berakhir pukul 14.00.  Kegiatan pra acara ini akan menjadi sejarah yang dicatat sebagai Rekor MURI, karena akan diikuti 1000 orang penghafal Al Qur;an.

Hari berikutnya, Kamis(28/7), sejak pukul 15.30 Wita sepanjang Jalan Langko Pejanggik, dimulai depan Masjid Raya hingga eks RSUP NTB, kan meriah dengan pembacaan berzanji/serakalan massal oleh 5000 orang peserta semua PNS, Pelajar dan Remaja Masjid se Kota Mataram. Santri putra Ponpes se pulau Lombok akan hadir berpakaian putih, sarung dan peci putih, juga catatan rekor MURI.

Pada hari Jum’at (29/7), sejam jam 14.00 Wita berlangsung Pawai Ta’aruf dan mobil hias masing-masing kafilah se Indonesia di sepanjang Jalan Langko dan  Pejanggik. Acara yang diikuti pelajar dan masyarakat serta semua kafilah itu akan diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 orang.

Malam harinya,  ta’aruf dengan semua kafilah se Indonesia bersama Gubernur dan Walikota Mataram akan dilangsung di Pendopo Gubernur NTB (Jum’at malam atau malam Sabtu)

Rer.

 

 




Selama MTQ Pasokan Listrik Aman

Pengamanan Juga Di Destinasi Wisata

MATARAM – lombokjournal

Bayangkan kalau event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI 2016,  yang dihadiri ribuan utusan dari daerah seluruh Indonesia, tiba-tiba lampu mati. Kalau sampai terjadi, selain mengganggu event akbar itu tentu juga buruk bagi citra tuan rumah. Namun syukurlah, pihak PLN menjamin pasokam listrik aman.

Hal itu disampaikan General Manager PT. PLN Wilayah, NTB Karyawan Aji, pada Wakil Gubernur, H Muh Amin. PLN siap menyediakan pasokan listrik demi kelancaran event MTQ Nasional XXVI di semua venue.

“Termasuk venue utama di Islamic Center,” ujar General Manager PT. PLN Wilayah NTB Karyawan Aji saat bertemu dengan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si di ruang kerjanya, Selasa (26/7).

Pasokan listrik akan didatangkan dari pembangkit utama sebesar 1600 KW, dengan maksimal penggunaan daya sekitar 1500 KW.  Dikatakan Aji, saat ini mesin besar PLN sudah ada di lokasi Islamic Center sebagai venue utama.

“Mesin tersebut nantinya akan memenuhi ketersediaan listrik selama event MTQN XXVI berlangsung,” pungkas Aji.

Wagub Muh Amin sangat lega mendengar laporan pihak PLN. Namun tetap ditegaskannya, jangan sampai masalah listrik dapat mengganggu jalannya event MTQN XXVI. ”Soal lisrtik merupakan kebutuhan vital untuk kelancaran event akbar itu,” kata wagub.

Memacu Persiapan

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tingkat nasional optimis akan sukses.  Keyakinan itu disampaikan pihak panitia, mengingat Pemprov NTB telah jauh-jauh hari mempersiapkan penyelenggaraan MTQ ini.

“Insyaallah semua akan berlangsung indah saat penyelemnggaraan,” kata Lalu Gita Ariadi, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB. Secara detail, Gita sudah melakukan rapat koordinasi bersama Polda NTB untuk ketertiban di semua lini penyelenggaraan MTQ.

Menurut Gita, pihak panitia cukup lama mencermati perkembangan-perkembangan di lapangan. Bersama aparan kepolisian selain akan mengamankan jalannya penyelenggaraan MTQ tiap event, baik sebelum maupun sesudah MTQ.

Diprediksi sedikitnya 5.000 orang dari masing-masing provinsi seluruh Indonesia akan menghadiri MTQ.  Untuk Kafilah yang akan mengikuti lomba jumlahnya sekitar 1500, ditambah penggembirannya totalnya diprediksi sekitar 5000 pengunjung membanjiri NTB.

“Pengamanan MTQ tidak hanya dilakukan di lokasi lomba, juga termasuk di destinasi-destinasi wisata dan sentral-sentral kerajinan, guna menghindari terjadinya kriminalitas,” jelas Lalu Gita.

Suk

(Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)




AGENDA

Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

Senggigi – lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menghadiri Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, di Hotel Sheraton, Sanggigi Kabupaten Lombok Barat, Senin (25/7).

gubernurOJK25Juli3gubernurOJK25Juli4

Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK RI dan mantan Deputi Bank Indonesia, ikut hadir dalam acara pengukuhan tim percepatan tersebut.




