100 Ribu Pedagang Kecil di NTB Diajukan Terima Bantuan Modal

Secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Pusat menyiapkan penyaluran bantuan modal sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pedagang kecil se-Indonesia.

Khusus untuk NTB, sampai dengan pertengahan September Pemerintah Daerah telah mengajukan hingga 100 ribu usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Sebelumnya ada sebanyak 54 ribu, bertambah lagi hampir mencapai 100 ribu,” ujar Kepala Bidang KUKM  Dinas Koperasi dan UKM NTB, Chalid Tomasoang, jumat(25/09/20).

Sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penyaluran bantuan tersebut.

Diterangkan, dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) yang diterima pihaknya telah dijelaskan, pelaku usaha yang memenuhi prasyarat menerima bantuan modal.

Kendati demikian, terkait penyaluran serta pengawasan masih belum ada perincian.

“Ini yang kami belum tahu pasti, tapi yang kita data itu usaha mikro. Termasuk pedagang bakulan, karena memang peruntukkan hanya untuk yang mikro saja.” jelas Chalid.

Di sisi lain, pihaknya juga menerima informasi terkait perpanjangan waktu pengajuan penerima bantuan tersebut. Dengan begitu, jumlah UKM yang diajukan diproyeksikan masih dapat bertambah.

Mengingat tidak ada kuota pasti untuk masing-masing daerah yang ditentukan Pemerintah Pusat.

“Untuk perpanjangan memang belum ada surat dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan tidak ada pembagian kuota untuk satu daerah berapa banyak. Yang kami ajukan belum ada yang dapat, karena penyaluran dari Kemenkop serta verifikasinya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut memang sangat dinantikan oleh pelaku usaha. Terlebih pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19 dan harus kehabisan modal usaha untuk bisa bertahan.

“Sekarang lagi verifikasi data, jangan sampai ada yang ganda namanya,” jelas Chalid.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono, menerangkan secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan.

Di antaranya bantuan tambahan modal dari pemerintah, keringanan pembayaran listri dan relaksasi pembayaran kredit.

Menurutnya, walaupun kondisi tersebut merupakan gambaran nasional, pelaku usaha di NTB sangat mungkin merasakan dan memiliki kebutuhan yang untuk bantuan pemerintah.

“Itu gambaran nasional bukan gambaran NTB, tapi NTB merasakan hal yang kurang lebih sama, sulit bertahan. Hanya referensi waktunya yang mungkin berbeda,” ujar Suntono.

AYA