“Hantu” Baru Itu Bernama Pokémon

Arab Saudi –

Di tiap periode sejarah atau zaman muncul karakter atau ‘masalah’ yang mengganggu dan menimbulkan kecemasan atau ketakutan.  Sesuatu yang ‘menimbukan perasaan tidak aman’ itu disebut “bogeymen” (hantu). Banyak muncul ‘hantu’ seperti itu dalam sejarah.  ‘Hantu’ itu menjadi ancaman karena ‘dianggap’ nyata dan berbahaya.

Khaled Almaeena
Khaled Almaeena

Tahun 1950 di Amerika Serikat, Komunis adalah bogeymen. Dalam kecemasan luar biasa tentang komunisme, Senator Joseph R. McCarthy menciptakan hantu ‘Merah’, kemudian melakukan perburuan un tuk membersihkan Amerika dari semua elemen Komunis.  Hingga muncul ungkapan “ada merah di bawah tiap tempat tidurmu.”

Kini kecemasan pada Komunisme mengendur. Hari ini, di Amerika, giliran Muslim sebagai bogeymen baru.

Hantu terbaru  yang muncul saat ini adalah Pokémon Go.  Game atau permainan di smartphone baru itu menarik perhatian dunia.  Bahkan di Arab Saudi kecemasan itu demikian besar. Teori konspirasi bermunculan, beberapa orang mengoceh munculnya bagaimana Pokémon dikatakan sebagai trik pemerintah Amerika untuk memata-matai dunia.

 

GAMES POKEMON; Hantu terbaru yang muncul saat ini adalah Pokémon.
GAMES POKEMON; Hantu terbaru yang muncul saat ini adalah Pokémon.

Ada fatwa dari ulama yang mencela games itu buang-buang waktu dan tidak Islami!

Seorang pengusaha Jeddah balik bertanya, apakah korupsi juga tidak Islami, jika membayar gaji pekerja dan tunjangannya  tidak tepat waktu serta memperlakukan mereka dengan buruk tidak Islami?

Perdebatan di masyarakat tentang munculnya Pokemon Go menunjukkan, kita harus benar-benar menyadari bahaya nyata yang menghadang  masa depan – kelebihan penduduk, korupsi, intoleransi dan kelangkaan air. Kita benar-benar sudah benar-benar kehilangan akal sehat.

Ini makin rancu, saat pejabat di pemerintahan mengeluarkan aturan yang melarang pegawainya main game Pokemon! Padahal yang mendesak, bagaimana pegawai memperbaiki layanan publik, dan haram korupsi.

Semua ribut-ribut tentang Pokemon hanya membuat saya sedih, karena kita melupakan masalah nyata di sekitar kita. Tiba-tiba, kita lupa masalah nyata negeri ini. Seolah-olah kita hanya punya bahaya tersembunyi dalam game ponsel terbaru.

Artikel ini pertamakali dipublikasikan di Saudi Gazette, 24 July, 2016.

________________________
Khaled Almaeena

adalah veteranwartawan Saudi , komentator, pengusaha dan editor di Saudi Gazette. Almaeena pernah menduduki berbagai posisi di media Saudi selama lebih dari tiga puluh tahun, termasuk CEO dari sebuah perusahaan PR, Saudi televisi berita anchor, talk show, penyiar radio, dosen dan wartawan. Sebagai seorang jurnalis, Almaeena pernah mewakili media Saudi pada KTT Arab di Baghdad, Maroko dan di tempat lain. Pada tahun 1990, ia salah satu dari empat wartawan yang meliput sejarah dimulainya lagi hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Rusia. Dia juga melakukan perjalanan ke Cina sebagai bagian dari misi diplomatik ini. kolom politik dan sosial Almaeena ini muncul secara teratur di Gulf News, Asharq al-Aswat, al-Eqtisadiah, Arab News, Times of Oman, Asian Age dan The China Post. KONTAK: kalmaeena@saudigazette.com.sa dan diikuti di Twitter: @KhaledAlmaeena

Last Update: Senin, Juli 25, 2016 KSA 11:12 – 08:12 GMT

 

 

 




Fethullah Gulen: Tertuduh Di Balik Percobaan Kudeta Turki

Pensylvania –

Ulama karismatik asal Turki yang kini tinggal di Amerika, Fethullah Gulen, membantah terlibat dalam percobaan kudeta militer di Turki. The Alliance for Shared Values  atau Aliansi untuk Nilai-nilai Bersama – yang selama ini menjadi corong gagasan Gulen — mengatakan, “kami mengutuk intervensi politik oleh militer di dalam negeri Turki.”

Fathullah Gulen

Saat ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang melakukan kampanye luas melawan gerakan Gulennis baik di dalam negeri Turki maupun di luar negeri. Rezim Erdogan melakukan pembersihan terhadap pegawai pemerintah (PNS) yang diduga memiliki hubungan dengan gerakan Gulenis.

Beberapa perusahaan media atau aktivitas bisnis yang ditengarai terkait dengan Gulen ditutup. Tindakan ini menyusul setelah Fthullah Gulen didakwa pidana merencanakan menggulingkan pemerintah. Akan dilakukan pengadilan in absentia di Turki tahun ini.

Pengacara pemerintah Turki, Robert Amsterdam, mengatakan, “ada indikasi keterlibatan langsung” dalam percobaan kudeta oleh Fethullah Gulen. Ia mengklaim “telah berusaha berulang kali mengingatkan pemerintah AS dari ancaman yang ditimbulkan” oleh Gulen dan gerakannya. Sumber-sumber intelijen di Turki, mengutip pernyataan pengacara itu, “ada indikasi Gulen bekerja sama dengan beberapa pimpinan militer melawan pemerintahan sipil yang sah.”

Namun Presiden The Alliance for Shared Values, Y. Alp Aslandogan, kelompok  pendukung ide-ide Gulen, yang berbasis di New York membantah tuduhan.  “Kami tegas membantah,  tuduhan itu sangat tidak bertanggung jawab.”  Sebelumnya pihak Aliansi juga menegaskan, “kami mengutuk intervensi politik oleh militer di dalam negeri Turki.”

Sosok Fethullah Gulen

Gulen dikenal sebagai Imam karismatik Turki yang memiliki pengaruh luas di berbagai kalangan.  Sebagai Imam, atau pemimpin doa, Fethullah Gulen dikenal di Turki sejak 50 tahun yang lalu. Gerakannya menyebarluaskan filosofi  Islam dengan advokasi  setia demokrasi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan dialog antar agama.

Gulen mengendalikan 1.000 sekolah di lebih 100 negara, termasuk sekitar 150 sekolah dengan hak istemwa yang didanai pembayar pajak di seluruh Amerika Serikat.  Di Turki, kelompok  Gulenis juga mengelola universitas, rumah sakit, amal, bank dan kerajaan media besar dengan surat kabar dan radio dan stasiun TV.

Presiden Turki Recip Tayyip Erdogan telah lama menuduh Gulen bersekongkol menggulingkan pemerintah sekuler yang sah dari 26 are kompleks kediamannya yang terjaga ketat di Pegunungan Pocono Pennsylvania, Amerika.  Gulen jarang terlihat di depan umum, dan telah diadili in absentia setidaknya tiga kali di Turki.

Mengapa Amerika Tidak Mendeportasi

Memang AS mulai menunjukkan kecenderungan akan mendeportasi Gulen ke Turki. Departemen Kehakiman menolak mengomentari kasus Gulen. Dalam sebuah wawancara dengan AP awal tahun ini, dari pihak The Alliance for Shared Values, mengatakan: “(Gulen) mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki tradisi panjang demokrasi dan supremasi hukum …  dan mereka tidak akan membiarkan Erdogan untuk menekan Amerika Serikat. ”

Status Tuntutan Hukum Terhadap Gulen di AS

Bulan lalu, seorang pengacara yang mewakili pemerintah Turki mengatakan akan terus mengekspos “tindakan melawan hukum” Gulen. Sehari sebelumnya, hakim federal di Scranton, Pennsylvania, menolak gugatan melawan ulama.

“Meskipun ditolask, pesan sangat jelas telah dikirim ke Gulen dan rekan-konspirator di Poconos. Hari-hari kebal hukum sudah habis. Tindakan melawan hukum Anda aka nada titik terang,” kata pengacara Robert Amsterdam.

Gugatan itu menuduh Gulen memerintahkan polisi, simpatisan, jaksa dan hakim di Turki untuk memberontak melawan pemerintah yang sah. Tapi Hakim Distrik AS, Robert Mariani, menyatakan, hal itu tidak berlaku di pengadilan AS

Sekolah Yang Dkelola Gulenis

Beberapa sekolah AS tengah diselidiki FBI atas tuduhan penyalahgunaan keuangan dan penipuan visa. Salah satu tuduhan penting, bahwa sekolah (yang dikelola kelompok Gulenis) mendatangkan  guru dari Turki untuk mengindoktrinasi dan mempengaruhi siswa untuk mendukung gerakan Gulen. Indoktrinasi nilai-nilai itu disebut Hizmet, dalam bahasa Turki berarti “layanan.”

Pada bulan Mei, keluhan diajukan pejabat pendidikan Texas, yang menuduh jaringan sekolah dengan hak khusus yang terkait gerakan Gulen itu, menyalahgunakan program visa untuk mendatangkan guru dalam jumlah besar dariTurki. Kegiatan itu melanggar Undang-undang negara bagian dan federal, karena membayar guru lebih tinggi dari guru di Amerika.

Menanggapi Tuduhan

Menghadapi tuduhan itu, kalangan Aliansi seperti biasanya menyampaikan bantahan. Dalam pembelaan itu disampaikan, selama lebih dari 40 tahun, Fethullah Gulen dan Hizmet menganjurkan dan menunjukkan komitmen bagi perdamaian dan demokrasi

“Kami telah secara konsisten mengecam intervensi militer dalam politik dalam negeri ini. Kami mengutuk intervensi militer dalam politik dalam negeri Turki. Kami mengkhawatirkan keselamatan dan keamanan warga negara Turki dan orang-orang di Turki sekarang. Komentar oleh kalangan pro-Erdogan tentang gerakan itu yang sangat tidak bertanggung jawab.” Pernyataan dari kalangan Aliansi.

Sehari-hari Kehidupan Gulen

Seorang wartawan AP pernah mendapat kesempatan mengunjungi kediaman Gulen di kompleks Pennsylvania Gulen tahun ini. Tapi ia tidak dapat diberi kesempatan melihat atau mewawancarainya.

Wartawan itu hanya memperoleh informasi, Gulen menghabiskan hari-hariya dengan berdoa dan meditasi dan jarang pergi keluar kediamannya. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memerika ke dokter untuk penyakit penyakit jantung dan diabetesnya. Tempat tinggal Gulen dipenuhi rak-rak buku. Ia hanya tampak memegang botol diisi dengan tanah yang dikirim dari berbagai daerah dari Turki.

Editor : Roman Emsyair (Sumber; The Associated Press Sabtu, Juli, 2016)




Ima Matul Maisaroh: Berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat AS

Pennsylvania, AS.

Seorang Srikandi Indonesia akan tampil di panggung politik Amerika Serikat. Dia adalah Ima Matul Maisaroh. Perempuan asal Desa Gondanglegi, Malang, Jawa Timur ini akan berpidato di depan puluhan ribu delegasi dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang digelar di Philadelphia, Pennsylvania, AS.

maisaroh3maisaroh2

Bersama belasan senator dan pembicara bergengsi lainnya, Ima tampil di panggung utama Stadion Wells Fargo, pada hari Selasa 26 Juli 2006. ‘’Surat undangan resmi yang dikirim Komite Nasional Partai Demokrat baru saja saya terima Sabtu sore,’’  kata Ima dengan nada gembira. Di ajang itulah, Partai Demokrat AS secara resmi akan memilih Hillary Rodham Clinton sebagai kandidat utama dan Senator Tim Kaine sebagai wakil presiden, dalam Pemilihan Presiden AS November 2016 nanti.

’Selain menyampaikan pidato mengenai pengalaman saya sebagai korban perbudakan manusia, saya juga menyampaikan program-program penanggulangan perbudakan dan perdagangan manusia yang telah dilakukan Hillary Clinton,’’ tutur Ima Matul. Perempuan bertubuh mungil itu diundang tampil di ajang politik AS, karena sejumlah jabatannya yang tak main-main.

Ima, yang sejak kecil bersekolah di Madrasah Tsyanawiyah di Gondanglegi, Malang itu, menjadi salah satu anggota Dewan Penasehat Perdagangan Manusia Presiden Barrack Obama. ‘’Maaf saya baru saja selesai menghadiri pertemuan rutin di Gedung Putih,’’ tutur Ima yang diangkat menjadi anggota Dewan Penasehat Gedung Putih bersama 10 anggota lainnya, Desember 2015 lalu.

Maisaroh1

Perempuan berusia 33 tahun, jebolan kelas 1 SMA Kh0irudin, Gondanglegi ini, diminta memberi saran dan masukan ke Presiden Obama untuk memberantas perdagangan manusia. Tercatat 40 ribu sampai 45 ribu menjadi korban perdagangan manusia di AS. Bersama tiga anggota lainnya, Ima Matul dipercaya menangani dua dari lima masalah utama. ‘’Yakni, soal pendanaan dan sosialisasi para korban perdagangan manusia,’’ tutur Ima. Kepercayaan itu diberikan ke pundak Ima, yang sejak tahun 2012 menjadi staf CAST, Coalition to Abolish Slavery & Trafficking. Ima menjabat sebagai organisator atau koordinator para korban Perbudakan dan Perdagangan Manusia CAST. Organisasi nirlaba ini yang menolongnya setelah melarikan diri dari siksaan bekas majikannya di Los Angeles.

Kisahnya dimulai tahun 1997, ketika Ima yang baru berusia 17 tahun, menerima tawaran bekerja sebagai pramuwisma seorang pengusaha interior disainer asal Indonesia yang bermukim di Los Angeles. ‘’Sejak sampai di Bandara LAX, paspor saya sudah ditahan oleh majikan saya,’’ tutur Ima yang enggan menyebut nama bekas majikannya itu.

Selama tiga tahun, Ima Matul harus bekerja lebih dari 12 jam. Hampir setiap hari, Ima menjalani siksaan dan pukulan dari majikannya, seorang warga keturunan yang menjadi interior designer. Untuk kesalahan kecil yang dibuatnya, Ima harus menerima pukulan dan tamparan berkali-kali. ‘’Sampai sekarang, bekas luka di kepala masih bisa dilihat,’’ ujar Ima seraya menekankan, waktu itu ia tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

Setelah tiga tahun, Ima tidak tahan lagi. Pada tahun 2000, perempuan desa ini nekat menyisipkan sebuah notes kecil berisi ‘Permintaan Tolong’ kepada seorang penjaga bayi tetangganya. Tetangga inilah yang menolong Ima melarikan diri dari rumah majikannya dan mengantarkannya ke kantor CAST. ‘’Waktu itu saya tidak bawa paspor,’’ kata Ima melanjutkan. Setelah beberapa bulan tinggal di rumah penampungan kaum gelandangan, Ima pun akhirnya bisa tinggal di rumah layak dan bekerja di CAST.

Agar paspornya dikembalikan, Ima berpura-pura pulang ke Indonesia. Ditemani seorang agen FBI, Ima bertemu dengan majikannya di Bandara LAX. ‘’Saya juga dipasangi alat penyadap untuk merekam seluruh pembicaraan,’’ tutur Ima dengan bahasa Inggris yang rapi. Singkat cerita, majikannya memberinya tiket pesawat sekali jalan ke tanah air dan berjanji hendak mengirim uang gajinya, setelah Ima tiba di Malang, Jawa Timur.

Gaji itu tidak dibayarkan majikannya karena Ima tidak pulang ke Malang. ‘’Saya hanya masuk ke ruang dalam Bandara dan keluar lagi,’’ kata Ima yang akhirnya tidak mau menuntut majikannya yang berlaku kasar itu. Menurutnya, pihak FBI tidak bisa melakukan penahanan majikannya, karena tidak ada tuntutan dari Ima.

‘’Prosesnya cukup berbelit dan membutuhkan saksi mata yang jelas. Dan aksi kekerasan itu terjadi di dalam rumah tanpa diketahui banyak orang,’’ kata Ima menuturkan. ‘’Lagipula bekas-bekas luka saya dianggap kurang menunjukkan luka serius, meski terdapat bekas luka di kepala,’’ sambungnya, seraya enggan menyebut nama bekas majikannya itu. Kasus itu memang berhenti sampai di situ. Dan sebagai warga AS, bekas majikannya masih tinggal di Los Angeles.

Meski begitu, Ima Matul tetap tegar. Malah, sebaliknya, karirnya sebagai aktivis makin menanjak dan berhasil diundang ke berbagai pertemuan tingkat tinggi di Washington DC. Bagi Ima, bertemu dengan para pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri John Kerry, bahkan dengan Presiden Barrack Obama, sudah pernah dilakukannya.

Namun ada satu orang yang ingin ditemuinya. Yakni, Hillary Rodham Clinton yang kini menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat. ‘’Saya belum pernah bertemu dengan Hillary Clinton,’’ ujar Ima Mastul. Srikandi dari Jawa Timur ini berharap bisa bertemu dengan Hillary Clinton di acara

Nasional Partai Demokrat di Philadelphia.

’’Dia satu-satunya pejabat tinggi AS yang punya program membantu para korban perbudakan dan perdagangan manusia, dengan menyumbang dana lewat Clinton Foundation,’’ kata Ima, ibu 3 anak, bersuamikan orang Sunda itu. ‘’Saya hanya dua hari di Philadelphia, karena tidak ada yang nungguin anak-anak. Suami saya sedang pulang ke tanah air karena menunggu orang tuanya yang sedang sakit,’’ tutur Ima Matul Maisaroh menutup pembicaraan. DP

Posted in Uncategorized and tagged AS, CAST, Human Trafficking, Ima Matul Maisaroh, Indonesia, National Democratic Convention

(Sumber:  INDONESIAN LANTERN  The Voice of  Indonesia Community in America)




Politik Telah Meracuni Islam

Kami orang muslim ingin dipercaya bahwa agama kami adalah “agama damai.” Tapi hari ini Islam tampak lebih seperti agama konflik dan pertumpahan darah.

Dari perang saudara di Suriah, Irak dan Yaman, ketegangan internal di Libanon dan Bahrain. Termasuk persaingan berbahaya antara Iran dan Arab Saudi, maka Timur Tengah menghadapi ancaman perselisihan intra-Muslim.  Ini mengembalikan putaran jarum jam kuno, persaingan jaman lama antara Sunni dan Syiah.

mustofa akyol

                                                            Mustafa Akyol,  Feb. 3, 2016

Agama sesungguhnya tidak berada di jantung konflik ini. Sebenarrnya, politik selalu yang bersalah. Tapi dalam sejarahnya, penyelewengan Islam menjadikan konflik-konflik politik jauh lebih menghawatirkan. Apalagi saat kedua belah pihak yang berselisih mengklaim, mereka berjuang bukan demi kekuasaan atau wilayah, tapi atas nama Allah. Dan ketika musuh dipandang sebagai bid’ah (bukan hanya lawan), perdamaian jauh lebih sulit untuk dicapai.

Mencampuradukkan agama dan politik akan meracuni Islam. Tentu hal ini juga membayangi semua ajaran teologis dan moral agama. Quran yang mengajarkan kerendahan hati dan kasih sayang, terabaikan oleh kesombongan dan agresivitas kelompok yang mengaku membela agama Allah.

Ini bukan masalah baru dalam Islam. Selama kepemimpinan Nabi Muhammad pada abad ketujuh, komunitas Muslim bersatu. Tapi setelah Rasul wafat, ketegangan muncul dan meningkat menjadi pertumpahan darah. Perselisihan itu muncul buan soal bagaimana menafsirkan Quran atau bagaimana memahami ajaran Rasul. Itu tentang kekuatan politik: Siapa sebagai khalifah atau penerus nabi,  atau siapa memiliki hak untuk memerintah?

Masalah politik ini bahkan mengadu domba janda nabi, Siti Aisyah dengan menantunya Ali. Ribuan pengikut mereka saling membunuh satu sama lain. Tahun berikutnya, terjadi lagi Pertempuran Siffin.Pengikut Ali dan Muawiyah, Gubernur Damaskus, menghunus pedang, yang makin membuat sesama muslim terperosok dalam permusuhan. Hingga hari ini perpecahan Sunni-Syiah tetap meruncing.

Kalau orang Kristen awal, pecah dalam sekte-sekte melalui perselisihan teologis tentang sifat Kristus. Namun perpecahan di kalangan Muslim dimulai dari sengketa politik tentang siapa yang harus memerintah mereka.

Seharusnya kita, penganut Islam yang diajarkan Rasul Muhammad, mulai mengevaluasi pencampuradukan agama dan politik. Dalam kenyataan selama ini, politisasi agama yang dilakukan sebagian kelompok Islam bukan hanya tidak membanggakan. Justru hanya  menimbulkan masalah, karena itu perlu dicari solusinya.

Solusi ini harus dimulai dengan perubahan paradigma tentang konsep dari “khalifah.” Ada masalah esensial: pemikiran Islam tradisional memandang khalifah sebagai bagian inheren dari Islam. Hal ini, tanpa sengaja mempolitisasi agama selama berabad-abad. Al-Quran atau ajaran nabi  sama sekali tidak diamanatkan itu. Konsep “khalifah” itu merupakan produk dari pengalaman politik historis dari komunitas Muslim.

Selain itu, saat pemikiran Islam memandang kekhalifahan sebagai bagian integral dari agama, maka pemimpin politik dan ulama Islam akan membangun tradisi politik otoriter. Selama khalifah atau pemimpin itu saleh dan taat hukum, pemikir Islam seharusnya mewajibkan umat Islam mematuhinya.

Tradisi yang memandang kekhalifan bagian integral dari agama tidak mempertimbangkan, bagaimanapun kebajikan itu relatif. Kekuasaan itu sendiri memiliki pengaruh yang merusak, bahkan penguasa yang sah bisa memiliki musuh yang sah.

Pada pertengahan abad ke-19, Kekaisaran Ottoman (berarti kekhalifahan di Ottoman) , mengambil langkah besar dalam tradisi politik Islam dengan mengimpor lembaga dan norma-norma liberal Barat. Kekuasaan sultan dibatasi, partai politik diizinkan berdiri dan orang-orang di parlemen dipilih. Upaya ini membuat khalifah sebagai kepala monarki demokratis gaya Inggris, hanya setengah-sukses. Hal ini berakhir ketika Republik Turki menghapuskan kekhalifahan setelah Perang Dunia I.

Kelahiran gerakan Islam modern adalah reaksi pasca vakum kekhalifahan ini.  Kelompok Islamis yang dipolitisasi tidak kukuh dengan pandangan tradisional bahwa agama dan negara tidak dapat dipisahkan. Bahkan lebih dari itu, mereka menyusun kembali agama sebagai negara.

“Agama yang benar adalah sistem dari Allah untuk memutuskan dan mengatur urusan kehidupan manusia,” Sayyid Qutb, ideolog Islam terkemuka, menulis pada 1960-an. Dan karena Allah tidak pernah benar-benar turun mengatur urusan manusia, Islam akan melakukannya atas nama-Nya.

Tidak semua pemikir Islam mengambil baris ini. Abad ke-20 sarjana Said Nursi melihat politik bukan sebagai wilayah suci, melainkan zona perselisihan jahat perselisihan.  “Aku berlindung kepada Allah dari setan dan politik,” tulisnya.

Pengikutnya membangun gerakan masyarakat sipil Islam di Turki, tuntutannya hanya meminta kebebasan beragama dari negara. Akademisi Muslim kontemporer, seperti Abdelwahab El-Affendi dan Abdullahi Ahmed An-Na’im mengartikulasikan argumen Islam yang kuat untuk merangkul sekularisme liberal yang menghormati agama.

Mereka meyakinkan bahwa umat Islam perlu sekularisme untuk dapat mempraktekkan agama dengan benar . Perlu ditambahkan bahwa umat Islam juga perlu sekularisme untuk menyelamatkan agama menjadi hamba  yang melayani ‘perang suci’ yang mendominasi kekuasaan negara.

Semua ini berarti bahwa Islam, dengan nilai-nilai inti keadilan, harus benar-benar berpaling dari politik kekuasaan. Agama dapat berperan konstruktif dalam kehidupan politik, seperti ketika menginspirasi orang untuk berbicara kebenaran bagi penguasa. Tapi ketika Islam menyatu dengan kekuasaan, atau menjadi seruan dalam perebutan kekuasaan, nilai-nilainya mulai memudar.

Mustafa Akyol adalah penulis “Islam without Ekstrem: A Case Moslem for Liberty” dan penulis opini kontribusi berbasis Istanbul

editor: Roman emsyair

(sumber: The New York Times/Feb 2016)




Siapakah Di Balik Percobaan Kudeta di Turki?

Upaya kudeta berdarah di Turki, pekan lalu, yang harus dibayar lebih dari 200 nyawa, menjadi perhatian dunia. Apalagi saat Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan, kelompok komunitas Islam yang dipimpin Fethullah Gulen bertanggung jawab atas percobaan kudeta itu.  Fethullah Gulen adalah ulama Turki yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, Amerika,  sejak akhir 1990-an.

mustofa akyol

 

oleh Mustafa Akyol

Mr. Gulen membantah tuduhan tersebut.  Beberapa elit politik di Barat rupanya berpikir, ini adalah satu dari sekian banyak teori konspirasi aneh yang dijajakan Erdogan. Tapi sebenarnya, ini bukan propaganda. Ada alasan untuk mempercayai bahwa tuduhan itu benar.

Fethullah Gulen oleh pengikutnya dianggap bukan hanya sekedar ulama. Mereka secara terbuka menyatakan, seperti saya telah diberitahu secara pribadi, dia adalah Imam Mahdi (versi Islam untuk menyebut Mesias). Kehadiran Mahdi untuk menyelamatkan dunia Muslim, dan itu berarti juga penyelamatan dunia itu sendiri. Banyak pengikutnya percaya bahwa Mr Gulen bertemu Nabi Muhammad dalam mimpinya, dan menerima perintah langsung dari Rasulullah.

Gambaran dari gerakan pengikut Gulen adalah hirarki pemujaan nya. Gerakan Gulen terstruktur seperti piramida: Imam ‘Top-level’ memberi perintah kepada Imam tingkat kedua, yang memberi perintah kepada imam-tingkat ketiga, dan seterusnya hingga ke akar rumput.

Kegiatan kelompok pengikut Gulen di Turki (seperti) tidak ada yang salah. Kegiatan paling menonjol antara lain membuka sekolah, menjalankan amal layanan sosial untuk orang miskin, dan mempertahankan “pusat dialog” yang memberitakan kasih, toleransi dan perdamaian. Tidak ada yang salah dengan itu, tentu saja.  Saya pribadi telah berbicara berkali-kali di lembaga Gulen sebagai tamu, dan bertemu dengan orang-orang yang sederhana, baik, dan mengajarkan cinta sesama.

Tapi suatu saat, salah seorang Gulenist yang kecewa mengatakan kepada saya tahun lalu, “ada sisi gelap dari gerakan ini. Dan beberapa anggotanya tahu soal itu.”

Selama beberapa dekade, gerakannya telah menyusup lembaga negara Turki, seperti di institusi kepolisian, peradilan dan militer. Banyak yang percaya bahwa beberapa Gulenists, menerima perintah dari imam mereka, menyembunyikan identitas mereka, dan mencoba menyusup melalui lembaga-lembaga negara untuk merebut kekuasaan.

Dari Sekutu Jadi Musuh

Ketika Erdogan dan Partai Pembangunan dan Keadilan Islam (A.K.P) berkuasa tahun 2002, merasa terancam oleh sekularis garis keras yang mendominasi militer Turki sejak zaman Bapak Republik Turki, Kemal Ataturk, saat itu Erdogan melihat kader Gulenist di negara bagian sebagai aset politik. Sejak itu aliansi lahir antara Erdogan dan Gulen.

Pemerintah Erdogan didukung Gulenist, dan sejak itu secara sistematis petugas polisi, jaksa dan hakim dari kalangan sekuler disingkirkan. Mulai tahun 2007, ratusan aparat dari kalangan sekuler dan sekutu sipilnya dipenjarakan.

Perburuan untuk menyingkirkan kalangan sekuler ini merupakan agenda politik Mr Erdogan.  Namun Gulenists bahkan lebih agresif dari agenda politik partai Endorgan. Dan tindakannya lebih  mengkhawatirkan,  banyak bukti menunjukkan tindakan Gulenist sangat berlebihan. Dua jurnalis sekuler dan seorang kepala polisi yang difitnah menyalahkan “Tentara Imam,” dipenjara atas tuduhan palsu.

“Bagaimana mereka bisa menggunakan bukti palsu untuk menyalahkan orang yang tidak bersalah?” tanya saya kepada teman Gulenist yang kecewa.

“Karena tujuan akhir mereka begitu besar,” katanya. Demi ambisi gerakan apokaliptik, “mereka berpikir segala cara bisa dibenarkan.”

Akhirnya menjadi jelas, mengapa Gulenists begitu kuat mendepak kaum sekuler: Mereka ingin mengganti posisinya. Banyak aparat yang mengambil bagian dalam upaya kudeta pekan lalu, adalah orang-orang yang dipromosikan setelah pembersihan militer tahun 2009, yang konon berjasa menyelamatkan Erdogan dari kudeta.

Pada tahun 2012, kalangan sekuler lama telah disingkirkan, dan yang tersisa tinggal Gulenists bersama A.K.P yaitu Partai yang dikuasai Endorgan yang kemudian menguasai Turki.  Tapi hanya butuh waktu kurang dari dua tahun, dua kelompok Islamis yang menguasai pemerintahan Turki itu mulai berseteru dan saling tidak percaya. Akhirnya saling curiga keduanya berkembang menjadi permusuhan.

Ketegangan itu memuncak pada bulan Desember tahun 2013. Saat itu polisi dan jaksa dari kalangan Gulenist menangkap puluhan pejabat pemerintah dalam penyelidikan korupsi.  Gerakan penyelidikan terhadap korupsi itu diduga kuat sasarannya untuk menjatuhkan Erdogan, yang kemudian mengutuk penyelidikan  itu sebagai aksi percobaan “kudeta.”

Tapi adegan berdarah 15 Juli itu, keadaan di Turki jauh lebih buruk dari yang terllihat beberapa tahun terakhir. Khususnya, Mr Erdogan seharusnya merencanakan pembersihan militer yang diduga dari kelompok Gulenists.  Kepala staf militer, yang menentang kudeta, diidentifikasi  sebagai pemberontak Gulenists.  Satu gerakan komplotan bahkan dilaporkan mengaku bertindak di bawah perintah dari Gulen.

Mengingat struktur hirarkis masyarakat Gulen, membuatnya menjadi tersangka utama. Tentu saja, kebenaran bisa keluar hanya dalam pengadilan yang adil. Sayangnya, peradilan Turki saat ini di bawah kontrol Erdogan,  dan Negara itu dalam polarisasi yang membahayakan musuh-musuh Endorgan.

Namun pemerintah Amerika Serikat sebaiknya bernegosiasi dengan rekan-rekannya di  Turki dalam hal ekstradisi Mr Gulen atas permintaan pemerintah Turki. Agar Mr Gulen dihadapkan pada pengadilan yang adil.

Proses pengadilan yang akan menjamin keadilan, sekaligus meningkatkan hubungan Turki-Amerika. Selain itu ekstradisi Mr Gulen akan membantu memulihkan situasi berbahaya di Turki. Ekstradisi Mr Gulen mungkin diperlukan untuk membantu banyak orang yang tidak bersalah dalam komunitas Gulen.

Pengadilan yang fair akan membuktikan, apa mereka benar-benar terlibat.  Agar mereka bisa kembali memulai kehidupan baru sebagai individu bebas.
Mustafa Akyol adalah penulis “Islam without Ekstrem: A Case Moslem for Liberty” dan penulis opini kontribusi berbasis Istanbul.

(Sumber : The New York Times/July 2016)